← Beranda

2.848 Bangunan Rusak Akibat Gempa Pantai Selatan Jawa Timur

Dhimas GinanjarKamis, 15 April 2021 | 21.48 WIB
KELILING: Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi kantor DPRD Kabupaten Blitar yang mengalami kerusakan akibat gempa 6,1 SR. (Humasprov for Jawa Pos)
JawaPos.com – Tahap pendataan korban dan kerugian akibat gempa di pantai selatan Jatim masih berlangsung. Hingga kemarin, sedikitnya ada 2.848 bangunan yang mengalami kerusakan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi waktu sepekan kepada semua pihak terkait untuk proses validasi. Dengan begitu, semua bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat bisa segera ditindaklanjuti. ”Bantuan itu baru bisa turun setelah ada data yang konkret,’’ kata Khofifah.

Dia kembali menegaskan bahwa pemerintah pusat sudah mengalokasikan bantuan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Baik rusak berat, sedang, dan ringan.

Karena itu, kata Khofifah, pendataan harus segera tuntas. Targetnya pekan depan. Jika klir, nanti daftar penerima bantuan diumumkan di papan pengumuman seluruh balai desa di wilayah terdampak. ”Masyarakat bisa melihat data yang terkumpul. Mereka bisa mengoreksi apabila ada kesalahan data,’’ ucapnya.

Pemerintah pusat melalui BNPB sudah menjanjikan bantuan untuk warga yang rumahnya rusak. Perinciannya, rumah rusak berat mendapat bantuan Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

Renovasi rumah akan melibatkan TNI dan Polri. Jajaran Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim sudah siap mengerahkan personel di lapangan. Mereka membantu proses evakuasi dan renovasi rumah warga.

Sejak awal, orang nomor satu di Jatim tersebut menekankan tiga hal yang harus segera dibenahi. Yakni, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan layanan kesehatan.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, hingga kemarin ada 2.848 bangunan yang mengalami kerusakan. Sebanyak 642 rumah di antaranya rusak berat. Wilayah paling terdampak adalah Kabupaten Malang, Lumajang, dan Blitar.

Pascagempa yang terjadi pada Sabtu (10/4), Khofifah memang berkeliling ke seluruh daerah terdampak gempa berkekuatan 6,1 SR tersebut. Di Malang, ada tiga kecamatan yang didatangi. Yakni, Kecamatan Turen, Dampit, dan Ampelgading.

Baca Juga: Ditelepon Ratusan Kali sebelum Tabungan Ludes Rp 50 Juta karena OTP

Gubernur juga meninjau wilayah terdampak di Lumajang. Dia berkeliling ke sejumlah wilayah paling terdampak. Yakni, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Banyak warga yang tinggal di tenda pengungsian.

Sebagian Warga Minta Bantuan Tunai


RENCANA pemberian bantuan rekonstruksi mendapat atensi dari warga pemilik bangunan yang rusak akibat gempa akhir pekan lalu. Mereka berharap bantuan tersebut bisa segera terdistribusi agar rumah mereka bisa diperbaiki.

Hanya saja, tidak semua warga terdampak yang sepakat dengan skema bantuan rekonstruksi. Sebagian dari mereka ternyata berharap bantuan itu dalam bentuk tunai.

Misalnya, sejumlah warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Sebagian dari mereka meminta bantuan yang diturunkan pemerintah kepada warga yang rumahnya rusak harapannya berupa uang tunai. ”Bantuan bisa dimasukkan ke rekening masing-masing warga seperti pencairan bantuan korona,” kata Paimon, salah seorang warga.

Menurut dia, sekalipun sebetulnya niat pemerintah ingin menyamakan kualitas rumah yang dibangun ulang dengan memberikan sejumlah barang-barang bangunan seragam. ”Tetapi, warga banyak menginginkan rekonstruksi rumah diserahkan ke masing-masing pemilik rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku belum bisa memastikan bantuan rekonstruksi itu berupa uang atau bahan material bangunan. Saat ini, pihaknya masih menunggu validasi.

”Pemkab juga melakukan pemetaan bagi warga yang perlu material dan kami bantu dengan material. Tentu dengan terukur, tidak semua yang diminta kami penuhi, supaya keadilan bisa dirasakan,” pungkasnya

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=kWMau8pWNNQ
EDITOR: Dhimas Ginanjar