JawaPos.com – Sekitar ratusan ribu tahun yang lalu, bumi diisi oleh berbagai macam hewan dengan ukuran raksasa terutama mamalia.
Salah satu mamalia raksasa yang terkenal yakni mammoth. Selain itu terdapat juga berbagai macam lainnya seperti doedicurus, brontotherium, megaloceros dan masih banyak lagi.
Namun, di masa ini fauna – fauna tersebut sudah tidak dapat ditemukan. Hal tersisa yakni sejumlah fosil tulang yang ditemukan oleh sejumlah peneliti di berbagai tempat.
Baca Juga: Mamalia Langka Ekidna Ditemukan Kembali di Papua Setelah Sempat Dinyatakan Punah
Artinya, berbagai makhluk purba tersebut telah punah dari bumi ini. Setidaknya terdapat beberapa faktor penyebab punahnya mamalia besar zaman purba tersebut.
Dilansir dari ScienceDaily Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperdebatkan apa yang melatarbelakangi kepunahan atau penurunan drastis mamalia besar selama 50.000 tahun terakhir.
sebagian ilmuwan yang percaya bahwa perubahan iklim yang cepat dan parah adalah penyebab utamanya. Misalnya, mammoth berbulu punah karena sebagian besar padang rumput mammoth yang dingin menghilang.
Baca Juga: Mamalia Langka David Attenborough Ditemukan Kembali di Papua Setelah Dinyatakan Punah
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Jens-Christian Svenning, seorang profesor dan kepala Pusat Dinamika Ekologis dalam Biosfer Novel (ECONOVO) Yayasan Penelitian Nasional Denmark di Universitas Aarhus.
“Selama 800.000 tahun terakhir, dunia mengalami fluktuasi antara zaman es dan periode interglasial setiap 100.000 tahun. Jika iklim adalah penyebabnya, kita akan melihat fluktuasi yang lebih besar ketika iklim berubah sebelum 50.000 tahun yang lalu. Namun hal ini tidak terjadi. Manusia oleh karena itu merupakan penjelasan yang paling mungkin."
Akan tetapi, Svenig tidak percaya sepenuhnya bahwa punahnya mamalia raksasa hanya dikarenakan perubahan iklim yang signifikan ini.
Baca Juga: Flu Burung Mulai Tulari Mamalia, Ahli Khawatir Bisa Lompat ke Manusia
“Tampaknya tidak masuk akal bahwa ada kemungkinan untuk menghasilkan model iklim yang dapat menjelaskan bagaimana, di semua benua dan kelompok hewan besar, telah terjadi kepunahan dan penurunan populasi secara terus-menerus sejak sekitar 50.000 tahun yang lalu. Dan betapa uniknya hilangnya megafauna secara selektif ini selama 66 juta tahun terakhir, meskipun terjadi perubahan iklim yang besar,” katanya
Di sisi lain, terdapat juga kelompok yang percaya bahwa manusia modern (Homo sapiens) adalah penyebabnya.
Hal ini karena nenek moyang kita memburu hewan-hewan tersebut sedemikian rupa sehingga mereka punah atau punah.
Sebuah studi menyatakan, bahwa kepunahan hewan besar secara selektif dan kuat dalam ruang dan waktu kira-kira sama dengan penyebaran manusia modern di seluruh dunia.
Hal ini didasarkan pada beberapa bukti terpenting dalam perdebatan tersebut adalah fosil dari 50.000 tahun terakhir.
Baca Juga: 11 Bangkai Hiu tanpa Sirip Bisa Saja Mamalia yang tak Dilindungi
Selain itu, menurut ScienceDaily juga, sekitar 100.000 tahun yang lalu, manusia modern pertama bermigrasi keluar Afrika dalam jumlah besar.
Mereka unggul dalam beradaptasi dengan habitat baru, dan mereka menetap di hampir semua jenis lanskap -- mulai dari gurun, hutan, hingga taiga es di ujung utara.
Salah satu keunggulan manusia ini adalah perburuan hewan besar. Dengan teknik berburu yang cerdik dan senjata yang dibuat khusus, mereka menyempurnakan seni membunuh mamalia paling berbahaya sekalipun.