← Beranda

Jelang Derby Mataram, Panpel PSIM Distribusikan Tiket ke Komunitas Suporter Demi Keamanan

Andre Rizal HanafiKamis, 5 Februari 2026 | 14.01 WIB
Suporter Persis Solo di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (9/8) malam. (Abd. Aziz/Antara)

Baca Juga: Arema FC Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Odivan Koerich di Paruh Musim Super League 2025/26

JawaPos.com - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja terus mengintensifkan persiapan menjelang laga derby Mataram versus Persis Solo yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026).

Fokus utama kali ini tertuju pada pengaturan distribusi tiket, yang dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, mengungkapkan bahwa proses perizinan hingga kini masih berjalan.

Sejumlah persyaratan tambahan diminta oleh pihak terkait sebagai bentuk antisipasi, berkaca dari pertandingan sebelumnya yang sempat diwarnai kehadiran suporter tim tamu di sekitar stadion.

“Kita butuh banyak dokumen tambahan yang diminta pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan pertandingan berjalan dengan aman. Karena terbukti di pertandingan sebelumnya itu banyak suporter tim tamu di sekitaran Stadion Sultan Agung,” ujar Wendy dikutip dari psimjogja.id.

Untuk laga derbi ini, Panpel telah mendapatkan rekomendasi kuota penonton sebanyak 9.000 orang. Jumlah tersebut terbagi atas 8.500 tiket tribun terbuka dan 500 tiket tribun tertutup.

Kuota tribun tertutup juga sudah termasuk tiket komplementer untuk pemain dan ofisial tim, sponsor, serta tamu undangan.

“Saya diminta presentasi berkaitan rencana pengamanannya sebelum rekomendasi jumlah penonton keluar. Alhamdulillah sudah keluar di angka 9.000,” jelas Wendy.

Sebagai langkah konkret meminimalkan kebocoran tiket ke suporter tim tamu, Panpel mengambil kebijakan khusus dengan memaksimalkan penjualan tiket melalui dua wadah suporter resmi PSIM Jogja.

Skema ini sebelumnya juga diterapkan saat PSIM menjamu Persebaya dan dinilai cukup efektif.

“Sistem penjualan tiket lewat dua wadah suporter ini akan lebih bisa terfilter. Kita diminta untuk meminimalkan kebocoran tiket untuk suporter tim tamu,” lanjutnya.

Meski demikian, opsi penjualan tiket secara daring tetap disiapkan, namun bersifat situasional.

Tiket online baru akan dibuka apabila kuota presale melalui wadah suporter tidak terserap habis. Jika tiket presale ludes, penjualan daring hanya tersedia untuk kelas VIP melalui aplikasi Brimo pada H-1 pertandingan.

Wendy juga memastikan bahwa pengaturan tribun di Gate 9 dan Gate 10 telah diselesaikan melalui koordinasi dengan wadah suporter. Penonton di sisi timur dan utara stadion sudah memiliki alokasi yang jelas untuk laga tersebut.

 

“Gate 9 dan 10 sudah selesai di wadah suporter. Timur dan utara sudah terfasilitasi,” tegasnya.

Melalui pengelolaan tiket yang lebih ketat ini, Panpel berharap laga PSIM kontra Persis dapat menjadi bukti bahwa PSIM mampu menyelenggarakan pertandingan besar dengan aman.

Dukungan semua pihak, terutama suporter, dinilai menjadi kunci agar PSIM tetap memperoleh kepercayaan dan kuota penonton pada laga-laga berikutnya.

EDITOR: Banu Adikara