JawaPos.com — Alarm bahaya kini berbunyi keras untuk Persebaya Surabaya. Badai cedera yang sempat menghantam PSIM Yogyakarta dinyatakan berakhir jelang duel panas di Stadion Sultan Agung.
PSIM datang ke pekan ke-18 Super League 2025/2026 dengan energi baru. Laga perdana putaran kedua berubah menjadi panggung kesiapan Laskar Mataram untuk tempur penuh.
Kabar menggembirakan itu muncul dari sesi latihan Rabu (21/1/2026). Sejumlah pemain yang sebelumnya menepi kini kembali merumput bersama tim utama.
Dokter tim PSIM, Hansel, memastikan progres pemulihan berjalan sangat positif. Tim medis memberi lampu hijau kepada beberapa pemain kunci yang sempat absen.
Nama pertama yang paling dinanti tentu Yusaku Yamadera. Bek asal Jepang itu kembali memperkuat lini belakang setelah absen cukup lama.
“Yusaku progresnya sudah baik, kondisi kebugaran sudah hampir 100 persen. Ini sudah latihan sama tim,” kata Hansel.
Kehadiran Yusaku menjadi sinyal penting bagi stabilitas pertahanan PSIM. Pengalamannya dibutuhkan menghadapi tekanan agresif lini depan Persebaya Surabaya.
Tak hanya Yusaku, kabar baik juga datang dari sektor sayap dan lini serang. Harlan Suardi dan Andy Irfan menunjukkan respons pemulihan yang sangat cepat.
Andy Irfan bahkan pulih lebih cepat dari perkiraan awal tim medis. Intensitas cederanya dinilai ringan sejak awal pemulihan.
“Andy Irfan juga sudah balik latihan dengan tim. Ya, kebetulan cederanya agak ringan, jadi recovery lebih cepat,” ujar Hansel.
Sementara itu, Harlan Suardi juga sudah bergabung dalam sesi latihan reguler. Kondisinya dinilai cukup stabil untuk kembali bersaing merebut tempat utama.
“Kalau Harlan, dia juga sudah latihan bareng tim,” tambah Hansel. Situasi ini membuat kedalaman skuad PSIM semakin solid.
Dari lini tengah, Dede Sapari sempat membuat tim khawatir. Pemain tersebut merasakan nyeri di bagian paha saat latihan intensif.
Tim medis langsung mengambil langkah pencegahan. Dede menjalani istirahat singkat disertai fisioterapi terkontrol.
“Dede sempat merasakan ada rasa tidak nyaman di bagian pahanya. Setelah istirahat dan fisioterapi, kini ia sudah mengikuti sesi latihan,” jelas Hansel.
Selain Dede, Ghulam Fatkur Rahman juga mendapat perhatian khusus. Ia berlatih di bawah pengawasan pelatih fisik untuk menjaga kondisi otot.
Pendekatan ini dilakukan agar kebugaran pemain kembali optimal. PSIM tak ingin mengambil risiko menjelang laga krusial.
Dari total pemain yang sempat cedera, lima di antaranya sudah dinyatakan pulih. Artinya, PSIM hampir kembali ke kekuatan penuh.
Namun, dua nama asing masih harus bersabar. Anton Fase dan Donny Warmerdam belum mendapat izin tampil penuh.
Keduanya masih menjalani pemulihan struktur tulang. Tim medis memilih langkah konservatif demi keselamatan jangka panjang.
“Minggu depan kita coba periksa ulang, rontgen ulang,” ujar Hansel. Pemeriksaan lanjutan menjadi penentu kesiapan keduanya.
“Supaya melihat apakah retaknya itu sudah menyambung atau belum untuk Anton,” lanjutnya. Kondisi tulang menjadi fokus utama evaluasi.
Hansel juga menjelaskan agenda Donny Warmerdam. Prosedur pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kekuatan tulang benar-benar maksimal.
“Sedang untuk Donny juga agendanya sama-sama rontgen, tetapi kita lihat tulang yang sudah tersambung itu sudah kuat 100 persen atau belum,” tuturnya.
Dengan situasi ini, PSIM tetap memiliki banyak opsi pemain. Kedalaman skuad menjadi senjata penting menghadapi jadwal padat.
Keputusan akhir soal siapa yang tampil tetap berada di tangan pelatih kepala. Jean Paul Van Gastel memegang kendali penuh.
Van Gastel akan mempertimbangkan kondisi fisik dan taktikal. Faktor kesiapan mental juga menjadi penentu utama.
Laga melawan Persebaya Surabaya diprediksi berlangsung ketat. Atmosfer Stadion Sultan Agung diyakini akan membakar semangat tuan rumah.
Persebaya Surabaya tentu tak bisa memandang enteng situasi ini. PSIM datang dengan kepercayaan diri tinggi usai melewati masa sulit.
Pulihnya para pemain menjadi titik balik penting. Laskar Mataram kini tak lagi pincang menghadapi persaingan papan atas.
Bagi PSIM, laga ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah pernyataan mereka siap bersaing di putaran kedua.
Alarm bahaya sudah berbunyi. Persebaya Surabaya harus waspada, karena PSIM Yogyakarta siap tempur habis-habisan di Sultan Agung.