← Beranda
Pemkab Jember Bagikan Bantuan Telur untuk Cegah Stunting bagi Anak Balita
Ashadi CakhyadiSabtu, 25 November 2023 | 03.50 WIB
Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan bantuan telur ayam kepada keluarga penerima manfaat program penanganan stunting di Desa Patemon, Kabupaten Jember, Jumat (24/11/). (ANTARA/Diskominfo Jember)

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur memberikan bantuan berupa telur ayam ras guna mendukung pemenuhan gizi anak balita.

Dilansir dari Antara pada Jumat (24/11), program tersebut dicanangkan oleh Pemkab Jember sebagai upaya mengatasi stunting, gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurang stimulasi.

"Penyaluran bantuan telur itu upaya untuk menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Jember dan ditargetkan pada tahun berikutnya angka balita stunting bisa turun," ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.

Baca Juga: Bikin Geram Warganet! Istri Hamil 7 Bulan Seorang Pria Nekat Main Serong dengan Mahasiswi Jember hingga Viral!

Hendy menyampaikan pernyataannya untuk menekan angka stunting pada acara penyaluran bantuan telur ayam di Balai Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jumat (24/11).

"Telur adalah salah satu protein hewani yang memang cocok untuk problem tumbuh kembang, sehingga diharapkan dapat menekan jumlah kasus stunting di Jember," kata Bupati Jember.

Hendy menyampaikan bahwa saat ini bantuan telur ayam diberikan kepada 200 kepala keluarga dalam tiga tahap selama dua pekan. Masing-masing kepala keluarga mendapat bantuan telur ayam sejumlah 12 kilogram.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor di Jember Terkait OTT Bondowoso

"Warga yang sudah mendapatkan bantuan telur harap digunakan sebaik mungkin, jangan sampai dijual atau semacamnya. Jadi, lebih baik dikonsumsi sendiri untuk mencegah balita mengalami stunting," tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa program bantuan telur ayam akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh organisasi-organisasi perangkat daerah, bukan hanya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Pemkab Jember melibatkan organisasi-organisasi perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perusahaan, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting, kata Bupati Hendy.

Baca Juga: Minibus Tersambar Kereta di Lumajang, Berangkat Reunian ke Jember, 1 Korban Anggota Satpol PP Surabaya

Prevalensi stunting di Kabupaten Jember mencapai 34,9 persen berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022.

Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menurunkan prevalensi stunting dengan target di bawah 10 persen.

Pada tahun 2023 Pemkab Jember telah mengalokasikan dana sejumlah Rp97 miliar untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting.

EDITOR: Nicolaus