← Beranda
Terima Kasih Bonek! Milos Raickovic Kirim Pesan Haru usai Dipastikan Absen Bela Persebaya Surabaya Lawan Bali United
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 4 Februari 2026 | 13.03 WIB
Milos Raickovic ungkap ucapan terima kasihnya ke Bonek meski absen bela Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com–Terima kasih Bonek menjadi kata pertama yang keluar dari Milos Raickovic setelah dipastikan absen membela Persebaya Surabaya akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Gelandang asal Montenegro itu memilih menyapa suporter lewat pesan singkat yang sarat emosi dan optimisme di tengah situasi sulit tim.

Milos Raickovic harus menepi setelah mengoleksi empat kartu kuning hingga pekan ke-19 Super League 2025/2026. Akumulasi tersebut didapat saat Persebaya Surabaya menghadapi Dewa United, laga yang sekaligus memastikan dirinya tidak bisa tampil di pertandingan berikutnya.

Lewat kanal media pribadinya, Milos menyampaikan rasa terima kasih kepada Bonek yang terus memberi dukungan tanpa henti.

“Terima kasih atas dukungan yang luar biasa! Kita melangkah maju bersama!” tulis Milos Raickovic dengan nada penuh semangat.

Pesan itu menjadi penegasan Milos tetap hadir secara mental meski tak bisa membantu langsung di lapangan. Bagi pemain berusia 31 tahun tersebut, dukungan suporter menjadi energi penting dalam fase krusial kompetisi.

Absennya Milos membuat Persebaya Surabaya harus melakukan penyesuaian signifikan jelang laga pekan ke-20. Tim Green Force dijadwalkan menghadapi Bali United pada Sabtu (7/2) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Situasi semakin menantang karena Persebaya Surabaya juga kehilangan kapten tim Bruno Moreira. Sama seperti Milos, Bruno harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning yang diperoleh pada laga kontra Dewa United.

Kondisi tersebut membuat Persebaya Surabaya dipastikan tampil pincang di kandang lawan. Dua pilar asing yang selama ini menjadi poros permainan terpaksa absen bersamaan di laga penting.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui situasi tim sedang jauh dari ideal. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu memilih fokus memaksimalkan pemain yang tersedia.

Tavares menilai Bali United tetap lawan yang berbahaya meski baru saja menelan kekalahan.

“Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujar Tavares.

Selain masalah absensi pemain inti, faktor kebugaran juga menjadi perhatian besar tim pelatih. Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu pemulihan lima hari sebelum laga, sementara Bali United menikmati masa istirahat lebih panjang.

Bali United diketahui sudah bermain lebih awal pada Jumat (30/1). Artinya, tim tuan rumah memiliki waktu pemulihan dua hari lebih lama dibandingkan Persebaya Surabaya.

Tavares tak menampik kondisi tersebut membuat persiapan menjadi lebih berat.

“Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” kata Bernardo Tavares.

Meski demikian, Tavares menolak larut dalam keluhan. Kehilangan pemain akibat sanksi atau cedera adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi panjang.

Pelatih yang sukses membawa PSM Makassar menjuarai liga musim lalu itu menegaskan pentingnya adaptasi. Dia percaya kualitas tim tidak hanya bertumpu pada satu atau dua nama.

Kini fokus utama tim pelatih dialihkan pada pemulihan fisik pemain yang ada. Penyusunan strategi alternatif juga mulai dimatangkan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Bruno dan Milos.

Beberapa pemain lapis kedua berpeluang mendapat kesempatan lebih besar. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Persebaya Surabaya.

Tavares menekankan pentingnya kesiapan mental dan kolektivitas tim. Dia ingin para pemain tampil tanpa beban meski tekanan pertandingan cukup tinggi.

“Tujuan kita sekarang adalah memulihkan pemain dan melihat siapa yang paling siap,” ujar Tavares. Dia menegaskan tim akan berangkat dengan rencana yang jelas dan realistis.

Pelatih berusia 45 tahun itu juga menaruh harapan besar pada semangat juang pemain. Menurut dia, determinasi sering kali menjadi pembeda di laga-laga sulit.

“Mari kita persiapkan rencana yang matang untuk mencoba memainkan pertandingan yang hebat di sana,” ucap dia. Tavares sadar laga di Bali tidak akan mudah bagi siapa pun.

Dia menutup pernyataannya dengan nada optimistis meski tantangan datang berlapis. “Kita tahu itu akan sulit, tapi kita harus berjuang,” ungkap Bernardo Tavares.

Di tengah segala keterbatasan, pesan Milos Raickovic menjadi penguat moral tersendiri bagi tim dan suporter. Terima kasih Bonek bukan sekadar ucapan, melainkan simbol kebersamaan Persebaya Surabaya menghadapi badai.

Persebaya Surabaya kini dituntut membuktikan karakter sebagai tim besar. Dengan atau tanpa pemain inti, semangat kolektif dan dukungan Bonek tetap menjadi napas utama Green Force.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah