JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melakukan berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idu Adha 1446 H/ 2025 M. Salah satunya dengan memperketat pengawasan dan penjualan hewan kurban.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiarti mengatakan pihaknya saat ini sedang menyelesaikan surat edaran sebagai acuan para pedagang hewan dan petugas di lapangan.
“Pertama kami sedang menyelesaikan surat edaran, yang akan dipakai panduan teman-teman di lapangan dan kita untuk bergerak melakukan pengawasan,” tutur Antiek di Surabaya, Sabtu (16/5).
Salah satu yang perlu digaris bawahi adalah adanya perubahan mekanisme lalu lintas hewan ternak. Tahun ini akan menggunakan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional yang terintegrasi Indonesia (iSIKHNAS).
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Permintaan Hewan Kurban Idul Adha, Baznas Perbanyak Balai Ternak
“Kalau tahun sebelumnya menggunakan aplikasi SSW Alfa (sistem perizinan milik Pemkot Surabaya). Sesuai ketentuan, (tahun ini) kita harus menggunakan aplikasi nasional yaitu iSIKHNAS," imbuhnya.
Segala perizinan lalu lintas ternak kurban dilakukan melalui iSIKHNAS. Di aplikasi tersebut, akan muncul informasi rekomendasi dan izin lalu lintas ternak, termasuk informasi asal dan tujuan pengiriman.
Pengawasan di lapak-lapak penjualan juga akan diintensifkan oleh DKPP Surabaya. Antiek memperkirakan puncak kedatangan hewan kurban di Surabaya terjadi sekitar satu minggu sebelum Hari Raya Iduladha.
"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pasokan hewan kurban di Surabaya mencukupi. Kami akan memantau permohonan izin melalui kelurahan dan kecamatan untuk memastikan pasokan," tukas Antiek.
Berdasarkan data 2024, sebanyak 3.924 sapi dan 11.950 kambing berhasil terjual pada Hari Raya Iduladha. Penjualan hewan kurban terbanyak terjadi di Gunung Anyar, Tenggilis, Jambangan, Pagesangan, dan Gayungan.