← Beranda

Susul Persib Bandung! Persebaya Surabaya Masuk Lima Besar Tim Paling Subur di Era Bernardo Tavares

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 12 Februari 2026 | 19.17 WIB
Skuad Persebaya Surabaya masuk lima tim paling subur di Super League 2025/2026. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya menyusul Persib Bandung dan masuk lima besar tim paling subur di era Bernardo Tavares dan langsung mencuri perhatian publik Super League 2025/2026. Green Force kini sejajar dengan tim-tim papan atas dalam urusan produktivitas gol hingga pekan ke-20.

Lonjakan performa itu terasa sejak Bernardo Tavares menangani tim pada awal Januari lalu. Dalam empat pertandingan awalnya, Persebaya Surabaya meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Rangkaian hasil tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen. Perubahan tampak jelas dari cara bermain, pola pikir, hingga mentalitas bertanding para pemain di lapangan.

Baca Juga: Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona! Laga Sulit Hansi Flick di Semifinal Copa del Rey

Permainan Persebaya Surabaya terlihat lebih berani dan efektif saat menyerang. Transisi berjalan lebih rapi dan para pemain menunjukkan determinasi tinggi sepanjang laga.

Meski tren positif terus menguat, Tavares menolak disebut sebagai sosok yang membawa keajaiban instan. Dia menegaskan keberhasilan tim lahir dari kerja keras para pemain sendiri.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya.

“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.

Ucapan itu bukan sekadar merendah. Kondisi tim memang jauh dari kata ideal dalam beberapa pertandingan terakhir. Sejumlah pemain harus bertanding dalam kondisi kurang fit akibat cedera dan penyakit. Situasi tersebut memaksa pelatih melakukan berbagai penyesuaian taktis.

Beberapa pemain bahkan tampil di posisi yang tidak biasa demi menjaga keseimbangan tim. Tantangan itu justru membentuk karakter baru dalam skuad Green Force.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjutnya.

Semangat kolektif itu menjadi fondasi penting dalam kebangkitan Persebaya Surabaya. Tavares menilai sikap dan usaha maksimal pemain sebagai kunci utama kebangkitan tim. Saat mentalitas positif muncul, hasil baik pun lebih mudah diraih.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Baca Juga: Gembos! Cedera Malik Risaldi dan Mihailo Perovic Ancam Performa Persebaya Surabaya Lawan Bhayangkara FC

Pernyataan itu tercermin jelas dalam performa Persebaya Surabaya belakangan ini.

Salah satu indikator paling konkret terlihat dari produktivitas gol. Persebaya Surabaya kini menembus lima besar tim dengan koleksi gol terbanyak di Super League 2025/2026 hingga pekan ke-20.

Dari 20 pertandingan yang sudah dijalani, Persebaya Surabaya mengoleksi 31 gol. Rata-rata gol mereka mencapai 1,55 per pertandingan.

Catatan tersebut membuat Persebaya Surabaya sejajar dengan Persib Bandung yang juga mengoleksi 31 gol dari 20 laga. Keduanya berbagi posisi dengan produktivitas yang identik.

Di atas Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, terdapat Malut United FC yang memimpin daftar dengan 38 gol dari 20 pertandingan. Rata-rata gol Malut United mencapai 1,9 per laga.

Posisi kedua ditempati Borneo FC Samarinda dengan 36 gol dari 20 pertandingan. Persija Jakarta menyusul di posisi ketiga dengan jumlah gol sama, yakni 36.

Masuknya Persebaya Surabaya ke dalam daftar lima besar raja gol menjadi sinyal kebangkitan serius. Produktivitas itu terasa kontras jika melihat kondisi tim yang sempat diganggu badai cedera.

Keberhasilan menembus lima besar tim paling subur tidak datang dalam ruang hampa. Ada kerja kolektif, disiplin taktik, serta semangat juang yang terus dijaga di setiap pertandingan.

Persebaya Surabaya tidak hanya mengandalkan satu atau dua nama di lini depan. Pergerakan tanpa bola, dukungan lini tengah, hingga keberanian bek membantu serangan ikut berkontribusi pada lahirnya gol.

Era Bernardo Tavares menghadirkan identitas permainan yang lebih terstruktur. Serangan dibangun dengan kesabaran, namun tetap memiliki urgensi saat memasuki sepertiga akhir.

Perubahan cara berpikir juga menjadi sorotan. Para pemain tampak lebih percaya diri saat menghadapi tekanan dan tidak mudah panik ketika tertinggal atau ditekan lawan.

Mentalitas tersebut terlihat dalam beberapa laga terakhir saat tim mampu menjaga intensitas hingga menit akhir. Konsistensi ini membuat Persebaya Surabaya semakin diperhitungkan dalam persaingan papan atas.

Dengan koleksi 31 gol, Persebaya Surabaya menunjukkan daya ledak yang kompetitif di Super League 2025/2026. Angka itu menjadi bukti nyata peningkatan performa sejak pergantian pelatih.

Publik Surabaya tentu berharap tren positif terus berlanjut. Dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi Green Force dalam menatap sisa musim.

Perjalanan masih panjang dan tantangan akan semakin berat di pekan-pekan berikutnya. Namun, fondasi sudah diletakkan melalui kerja keras dan attitude yang terus ditekankan Tavares.

Masuk lima besar tim paling subur menjadi modal penting untuk menjaga momentum. Jika konsistensi terjaga, bukan tak mungkin Persebaya Surabaya melampaui catatan saat ini dan menyalip tim-tim di atasnya.

Kini, sorotan tertuju pada kiprah Persebaya Surabaya di sisa laga Super League 2025/2026. Era Bernardo Tavares baru dimulai, dan Green Force sudah memberi sinyal kuat ingin berbicara lebih banyak musim ini.

 

EDITOR: Hendra