← Beranda
Milos Raickovic Bapuk! Disorot Bonek karena Lini Tengah Persebaya Surabaya Amburadul Diobok-obok Bhayangkara FC!
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 Februari 2026 | 04.49 WIB
Penampilan buruk Milos Raickovic jadi sorotan usai Persebaya kalah dari Bhayangkara FC. (Persebaya)

JawaPos.com — Milos Raickovic disorot Bonek karena lini tengah Persebaya Surabaya diobok-obok Bhayangkara FC menjadi topik panas usai kekalahan Persebaya Surabaya dari Bhayangkara FC. Gelandang asal Montenegro itu dinilai tampil di bawah ekspektasi saat timnya kalah 1-2 di pekan 21 Super League 2025/2026.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), Persebaya Surabaya harus mengakhiri catatan 13 laga tanpa kekalahan. Dua gol tim tamu lahir di babak pertama melalui Moussa Sidibe menit ke-8 dan Privat Mbarga menit ke-25.

Sorotan tajam langsung mengarah ke Milos Raickovic yang dipercaya mengatur ritme permainan di lini tengah. Sejumlah kesalahan elementer dinilai berkontribusi terhadap dua gol cepat Bhayangkara FC.

Di media sosial, reaksi Bonek pun bermunculan dengan nada kecewa. Mereka tak segan melontarkan kritik pedas atas performa sang gelandang.

“Milos out,” ujar salah satu Bonek. Komentar singkat itu mencerminkan kekecewaan yang memuncak setelah kekalahan di kandang sendiri.

“Milos g enak blass,” tulis Bonek lainnya. Ungkapan khas Surabaya itu menggambarkan permainan Milos yang dianggap tidak nyaman ditonton.

“Milos gaiso ngumpan ta lek ng ngarep?,” sambung komentar lain yang mempertanyakan kualitas umpannya ke depan. Kritik itu menyoroti distribusi bola yang dinilai kurang efektif sepanjang laga.

“Istighfar ndelok miloss,” timpal Bonek lainnya. Kalimat tersebut menjadi simbol frustrasi suporter melihat performa lini tengah Persebaya Surabaya.

Secara statistik, Milos Raickovic memang bermain penuh selama 90 menit dalam laga tersebut. Ia mencatatkan lima total attempts sepanjang pertandingan.

Dari lima percobaan itu, hanya satu yang tepat sasaran. Akurasi tembakannya berada di angka 20 persen, angka yang belum cukup memberi ancaman berarti bagi lawan.

Dalam aspek distribusi bola, Milos membukukan 20 umpan dengan 14 di antaranya sukses. Akurasi umpannya berada di angka 70 persen.

Angka tersebut terlihat lumayan di atas kertas, namun belum mencerminkan efektivitas di lapangan. Terlebih, hanya satu umpan terobosan yang berhasil ia lepaskan sepanjang laga.

Kontribusi duel udara juga minim dengan dua umpan kepala. Di sektor dribel, ia mencatat dua kali percobaan.

Masalah utama terlihat pada momentum babak pertama saat Persebaya Surabaya tertinggal cepat. Transisi bertahan ke menyerang kerap terhenti di kaki Milos.

Dari sisi pertahanan, ia mencatat empat intersep dan satu sapuan. Catatan itu menunjukkan ada usaha membantu lini belakang.

Namun, pemulihan bola hanya sekali sepanjang pertandingan. Di posisi sentral, angka tersebut dinilai kurang maksimal untuk mengontrol tempo.

Ia juga tercatat melakukan dua pelanggaran dan dilanggar dua kali. Intensitas duel memang ada, tetapi pengaruhnya ke permainan belum signifikan.

Gol cepat Moussa Sidibe pada menit ke-8 membuat Persebaya Surabaya harus bermain lebih terbuka. Situasi itu menuntut lini tengah bekerja lebih disiplin.

Alih-alih stabil, Persebaya Surabaya kembali kebobolan pada menit ke-25 lewat Privat Mbarga. Dua gol di babak pertama menjadi pukulan telak bagi mental tim.

Peran gelandang sentral seperti Milos sangat krusial dalam meredam tekanan awal. Ketika distribusi bola kurang rapi, celah langsung dimanfaatkan lawan.

Bonek pun melihat pertandingan tersebut sebagai alarm keras. Lini tengah yang selama ini relatif stabil mendadak kehilangan keseimbangan.

Catatan 70 persen akurasi umpan sebenarnya tidak buruk secara angka. Namun konteks permainan membuat angka itu terasa hambar.

Sebagian besar umpan dinilai terlalu aman dan kurang progresif. Kreativitas yang diharapkan dari seorang playmaker belum terlihat optimal.

Lima tembakan yang dilepaskan juga belum memberi dampak signifikan. Satu tembakan tepat sasaran belum cukup mengubah jalannya laga.

Tekanan publik kini tertuju pada bagaimana evaluasi internal dilakukan. Peran pelatih kepala menjadi krusial dalam merespons situasi ini.

Menarik menantikan evaluasi yang akan dilakukan oleh Bernardo Tavares. Keputusan taktik dan komposisi pemain bakal jadi perbincangan hangat jelang laga berikutnya.

Persebaya Surabaya masih memiliki waktu untuk berbenah sebelum pertandingan selanjutnya. Konsistensi yang sempat terjaga selama 13 laga tak boleh hilang begitu saja.

Statistik Milos Raickovic kini menjadi bahan diskusi publik Surabaya. Performa di lini tengah bakal terus dipantau, apakah ia mampu bangkit atau justru makin tertekan oleh ekspektasi tinggi Bonek.

EDITOR: Banu Adikara