JawaPos.com – Nama Hartono Bersaudara, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, tentu tidak asing lagi dalam dunia bisnis Indonesia, terutama dalam industri rokok dan perbankan.
Kekayaan mereka yang besar tidak hanya berasal dari satu sektor bisnis, tetapi dari berbagai bidang yang mereka tekuni dengan penuh komitmen dan visi yang kuat.
Hartono bersaudara merupakan pemilik salah satu rokok favorit di Indonesia, yakni Djarum. Awalnya Djarum hanya sebagai perusahaan kecil di Kudus, Jawa Tengah, namun kini telah menjadi salah satu merek rokok terbesar di Indonesia.
Melalui kualitas produk yang konsisten dan inovasi yang terus dilakukan, Djarum tetap menjadi pilihan utama bagi para pecinta kretek di Tanah Air.
Tak hanya mengukir namanya dalam industri rokok, Hartono bersaudara juga terlibat dalam sektor perbankan.
Melalui investasi di Bank Central Asia (BCA), mereka berhasil memperoleh saham yang signifikan dalam bank tersebut.
Kapitalisasi pasar BCA yang mencapai triliunan rupiah menjadi salah satu sumber kekayaan utama mereka.
Baca Juga: Kisah Hartono Bersaudara, dari Rokok hingga Jadi Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya di Italia
Kesuksesan di bidang rokok dan perbankan, tak membuat mereka puas. Pada tahun 2019 silam, Hartono bersaudara resmi mengakuisisi salah satu tim sepak bola yang kini berlaga di kasta kedua Serie A, Como 1907.
Mereka membeli Como 1907 dengan harga 850 ribu Euro atau sekitar 5 miliar, sekaligus melunasi utang klub senilai 150 ribu Euro ketika mengakuisisinya.
Kondisi keuangan klub yang tak sehat membuat harga jual klub tidak terlalu mahal. Djarum Group, melalui SENT Entertainment LTD mengakuisisi mayoritas saham Como 1973.
Dilansir dari Laprovincia di Como, SENT Entertainment LTD merupakan perusahaan berbasis di London yang disokong penuh oleh Robert Budi Hartono dan Robert Wijaya Suwanto. Como 1907 dibeli dalam keadaan kolaps. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan banyak pihak.
“Kita beli enggak sampai Rp 5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian,” kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV, salah satu usaha milik Djarum, kepada media Oktober 2019 silam.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Indonesia, Hartono Bersaudara Belum Terkalahkan
TOTALITAS UNTUK COMO 1907
Setelah mengakuisisi klub yang kini dilatih Cesc Fabregas, Djarum Group berencana akan melakukan pengembangan sepak bola untuk usia muda melalui Garuda Select.
Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan usia muda hasil kolaborasi PSSI dengan Grup Djarum. Anak-anak yang terpilih dalam program dikirim berlatih langsung di Inggris.
“Tujuannya ini untuk rumah pelatihan Tim Garuda Select. Garuda Select enggak punya rumah di Inggris, sekarang mereka punya,” ujar Mirwan kepada media.
Totalitas Hartono Bersaudara dalam mengurus Como 1907 membuat para pendukung jatuh hati pada mereka. Bahkan, kini klub tersebut berpeluang untuk promosi ke kasta tertinggi Liga Italia, bersaing dengan klub Jay Idzes, Venezia.
Baca Juga: Punya Harta Rp 519,4 T, Hartono Bersaudara Tetap Terkaya
Dalam berbagai kesempatan, beberapa pendukung Como 1907 membentangkan spanduk atau banner yang berisi dukungan kepada Hartono Bersaudara.
Kesuksesan mereka saat merambah dunia sepak bola, membuat bisnis dari Hartono bersaudara berkembang dengan begitu pesat.
Dilansir majalah Forbes tahun 2022, Hartono bersaudara menjadi pemilik klub Italia paling kaya, dengan total kekayaan mencapai USD 45 miliar, unggul jauh dari nama-nama beken macam Silvio Berlusconi atau Paul Singer.
***