← Beranda
3 Tahun Berdiri, Pemerintah Desa Tidak Paham Jeroan Pabrik Esemka
Sari HardiyantoKamis, 25 Oktober 2018 | 01.40 WIB
MOBIL ESEMKA: Sejumlah mobil Esemka berjajar di depan pabrik perakitan di Sambi, Boyolali, Jateng.

JawaPos.com - Keberadaan pabrik perakitan mobil Esemka di PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali tidak hanya tertutup bagi orang asing. Tetapi, perangkat desa setempat mengaku juga belum pernah mengetahui mengenai aktivitas di dalam pabrik perakitan tersebut. 


Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Demangan, Wijiyanto. Saat ditemui di kediamannya, Rabu (24/10) Wijiyanto mengungkapkan, bahwa sejak berdiri tiga tahun lalu dirinya belum pernah melihat aktivitas perakitan di dalam bengkel tersebut. Sehingga, dirinya pun tidak bisa menjelaskan lebih rinci mengenai kegiatan yang ada di dalam pabrik. 


"Sejak berdiri tiga tahun, belum ada komunikasi lebih lanjut. Paling pernah komunikasi dua kali saja, tapi kelanjutannya sampai sekarang belum pernah," urainya.


Wijiyanto pun mengatakan, dirinya tidak mengetahui lebih jauh mengenai struktur manajemen pabrik yang mulai beraktivitas sejak setahun terakhir itu. Tidak hanya mengenai susunan kepegawaian di dalam pabrik, tetapi mengenai berkas perizinan pabrik, Wijiyanto juga mengaku tidak tahu.


"Saya tidak tahu mengenai struktural manajemennya seperti apa. Dan juga berkas perizinannya juga tidak tahu," katanya.


Wijiyanto pun tidak berkeinginan untuk mengetahui lebih jauh mengenai aktivitas yang dilakukan di dalam pabrik tersebut. Selama ini, dirinya hanya sekadar melihat adanya beberapa mobil Esemka yang terparkir di halaman pabrik, adanya kegiatan test drive dan juga adanya beberapa truk kontainer yang sering datang ke pabrik tersebut.


Lebih lanjut, dirinya juga tidak paham benar isi di dalam truk kontainer yang hilir mudik ke pabrik Esemka. Tetapi menurutnya isinya adalah assembly mobil yang akan dirakit di pabrik PT SMK. "Biasanya truk kontainer datangnya pas malam hari, tapi jumlahnya berapa saya juga tidak menghitungnya," ucapnya.

EDITOR: Sari Hardiyanto