JawaPos.com - Insiden jamaah haji asal Indonesia yang kesasar atau lupa saat hendak kembali ke hotel setelah beribadah di area Masjid Nabawi, menjadi fenomena yang terjadi sejak gelombang pertama kedatangan jamaah tiba.
Mayoritas, kejadian ini menimpa jamaah lansia. Namun, tak sedikit juga jamaah non lansia yang mengalami hal serupa.
Umumnya, hal ini terjadi akibat jamaah lupa mengingat nomor pintu gerbang tempat pertama kali mereka masuk.
Faktor lain, sering kali mereka harus keluar dari gerbang lain akibat ditutup oleh petugas karena kondisi Masjid Nabawi yang padat.
Baca Juga: Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Indonesia Ungkapkan Harapan Bermain di Klub Impian
Faktor berikutnya adalah bentuk bangunan hotel di sekeliling Masjid Nabawi yang sekilas hampir sama.
Kasi Perlindungan Jamaah PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi daker Madinah mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi hal itu bisa ditangani.
"Salah satunya, kita menempatkan personel khusus di area Masjid. Untuk mengatasi hal ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, dia mengimbau agar seluruh jamaah untuk saling menjaga personel di masing-masing rombongan. "Ketua regu dan ketua rombongan juga diimbau lebih perhatian dengan masing-masing anggota," katanya.
Selain itu, ada beberapa imbauan yang bisa menjadi solusi mengatasi masalah ini. Yakni:
1. Perhatikan nomor pintu gerbang saat masuk agar mudah menemukan jalan pulang ke hotel. Jika masih bingung hubungi petugas PPIH di kawasan Masjid Nabawi.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Perempuan Tulus dan Baik Hati Menurut Psikologi, Salah Satunya Rasa Syukur yang Tinggi
2. Bawa identitas. Meliputi id card atau gelang jamaah. Karena di situ terdapat informasi yang bisa memudahkan petugas PPIH membantu saat jemaah tersesat
3. Bawa sendal. Suhu yang panas membuat lantai pekarangan Nabawi dan jalanan menuju dan pulang dari masjid berhawa panas. Sendal jangan dititipkan ke teman. Sebab jika berpisah dari rombongan, kaki jemaah tetap aman. Masukkan dalam kantong plastik atau tas khusus sandal.
4. Bawa handphone dan rekam nomor telepon ketua kloter atau ketua rombongan dan rekan sekamar. Sehingga jika tersesat, ada yang bisa dihubungi.
5. Bawa botol kosong untuk air zamzam
6. Bagi yang berusia muda, jangan biarkan jemaah lansia berjalan sendiri
7. Pakai identitas rombongan saat keluar hotel. Seperti rompi, scraft dan lainnya supaya gampang teridentifikasi asal daerah.
8. Bawa payung terutama di siang hari.