JawaPos.com - Jorge Martin resmi membalap di Aprilia Racing pada MotoGP 2025. Kepindahannya pun dikaitkan dengan perjalanan karier legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Dalam dua tahun terakhir, Jorge Martin terlibat sebagai penantang gelar di MotoGP. Hanya menjadi runner-up 2023, dan sukses menyabet juara pada 2024.
Kesuksesan pembalap Spanyol itu menjadi juara pun menyamai pencapaian Valentino Rossi. Keduanya sama-sama pernah menjadi juara di kelas premier bersama tim satelit.
Dan saat ini, Martin yang meninggalkan Pramac Racing ke Aprilia Racing usai menjadi juara juga punya hubungan dengan rekam jejak Rossi. Kenapa bisa begitu?
Saat berseragam Repsol Honda pada 2003, Rossi begitu dominan. The Doctor bahkan keluar sebagai juaranya.
Kombinasi antara Rossi dan Honda pada saat itu memang susah terkalahkan. Total satu gelar 500cc dan dua gelar MotoGP mereka raih.
Kesuksesan Rossi tersebut membuatnya terkenda cibiran dari mana pun. Kata-kata yang paling menyakitkan kakak Luca Marini itu ketika dikatakan tidak akan bisa kompetitif tanpa bantuan Honda.
Hal itu membuat Rossi geram. Dia pun kemudian menerima pinangan Yamaha untuk berkompetisi pada MotoGP 2004.
Dan benar saja, Rossi membuktikan kapasitasnya. Dia tetap kompetitif dengan berhasil mengumpulkan empat gelar MotoGP bersama Yamaha.
Lalu bagaimana dengan Martin? Pembalap berjuluk Martinator itu setelah menjadi jawara juga memutuskan pindah pabrikan.
Bedanya bagi Martin kali ini adalah dia mendapat kesempatan tampil bersama tim pabrikan setelah bertahun-tahun lalu menjadi bagian tim satelit, Pramac Racing.
Akankah Martin mampu mengikuti jejak Rossi untuk membuktikan kualitasnya?
Kepala Tim Trackhouse, Davide Brivio, memberikan komentarnya tentang kemampuan Martin mencapai kesuksesan seperti Rossi pada masa lalu.
“Jika kamu berpikir begitu, ada semacam persamaan. Sebab saat itu, Valentino meninggalkan Honda ketika dia mendominasi MotoGP, sekarang Jorge pergi dari Ducati usai memenangkan MotoGP. Jadi, siapa yang tahu?” ucap Davide Brivio, dikutip Crash.
Mampukah Martin memenangkan balapan di Thailand ketika debut bersama Aprilia? Brivio menjawab santai.
“Tentu saja sulit. Tapi mengapa tidak bisa juga?” tutur mantan Manajer Yamaha dan Suzuki itu.
Brivio menambahkan dengan menyinggung line-up dari Ducati Corse dengan komposisi dua pembalap juara MotoGP, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
“Ducati memiliki Francesco Bagnaia dan Marc Marquez, jadi tentu saja mereka akan susah untuk dikalahkan,” kata Brivio.
“Memasuki tahun 2025, tampaknya ada keseimbangan antara pabrikan. Para pembalap top lebih menyebar dan ini bagus untuk pertunjukkan,” ungkapnya lagi.