JawaPos.com — Bernardo Tavares kembali jadi perbincangan hangat di kalangan Bonek dan Bonita. Pelatih asal Portugal itu dikabarkan segera diperkenalkan sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya dalam waktu dekat.
Isu kembalinya Bernardo Tavares mencuat setelah sejumlah akun fanbase Persebaya Surabaya mengunggah petunjuk kuat.
Salah satunya foto bendera Portugal disertai emoji jam pasir yang menandakan waktu pengumuman kian dekat.
Persebaya Surabaya sendiri baru saja melewati laga pekan ke-15 Super League 2025/2026 dengan hasil imbang. Green Force ditahan Borneo FC 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/12/2025).
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya tampil menekan di babak kedua namun gagal mengunci kemenangan. Satu poin tambahan membuat posisi Persebaya Surabaya tertahan di papan tengah klasemen sementara.
Hingga pekan ke-15, Persebaya Surabaya menempati posisi ke-6 dengan koleksi 19 poin. Capaian itu diraih dari total 14 pertandingan yang menunjukkan performa belum stabil.
Situasi makin menarik karena Persebaya Surabaya tampil tanpa pelatih kepala di laga tersebut. Caretaker Uston Nawawi juga tak bisa mendampingi tim karena akumulasi kartu kuning.
Peran pendampingan di pinggir lapangan akhirnya diambil asisten pelatih Shin Sang-gyu. Kondisi ini menegaskan betapa daruratnya situasi kepelatihan di tubuh Green Force.
Sebelum laga, Uston Nawawi menilai kehadiran pelatih kepala definitif sangat dibutuhkan. Menurutnya, sosok pelatih tetap bisa memberi dampak jangka panjang pada permainan tim.
“Pasti ada pengaruh, tetapi saat ini yang terpenting adalah Persebaya. Dalam kondisi apa pun, tim ini harus menjadi prioritas utama,” tegas Uston Nawawi.
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu sudah sekitar 30 hari mendampingi tim. Periode tersebut dijalani sejak Eduardo Perez resmi berpisah dengan klub.
Selama menjadi caretaker, Uston mengaku belum ada komunikasi terkait pelatih baru. Ia memilih fokus menjaga stabilitas tim di tengah situasi transisi.
Baca Juga: Performa Diego Mauricio di Mata Shin Sang-gyu! Dimensi Baru Serangan Persebaya Surabaya
“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucapnya.
Uston juga menegaskan konsentrasinya tertuju pada persiapan tim. Fokus utamanya menghadapi laga demi laga dengan komposisi yang ada.
“Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” lanjutnya.
Di bawah arahan Uston Nawawi, Persebaya Surabaya memang belum mencatatkan kemenangan. Namun Green Force juga belum tersentuh kekalahan sepanjang periode tersebut.
Catatan 19 poin dari 14 laga mencerminkan performa yang masih naik turun. Situasi ini memperkuat urgensi kehadiran pelatih kepala baru.
Tekanan juga datang dari regulasi kompetisi yang mengatur batas waktu penunjukan pelatih. Jika melewati 30 hari, klub terancam sanksi denda.
Fanbase @bondonekat_media mengingatkan soal aturan tersebut lewat unggahan mereka. Mereka menyoroti kondisi Persebaya Surabaya yang belum mengumumkan pelatih baru.
“Setelah mengakhiri kerjasama dengan Eduardo Perez sebagai (Pelatih Kepala) pada 22 November 2025 lalu, Persebaya sampai kini juga belum kunjung mengumumkan Pelatih baru mereka.”
“Dalam regulasi, jika lebih 30 hari setelah mengakhiri kerjasama dengan pelatih , maka akan dikenakan sanksi berupa denda dengan nominal 100 juta rupiah.”
Akun tersebut juga mengunggah informasi lanjutan yang memberi harapan. Isinya menyebut Persebaya Surabaya sudah mencapai kesepakatan jangka panjang dengan pelatih baru.
“Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas.”
Sinyal makin kuat datang dari akun fanbase @emosijiwakucom. Mereka mengunggah foto bendera Portugal dengan caption singkat “⌛️”.
Unggahan itu langsung ditafsirkan sebagai kode kedatangan pelatih asal Portugal. Nama Bernardo Tavares pun kembali mencuat ke permukaan.
Persebaya Surabaya juga ikut memanaskan situasi lewat unggahan media sosial resmi. Nada sarkas digunakan untuk merespons kegelisahan suporter.
“Persebaya hanya mikir bisnis.”
“Pelatihmu endi? Ojok mikir bisnis tok.”
“Klub besar hanya dijadikan ladang bisnis saja.”
Unggahan tersebut dianggap sebagai sinyal pengumuman pelatih baru sudah dekat. Respons publik pun langsung membludak di kolom komentar.
Sejumlah fanbase secara terbuka menyebut Bernardo Tavares sebagai sosok yang dimaksud. Harapan besar kembali disematkan pada pelatih Portugal itu.
Akun @emosijiwakucom menuliskan doa dan dukungan penuh. Mereka berharap sinergi semua elemen bisa membawa prestasi.
“Semoga pelatih baru, @bernardotavares80 mampu bersama sama , pemain, staff pelatih, manajemen, Bonek - Bonita untuk mengangkat trophy bersama ✊????.
SALAM SATU NYALI ! WANI !!!!,” tulis @emosijiwakucom.
Jika resmi diumumkan, kembalinya Bernardo Tavares akan jadi babak baru Persebaya Surabaya. Publik kini menanti kepastian, menunggu waktu hingga Green Force benar-benar punya nahkoda tetap.