← Beranda
Mengapa Ibadah Haji Diwajibkan Bagi Mereka yang Mampu? Simak Penjelasannya
Mahatryatma FirmansyahMinggu, 19 Mei 2024 | 23.46 WIB
Ilustrasi Haji: Sebanyak 75 CJH 2019 telah melunasi BPIH. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com - Haji merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang harus dilaksanakan oleh mereka yang mampu. Allah SWT berfirman:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS Ali Imran - 97).

Dilansir dari hajj, Minggu (19/5) Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan mengingkari kewajiban ini berarti kufur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Cegah Jamaah Liar, Pemerintah Saudi Terbitkan Aturan Baru: Berhaji tanpa Visa Haji Didenda Rp 42,5 Juta

"Islam dibangun di atas lima (landasan), persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim)

Kewajiban haji berlaku sekali seumur hidup, seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan kalian untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, tunaikanlah ibadah haji."

Baca Juga: Raffi Ahmad dan Keluarga Akhirnya Akan Melaksanakan Ibadah Haji Tahun Ini

Kemudian seorang laki-laki bertanya, "Apakah setiap tahun ya Rasulullah?" beliau terdiam beberapa saat, hingga laki-laki itu mengulanginya hingga tiga kali.

Maka beliau bersabda: "Sekiranya aku menjawab, Ya, niscaya akan menjadi kewajiban setiap tahun dan kalian tidak akan sanggup melaksanakannya. Karena itu, biarkanlah apa adanya yang kutinggalkan untuk kalian.”

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian celaka karena mereka banyak bertanya dan suka mendebat para Nabi mereka. Karena itu, bila kuperintahkan mengerjakan sesuatu, laksanakanlah sebisanya, dan bila kularang mengerjakan sesuatu, tinggalkanlah." (HR Muslim dan Nasa’i)

Baca Juga: Sudah 68 Calon Jamaah Haji Dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, 4 Wafat

Keutamaan haji

Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Berikut beberapa di antaranya:

Haji merupakan amalan yang paling utama. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling utama?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur,” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: Masih Banyak Jamaah Haji Indonesia Kesasar, 8 Panduan ini Bisa Jadi Solusi

Haji termasuk jihad di jalan Allah.

Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhal. Apakah berarti kami harus berjihad?”

“Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur,” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: Tiap Hari, Selalu Ada Calon Jamaah Haji Indonesia yang Bingung Balik ke Hotel

Haji menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari).

Haji menghilangkan kefakiran dan dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Dua Jamaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Diamankan Askar di Masjid Nabawi, Bebas Setelah Dibantu Petugas Haji Kemenag

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai, Tirmidzi, Ahmad)

Orang yang berhaji adalah tamu Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga: Dua Jamaah Langgar Aturan di Masjid Nabawi dan Sempat Diamankan Askar, Bebas setelah Dibantu Petugas Haji Kemenag

Keutamaan berhaji sangat besar, dan semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya.

Semoga kita dapat mempersiapkan ibadah ini dengan matang, memiliki fisik yang kuat, dan rizki yang halal. Semoga Allah mengaruniakan kita haji yang mabrur yang balasannya adalah surga.

EDITOR: Nicolaus Ade