← Beranda
Tarik Keluar Milos Raickovic! Bernardo Tavares Bongkar Alasan Perubahan Taktik Persebaya Surabaya Lawan Persib Bandung
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 3 Maret 2026 | 16.21 WIB
Perjuangan skuad Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

JawaPos.com — Keputusan mengejutkan diambil pelatih Persebaya Surabaya saat laga panas kontra Persib Bandung di Gelora Bung Tomo, Senin malam (2/3/2026). Bernardo Tavares menarik keluar Milos Raickovic di jeda pertandingan dan langsung mengubah skema permainan Green Force.

Langkah itu sempat memantik tanda tanya publik, mengingat Milos tampil cukup rapi sepanjang 45 menit pertama. Namun, Tavares punya alasan kuat di balik keputusan taktis tersebut.

Persebaya Surabaya memang harus puas berbagi angka usai bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.

Sempat tertinggal, Green Force menunjukkan mental kuat hingga mampu menyamakan skor di babak kedua.

Tavares tak menutup fakta timnya sebenarnya memburu kemenangan di kandang sendiri. Namun ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang tak menyerah hingga peluit akhir berbunyi.

"Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Senin malam.

Pelatih asal Portugal itu menilai pertandingan berjalan terbuka dengan peluang yang silih berganti. Kedua tim sama-sama menciptakan kesempatan berbahaya yang membuat laga berlangsung intens sejak awal.

Menurutnya, skor imbang menjadi cerminan jalannya pertandingan yang ketat. Tak ada tim yang benar-benar dominan sepanjang 90 menit.

Sorotan kemudian mengarah pada keputusan menarik Milos Raickovic yang baru bermain 46 menit. Padahal secara statistik, gelandang tersebut tampil nyaris tanpa cela di babak pertama.

Milos mencatatkan 10 umpan dan semuanya sukses dengan akurasi 100 persen. Ia juga membukukan tiga intersep, dua pelanggaran, serta satu umpan kepala dalam 46 menit bermain.

Dari catatan itu, tak sedikit yang menilai Milos tampil efektif dalam mengatur ritme permainan. Namun Tavares melihat aspek lain yang tak tertangkap sekadar angka statistik.

Ia menjelaskan pergantian dilakukan setelah Milos melakukan pelanggaran berbahaya di dekat kotak penalti pada akhir babak pertama. Situasi itu dinilai berisiko, apalagi Persib memiliki eksekutor bola mati yang berbahaya.

Tavares juga menyoroti kondisi fisik sang pemain yang mulai menurun akibat padatnya jadwal pertandingan. Faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama agar tim tak kehilangan keseimbangan di babak kedua.

Keputusan pun diambil dengan memasukkan Gustavo Fernandes dan mendorong Risto Mitrevski lebih ke depan. Skema itu dirancang untuk meredam ancaman udara dari lini serang Persib.

"Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib," ucapnya.

Analisis tersebut bukan tanpa dasar. Tavares mengaku sudah mempelajari laga-laga sebelumnya dari Persib yang kerap mencetak gol lewat umpan silang.

Keunggulan postur penyerang lawan menjadi perhatian khusus tim pelatih. Persebaya Surabaya tak ingin kecolongan melalui skema bola atas yang selama ini jadi senjata andalan Maung Bandung.

Perubahan taktik itu terbukti membuat lini belakang Persebaya Surabaya lebih solid dalam duel udara. Gustavo Fernandes memberi tambahan kekuatan fisik, sementara Risto lebih leluasa membantu transisi serangan.

Meski demikian, laga tetap berjalan sengit hingga menit akhir. Persib tak berhenti menekan, sementara Persebaya Surabaya terus mencari celah untuk membalikkan keadaan.

Mentalitas pemain pun kembali mendapat pujian dari Tavares. Ia melihat karakter timnya semakin teruji saat menghadapi tekanan.

Bermain melawan juara bertahan jelas bukan perkara mudah. Namun Persebaya Surabaya mampu menunjukkan determinasi tinggi di hadapan pendukung sendiri.

Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya tetap bersaing di papan atas klasemen sementara. Persaingan menuju zona terbaik Super League musim ini kian memanas.

Bagi Tavares, setiap pertandingan kini ibarat final. Evaluasi detail, termasuk keputusan mengganti pemain seperti Milos Raickovic, menjadi bagian penting dalam perjalanan tim.

Ia menegaskan setiap langkah diambil berdasarkan analisis dan kebutuhan tim di lapangan. Bukan semata soal performa individu, melainkan keseimbangan kolektif.

Publik mungkin melihat angka 100 persen akurasi umpan sebagai indikator sempurna. Namun sepak bola tak hanya berbicara data, melainkan juga momentum, risiko, dan pembacaan situasi.

Laga kontra Persib kembali menunjukkan bagaimana dinamika taktik bisa berubah dalam hitungan menit. Keputusan berani kadang menjadi pembeda antara bertahan atau tenggelam.

Kini Persebaya Surabaya bersiap menatap laga berikutnya dengan pelajaran berharga dari duel tersebut. Konsistensi dan ketahanan fisik akan menjadi kunci dalam jadwal yang semakin padat.

Perubahan taktik yang dilakukan Tavares pun jadi bukti keberanian membaca permainan secara cepat. Di tengah tekanan besar, ia memilih langkah preventif demi menjaga asa tim.

Bagi Bonek, hasil imbang ini mungkin terasa kurang memuaskan. Namun dari sisi perjuangan dan strategi, Persebaya Surabaya menunjukkan fondasi yang makin matang.

Pertanyaannya kini, apakah keputusan berani seperti menarik Milos Raickovic akan kembali jadi senjata rahasia di laga-laga krusial berikutnya? Waktu yang akan menjawab.

Sementara itu Persebaya Surabaya terus berbenah memburu kemenangan.

EDITOR: Edi Yulianto