← Beranda
Jelang Kampanye, Berikut Peringatan Mendikbud kepada Para Guru
Sari HardiyantoSenin, 17 September 2018 | 23.05 WIB
OLIMPIADE OLAHRAGA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka ajang O2SN di UMY, Senin (17/9).

JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewanti-wanti agar para guru memberikan pendidikan politik yang baik kepada para siswanya. Jangan sampai menjadikan lembaga pendidikan sebagai tempat untuk berkampanye.


"Saya kira sah-sah saja (pendidikan politik masuk ke lembaga pendidikan). Tapi saya minta jagalah netralitas para guru," kata Muhadjir Effendy usai membuka ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Senin (17/9).


Lanjut Muhadjir, para guru dalam memberikan pendidikan politik itu terpenting disampaikan dengan niat tulus. Tidak memprovokasi, menyebar hoax maupun fitnah. "Berikan informasi secara jujur dan sebaik-baiknya," kata dia.


Ia juga mengatakan, di lingkungan lembaga pendidikan tidak boleh dimasuki dengan kampanye. Terlebih tim sukses atau juru kampanye. "Tidak boleh digunakan kampanye," katanya.


Dikatakan pula, para pendidik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersikap netral selama proses maupun masa Pemilu 2019 mendatang. Mereka tidak boleh mengarahkan atau mengajak para siswanya terlibat berkegiatan politik.


"Jagalah netralitas terutama para guru. Untuk para ASN kami tidak membawa-bawa perannya sebagai guru, mengarahkan para siswanya," ucapnya.


Pemilu 2019 akan memasuki masa kampanye pada akhir September ini. Selain memilih Calon Legislatif (Caleg) juga bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilres) serta wakilnya.

EDITOR: Sari Hardiyanto