← Beranda

Bernardo Tavares Tak Pernah Menang Lawan Paul Munster! Ujian Berat Persebaya Surabaya Hadapi Bhayangkara FC

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 11 Februari 2026 | 18.47 WIB
Bernardo Tavares siap ladeni permainan Paul Munster di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC. (Dok. BFC)

JawaPos.com - Bernardo Tavares kembali dihadapkan pada ujian personal yang tidak sederhana saat Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC di pekan ke-21 Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), itu sarat cerita lama karena Tavares tak pernah menang saat beradu taktik dengan Paul Munster.

Rekor pertemuan masa lalu menjadi catatan penting jelang duel ini, terutama bagi Bernardo Tavares yang kini menukangi Persebaya Surabaya. Dari empat pertemuan sebelumnya, pelatih asal Portugal itu mencatat tiga hasil imbang dan satu kekalahan saat menghadapi tim asuhan Paul Munster.

Seluruh pertemuan tersebut terjadi ketika Bernardo Tavares masih menjadi pelatih PSM Makassar. Dalam periode itu, ia selalu gagal membawa timnya menang meski menghadapi Munster dalam situasi kandang maupun tandang.

Baca Juga: Resmi! Ahmad Mujtaba Ilham Akbar Naik Kelas, Era Bernardo Tavares Mulai Lahirkan Full Back Masa Depan Persebaya Surabaya

Pertemuan pertama terjadi pada 28 Februari 2024 di pekan ke-26 musim 2023/2024 saat PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya. Laga berakhir tanpa gol, memperlihatkan duel ketat dua pelatih dengan filosofi bermain yang sama-sama disiplin.

Hasil imbang kembali tercipta pada 23 Oktober 2024 di pekan ke-9 musim 2024/2025 ketika Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar. Skor 1-1 kala itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan Bernardo Tavares atas Paul Munster.

Kesempatan emas sebenarnya hadir pada 7 Maret 2025 di pekan ke-26 musim 2024/2025 saat PSM Makassar bermain di kandang. Namun, PSM justru kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya yang kala itu ditangani Paul Munster.

Pertemuan terakhir terjadi pada 16 Agustus 2025 di pekan ke-2 musim 2025/2026 saat Bhayangkara FC menghadapi PSM Makassar. Laga kembali berakhir imbang 1-1, sekaligus menegaskan dominasi tak langsung Paul Munster atas Bernardo Tavares.

Kini, situasinya sedikit berbeda karena Bernardo Tavares berada di kubu Persebaya Surabaya, sementara Paul Munster menukangi Bhayangkara FC.

Meski demikian, rekor masa lalu tetap menjadi bayang-bayang yang tidak bisa diabaikan.

Duel ini juga menjadi ujian konsistensi bagi Persebaya Surabaya yang tengah berada dalam tren positif sejak dilatih Bernardo Tavares. Perubahan mulai terasa tidak hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga dari cara bermain dan mentalitas tim.

Sejak resmi menangani Persebaya Surabaya pada awal Januari lalu, Bernardo Tavares sudah memimpin tim dalam empat pertandingan. Hasilnya cukup meyakinkan dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Catatan itu menunjukkan adaptasi cepat Tavares bersama Green Force meski situasi tim belum sepenuhnya ideal. Persebaya Surabaya masih harus berjuang di tengah badai cedera dan kondisi fisik pemain yang tidak sepenuhnya prima.

Baca Juga: Berdarah-darah! Cerita Francisco Rivera di Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Atas Bali United

Bernardo Tavares menegaskan tren positif tersebut bukan hasil instan atau sentuhan magis seorang pelatih. Ia menilai kerja keras pemain menjadi faktor utama di balik performa menanjak Persebaya Surabaya.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya. Pernyataan itu menggambarkan pendekatan Tavares yang lebih menekankan peran pemain di lapangan.

Ia juga menyoroti sikap dan semangat juang tim yang menurutnya sangat menentukan hasil pertandingan.

“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.

Kondisi skuad Persebaya Surabaya memang jauh dari kata ideal dalam beberapa laga terakhir. Sejumlah pemain harus tampil dalam kondisi kurang fit, bahkan ada yang bermain sambil menahan sakit.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjut Bernardo Tavares. Situasi itu justru menjadi ujian karakter bagi seluruh pemain.

Menurut Tavares, usaha maksimal dan sikap positif menjadi fondasi utama untuk meraih hasil baik di tengah keterbatasan. Ia percaya mentalitas kuat bisa menutup kekurangan teknis yang muncul akibat kondisi tim.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Kalimat itu menjadi pesan penting jelang laga krusial melawan Bhayangkara FC.

Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin di klasemen. Laga ini juga menjadi misi pribadi Bernardo Tavares untuk memutus rekor buruknya saat berhadapan dengan Paul Munster.

Bermain di hadapan Bonek di Gelora Bung Tomo tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Green Force. Dukungan penuh suporter diharapkan mampu memberi energi tambahan untuk menaklukkan Bhayangkara FC.

Namun, Bhayangkara FC datang dengan kepercayaan diri dan pengalaman Paul Munster yang tak bisa diremehkan. Rekor pertemuan masa lalu membuktikan Munster selalu mampu meredam ambisi tim Bernardo Tavares.

Pertandingan ini pun dipastikan berlangsung sarat emosi, strategi, dan gengsi dua pelatih asing di Super League. Hasil akhirnya akan menjawab apakah tren positif Persebaya Surabaya cukup kuat untuk menumbangkan kutukan lama.

 

EDITOR: Hendra