JawaPos.com-PSIM Jogja terus mematangkan persiapan jelang laga tandang menghadapi Madura United FC pada Sabtu (10/1). Laga berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Namun, langkah Laskar Mataram menuju pertandingan penting ini tidak berjalan mulus. Sejumlah pemain harus menepi akibat akumulasi kartu dan cedera.
Kapten tim PSIM Reva Adi dipastikan absen. Gelandang bertahan tersebut harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning yang didapatkan di pertandingan sebelumnya.
Pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel memastikan absennya sang kapten sesuai regulasi yang berlaku. “Ya, saya rasa begitu. Berdasar regulasi, dia akan absen,” ujar Van Gastel.
Selain Reva Adi, dua pemain pilar PSIM yang tengah dibekap cedera, Anton Fase dan Yusaku Yamadera, juga belum bisa diturunkan. Kondisi keduanya belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Van Gastel mengungkapkan proses pemulihan masih membutuhkan waktu cukup lama. “Kondisinya masih sama, tidak ada peningkatan. Pemulihan ini memang memerlukan beberapa minggu lagi,” jelas Jean-Paul Van Gastel.
Situasi PSIM semakin menantang dengan masih dalam masa pemulihan cederanya Harlan Suardi dan Donny Warmerdam. Tak hanya itu, Andy Irfan juga harus masuk daftar cedera setelah mengalami insiden saat sesi latihan beberapa hari lalu.
Kondisi ini membuat opsi pemain PSIM cukup terbatas jelang laga tandang. Meski begitu, Van Gastel menegaskan bahwa pertandingan melawan Madura United tetap harus dihadapi dengan kesiapan maksimal.
Dia menyebut laga ini akan menjadi ujian berat, terutama karena Madura United sedang menunjukkan peningkatan performa setelah pergantian pelatih.
“Setelah pelatihnya berganti, mereka bermain lebih baik dan mengumpulkan lebih banyak poin. Ini akan menjadi tantangan bagi kami,” kata Jean-Paul Van Gastel.
Van Gastel juga menyoroti potensi kesulitan timnya dalam membongkar pertahanan rapat lawan. Menghadapi tim dengan strategi bertahan rendah atau low block selalu menjadi tantangan tersendiri.
“Jika garis pertahanan lawan sangat dalam, ruang hampir tidak ada. Pada akhirnya Anda hanya bisa menembak, dan itu bukan kekuatan utama kami,” ujar Jean-Paul Van Gastel.
Kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap menurunkan komposisi terbaik yang tersedia.
“Saya hanya ingin menang. Saya selalu bermain dengan tim terkuat yang saya miliki,” tutur Van Gastel.