JawaPos.com- Angkutan perintis berupa bus DAMRI di Pulau Bawean, Gresik, sementara tidak beroperasi. Dua unit bus yang beroperasi sejak 2021 itu mengalami kerusakan. Selain itu, jumlah penumpang dari masyarakat umum sedikit.
Sejak tahun lalu, memang bus tersebut sepi penumpang. Jika ramai, bus tersebut digunakan untuk carteran. Malahan, sering kali terparkir karena tidak beroperasi lantaran sepinya penumpang.
Saat ini dua armada tersebut dikirim ke Pulau Jawa untuk mendapatkan perbaikan. Sebab, satu unit bus mengalami kerusakan dan satu unit sudah waktunya untuk diservis. ’’Dua unit akhirnya sekarang berada di Gresik untuk servis,’’ ucap Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Taufik.
Kerusakan itu disebabkan armada yang ada tidak bisa melintasi jalur tanjakan di Bawean. Itu pun sudah dikonfirmasikan ke pihak DAMRI. Setelah selesai diperbaiki, armada akan kembali dikirim ke Bawean untuk beroperasi.
Dishub juga sudah mendapat surat dari provinsi terkait dengan armada perintis di Bawean. Karena itu, meski rusak, bus DAMRI itu diharapkan kembali beroperasi lagi.
Taufik menyebutkan, selama ini jumlah penumpang di sana cukup sedikit. Terutama masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Masyarakat masih lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.
Meski demikian, bus DAMRI tersebut sering dimanfaatkan untuk carteran oleh masyarakat. Selain itu, para wisatawan lebih memilih menggunakan DAMRI. ’’Yang paling ramai memang untuk carteran itu,’’ tutupnya.
Perlu diketahui, carteran ke Sangkapura dikenai tarif Rp 250 ribu, ke Tambak Rp 350 ribu, dan keliling Bawean atau seharian Rp 450 ribu. Kemudian, penumpang umum dikenai tarif Rp 10 ribu. Dari Pelabuhan Sangkapura ke Tambak Rp 25 ribu dan untuk pelajar Rp 5 ribu.