← Beranda

Hadapi Musim Hujan, Surabaya Punya 2 Rumah Pompa Baru, Ini Lokasinya!

Dimas Nur ApriantoSabtu, 28 Oktober 2023 | 02.09 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan dua rumah pompa di wilayah Kecamatan Jambangan, Jumat (27/10), bagian dari program penanganan banjir di wilayah Surabaya selatan.

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan rumah pompa Elveka Kebonsari dan rumah pompa Sentra Wisata Kuliner (SWK) Karah, di wilayah Kecamatan Jambangan, Jumat (27/10). Rumah pompa itu merupakan bagian dari program penanganan banjir yang digarap Pemerintah Kota (Pemkot) di wilayah Surabaya selatan. 

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pembangunan rumah pompa baru itu sudah kewajiban dan tugas pemkot dalam menanggulangi banjir. Diharapkan dua rumah pompa itu bisa mengatasi banjir di kawasan Jambangan dan sekitarnya ketika curah hujan tinggi. Sebab, air akan mudah dialirkan menuju ke sungai.

”Rumah pompa itu untuk menarik pembuangan ke sungai yang terdekat, sehingga kita butuh aliran-aliran itu. Karena kalau dia (air) itu mengikuti aliran sungai, tidak dipotong untuk lari ke sungai yang terdekat, dia akan lebih jauh larinya ke sungai,” kata Wali Kota Eri. 

Menurut dia, mengatasi banjir atau genangan di Kota Surabaya, tidak bisa jika hanya mengandalkan gravitasi. Sebab, akan timbul potensi banjir atau genangan karena air yang mengalir melalui saluran akan lebih lama menuju ke sungai.  

”Sehingga kita potong-potong ini (alirannya), untuk mempercepat aliran airnya menuju ke sungai yang terdekat. Insya Allah, dengan dua rumah pompa ini, wilayah Jambangan, Ketintang, dan sekitarnya (banjir) sudah bisa berkurang, harapan saya sudah tidak ada lagi banjir di wilayah ini,” ujar Wali Kota Eri. 

Dua rumah pompa yang digarap Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya itu, masing-masing dibekali dua unit pompa drainase yang memiliki kapasitas total 6 meter kubik per detik. Tak hanya itu, keduanya juga dilengkapi satu unit pompa sludge (penyedot lumpur) dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik. 

Meskipun spesifikasinya sama, rumah pompa itu memiliki tugas layanan yang berbeda. Rumah pompa Elveka Kebonsari, akan melayani wilayah Avour (sistem drainase) Wonorejo, Ketintang Madya, Ketintang Selatan Raya, Saluran Kebonagung, Saluran Ketintang Madya 2, Saluran Ketintang Madya 7, dan Ketintang Permai. 

Sedangkan rumah pompa SWK Karah, akan melayani wilayah Jalan Karah Agung, Jalan Bibis Karah, Jalan Karah, Perumahan Karah Indah 1, Perumahan Karah Indah 2, dan Avour Wonorejo sisi Karah Agung.

”Semoga ini bisa jadi solusi, bagaimana kita bisa atasi banjir di wilayah Ketintang, Jambangan, dan sekitarnya,” ucap Eri. 

Selain mencegah banjir dan genangan menggunakan rumah pompa, sebelum memasuki musim hujan pada akhir tahun, Wali Kota Eri telah mempersiapkan strategi lain. Yakni dengan penandatanganan surat komitmen bersama seluruh RT, RW, LPMK, camat, lurah, serta jajaran kepala PD di lingkungan Pemkot Surabaya.

Di dalam surat komitmen tersebut, tercantum data wilayah perkampungan mana saja yang masih terjadi banjir dan genangan. Setelah data-data tersebut diterima dan dilakukan penandatanganan, dia menyampaikan, pemkot akan membuatkan saluran air yang dibangun menggunakan anggaran dari DSDABM Kota Surabaya dan dana kelurahan (dakel). Setelah saluran air itu dibangun, dipastikan ketika hujan dapat menampung air lebih banyak dan tersalurkan lebih cepat menuju ke aliran sungai yang lebih besar. 

”Semua kegiatan pembuatan saluran di perkampungan itu, harus selesai pada 2023, kalau dikerjakan tahun depan, harus selesai pada Maret 2024,” papar Eri. 

Sementara itu, Ketua RW 4 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Sogiran menyampaikan banyak terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi. Rumah pompa adalah aspirasi warga untuk mencegah banjir.

”Terima kasih Pak Wali Kota, di kepemimpinan panjenengan bisa menyampaikan (aspirasi) melalui Pak Lurah, melalui Pak Camat, semoga banjir di wilayah Kecamatan Jambangan khususnya bebas,” kata Sogiran.

Baca Juga: Jelang Nataru 2023/2024, KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Inspeksi Lintas Mojokerto - Surabaya Gubeng 

Sogiran berharap, rumah pompa yang telah dibangun Pemkot Surabaya dijaga bersama oleh seluruh pengurus RT, RW, dan warga di sekitar Kecamatan Jambangan. Dia juga mengimbau kepada warga untuk saling menjaga dan mengingatkan, jika ada yang membuang sampah di sembarang tempat atau saluran air. 

Saat ini, Kota Surabaya telah memiliki 72 rumah pompa yang difungsikan sebagai sarana penanganan banjir. Pada 2023, DSDABM Kota Surabaya membangun rumah pompa lain di tujuh lokasi. Di antaranya rumah pompa Bukit Barisan, rumah pompa Aquatic, rumah pompa Kebraon, rumah pompa Bulak, rumah pompa MERR, rumah pompa Gersikan, dan rumah pompa Undaan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah