JawaPos.com - Nottingham Forest tampil luar biasa dengan meraih kemenangan telak 3-0 atas Fenerbahce pada leg pertama playoff babak penyisihan Liga Europa di Ulker Stadyumu, Istanbul, pada Jumat (20/2).
Sejak menit awal, Nottingham Forest mengambil inisiatif serangan lebih dulu dan berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya. Gol pertama akhirnya tercipta pada menit ke-21 dari bek asal Brasil, Murillo. Pemain berusia 23 tahun itu mencetak gol pembuka lewat tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang. Gol itu membuat Nottingham Forest unggul 1-0.
Dilansir dari ESPN, Fenerbahce mencoba merespons dengan meningkatkan tekanan, tetapi pertahanan Nottingham Forest masih sulit ditembus. Sementara itu, pertahanan Fenerbahce yang kurang solid membuat tim tamu berhasil menggandakan keunggulan dengan mudah pada menit ke-43 lewat Igor Jesus.
Baca Juga: Kontrak Diperpanjang Hingga 2031, Bukayo Saka Blak-Blakan Ungkap Harapannya Bareng Arsenal
Penyerang asal Brasil itu mencetak gol lewat sundulan jarak dekat setelah menerima umpan sundulan dari Morgan Gibbs-White dalam situasi sepak pojok. Gol itu membuat Nottingham Forest menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, Nottingham Forest langsung memperbesar keunggulan hanya lima menit setelah kickoff. Pada menit ke-50, Morgan Gibbs-White mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Igor Jesus. Gelandang berusia 26 tahun itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang tidak mampu dihentikan kiper Fenerbahce Ederson.
Setelah unggul tiga gol, Nottingham Forest lebih fokus menjaga pertahanan dan mengontrol tempo permainan. Fenerbahce sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang melalui Marco Asensio dan Talisca, tetapi belum berhasil membuahkan gol untuk mengejar ketertinggalan.
Fenerbahce sebagai tuan rumah pun harus merelakan laga kandang mereka menjadi panggung pertunjukkan Nottingham Forest. Pasalnya, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap tidak berubah.
Dilansir dari wawancara bersama TNT Sports usai pertandingan, pelatih anyar Nottingham Forest Vitor Pereira memuji kualitas yang dimiliki para pemainnya.
“Kualitas para pemain adalah hal yang paling saya sukai. Saya meminta mereka untuk mengekspresikan diri di lapangan dan mereka melakukannya,” ujar Pereira.
Pereira juga menekankan pentingnya menjaga performa di tengah jadwal yang padat dan tetap fokus menghadapi leg kedua pada Jumat (27/2).
“Kami sebenarnya punya peluang untuk mencetak dua gol lagi. Ini adalah hasil yang sangat bagus. Tapi ini baru babak pertama, kami harus tetap konsisten karena jadwal sangat padat dan sulit. Semua orang harus siap membantu tim, itulah yang saya minta dari mereka,” kata Pereira.
Pereira juga menilai timnya memang pantas meraih kemenangan di kandang Fenerbahce setelah tampil solid sepanjang pertandingan.
“Ini merupakan pertandingan yang konsisten dari kami. Kami pantas mendapatkan hasil ini,” kata Pereira.
Vitor Pereira juga menekankan bahwa kunci kemenangan timnya ialah para pemain yang mampu mencapai performa terbaik ketika mereka menikmati permainan di lapangan.
“Saya menyadari sejak datang bahwa para pemain memiliki banyak kualitas. Mereka membutuhkan hasil, tetapi juga harus menikmati permainan. Jika mereka menikmati cara bermain mereka, mereka bisa mencapai level tinggi. Mereka hanya membutuhkan organisasi dan kepercayaan diri,” kata Pereira.
Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Vitor Pereira sejak menjabat sebagai pelatih kepala Nottingham Forest secara resmi pada 15 Februari 2026 menggantikan Sean Dyche.
Sementara itu, pelatih Fenerbahce Domenico Tedesco mengakui timnya pantas menelan kekalahan setelah gagal menunjukkan performa yang maksimal sepanjang pertandingan. Dilansir dari situs resmi Fenerbahce, Tedesco menilai timnya kalah secara kualitas permainan maupun duel fisik melawan Nottingham Forest.
“Kami pantas menerima kekalahan hari ini. Babak pertama bisa saja berakhir 4-0 atau 5-0. Kami harus jujur, karena kami tidak mampu menciptakan peluang yang jelas. Kami hanya memiliki satu peluang dari sepak pojok, selain itu tidak ada apa-apa di babak pertama,” kata Tedesco.
“Untuk pertandingan dan level seperti ini, performa yang kami tampilkan sangat kurang. Benar-benar ada perbedaan besar dalam hal fisik. Terutama kami tidak bisa memenangkan duel satu lawan satu dan bola kedua,” tambah sang pelatih.
Tedesco juga menjelaskan bahwa keputusan susunan pemain didasarkan pada keyakinan awal tim, tetapi pelatih baru membuat timnya kesulitan membaca permainan.
“Ketika Anda menentukan susunan pemain inti, ada alasan di baliknya. Kami percaya susunan pemain ini dapat menyulitkan lawan. Namun, kami tidak tahu apa yang akan kami hadapi, karena mereka mengganti pelatih,” kata Tedesco.
Domenico Tedesco juga mengungkapkan gol cepat lawan membuat situasi semakin sulit karena membuat timnya kehilangan kepercayaan diri.
“Kami mengalami kesulitan dalam 10-15 menit pertama. Ketika Anda tertinggal 1-0, segalanya menjadi lebih sulit, karena lawan mendapatkan kepercayaan diri dan Anda kehilangannya. Itulah bagian paling menarik dari sepak bola. Anda harus membuat keputusan sebelum pertandingan, bukan setelahnya,” ujar Tedesco.