JawaPos.com – Malioboro menjadi salah satu destinasi wisata yang hampir tak terlewatkan oleh wisatawan bila berkunjung ke Jogja. Berbagai tempat ikonik dan apik juga terletak di sekitar Jalan Malioboro.
Berfoto di tempat-tempat ikonik seperti di seputar Malioboro seperti Kepatihan, Titik 0 Km, Taman Sari, dan Museum Sonobudoyo dipadupadankan dengan Baju Adat Jawa menguatkan ciri khas Jogjakarta.
Seperti yang dilakukan wisatawan asal Lampung, Aji Alfian dan Linda Indira. Mereka sengaja berfoto di landmark Malioboro sebagai arsip sebelum kembali ke kampung.
Baca Juga: Dishub Jogjakarta Minta Masyarakat Gunakan Trans Jogja untuk ke Malioboro
“Di Jogja kami sekolah dan hari ini terakhir di sini. Jadi ingin ada kenang-kenangan,” ucap Aji, Kamis (23/11).
Hal yang sama juga dilakukan oleh warga Jogja, Reno Bintoro, baginya berfoto menggunakan pakaian adat di Area Malioboro memiliki spot foto yang beragam, tidak terbatas seperti di studio foto.
“Cocok sih baju adat begini sama ornamen dan pernak-pernik Malioboro,” ucapnya.
Jika ingin berfoto dengan pakaian Adat Jawa, dapat menyewa pakaian dan menggunakan jasa fotografer.
Mengutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), salah satu penyedia ini ialah FH Potret. Admin FH Potret, Andri Wahyudi, mengatakan, jasa foto berkonsep Adat Jawa ini bertujuan untuk mengenalkan budaya Jogja.
“Anak-anak jaman sekarang tabu kalau soal tatanan jarit, baju adat, blangkon, keris, dan lain-lain,” ucapnya, Jumat (24/11).
Jasa foto ini per harinya rata-rata melayani setidaknya 80 konsumen pada hari biasa. Sementara, pada akhir pekan bisa mencapai 250 konsumen.
Andri menjelaskan saat ini telah menyediakan hingga ratusan pasang pakaian dari ukuran untuk anak usia 5 bulan hingga dewasa. Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan orang untuk menggunakan pakaian tradisional.
"Kita ada tujuh orang tata busana, mereka harus mendapat arahan atau belajar terlebih dahulu dari sesepuh yang lebih tahu. Karena pakai busana ini kan tidak boleh sembarangan," ucapnya.
Selain itu, Koordinator Fotografer, Fais Kholifudin, mengatakan terdapat 22 fotografer yang telah diberi pengetahuan fotografi untuk melakukan sesi foto.
Soal harga terbilang terjangkau. Untuk satu sesi foto sudah termasuk sewa baju adat dan gratis edit foto dengan durasi satu jam dibandrol dengan harga Rp 350 ribu. Sementara jika ingin berfoto dengan durasi dua jam dibandrol dengan harga Rp 650 ribu.
Baca Juga: Berpulangnya sang Maestro Seni Rupa, Lampu Malioboro Terakhir Djoko Pekik
Namun, tersedia pula paket dengan durasi foto 25-35 menit. Harga menyesuaikan jumlah foto yang diambil, minimal 20 foto.
Jasa foto berkonsep Adat Jawa di Malioboro ini beroperasi mulai pukul 8.00-20.00 WIB.
Berkembangnya tren berfoto menggunakan baju adat di Malioboro memberikan dampak positif.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pengemudi Bentor yang Bikin Geger Malioboro, Begini Penjelasan Polisi
“Yang paling menarik dari fenomena tersebut adalah kekhasan baju kebaya, hal itu menjadi penanda bahwa mereka (wisatawan, Red) sedang berada di Jogja,” ujar Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Jogjakarta, Edial Rusli.
Ia juga menilai tren ini turut mengangkat derajat fotografer amatir karena teknik yang digunakan tidak terlalu sulit.
“Sekarang fenomena foto berkebaya tidak hanya prewedding saja, tapi juga pasca-wedding dengan mengajak anak-anak,” pungkasnya.