JawaPos.com — Timnas Irak siap tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi Timnas Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Empat pemain kunci mereka dinilai bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Skuad Garuda.
Laga panas ini akan berlangsung pada Minggu (12/10/2025) dan menjadi ujian berat bagi lini belakang Indonesia. Pasalnya, Irak di bawah asuhan pelatih Graham Arnold kini tampil jauh lebih solid dan disiplin dalam menyerang.
Arnold, yang sebelumnya pernah menukangi Timnas Australia, membawa pendekatan permainan cepat dan efisien ke skuad Singa Mesopotamia.
Ia mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan pemain abroad yang tengah tampil impresif di klub masing-masing.
Dari total 28 pemain yang dibawa, empat di antaranya menjadi motor utama permainan Irak. Mereka adalah Aymen Hussein, Mohanad Ali, Rebin Sulaka, dan Jalal Hasan, yang dipastikan menjadi tulang punggung di setiap lini.
Kehadiran keempat pemain ini membuat Irak punya keseimbangan di semua sektor, dari lini belakang hingga depan. Mereka bukan hanya berpengalaman di level internasional, tapi juga punya rekam jejak yang menakutkan bagi lawan.
Di posisi penjaga gawang, sosok Jalal Hasan masih menjadi andalan utama Irak. Kiper 34 tahun ini sudah mencatat 92 caps dan kerap dipercaya menjadi kapten tim berkat kepemimpinannya di lapangan.
Jalal dikenal punya refleks cepat dan ketenangan luar biasa dalam situasi satu lawan satu. Ia juga sering menjadi penentu hasil pertandingan lewat penyelamatan krusial di momen genting.
Selain itu, pengalaman panjang Jalal bersama klub Al Zawraa membuatnya sangat matang dalam membaca arah bola. Keberadaannya di bawah mistar menjadi jaminan keamanan bagi lini belakang Irak.
Beralih ke sektor pertahanan, nama Rebin Sulaka menjadi sosok yang paling menonjol.
Bek berpostur tinggi besar ini menjadi pilar utama di jantung pertahanan Irak sejak era pelatih Jesus Casas hingga kini di tangan Graham Arnold.
Rebin yang kini memperkuat Thai Port FC di Liga Thailand dikenal punya duel udara kuat dan kemampuan membaca serangan lawan dengan sangat baik.
Ia sudah tampil 50 kali bersama Timnas Irak dan menjadi sosok pemimpin lini belakang yang tangguh.
Kehadirannya sangat vital, terutama saat menghadapi tim seperti Indonesia yang memiliki kecepatan di lini depan.
Rebin akan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus dan sering menjadi tumpuan saat Irak membangun serangan dari belakang.
Sementara di lini depan, Aymen Hussein menjadi momok utama bagi setiap lawan Irak. Penyerang 28 tahun ini adalah top skor sepanjang masa aktif Timnas Irak dengan 32 gol dari 85 penampilan.
Aymen punya naluri mencetak gol tinggi dan sangat berbahaya di kotak penalti. Ia sering memanfaatkan umpan silang atau bola-bola mati untuk menciptakan peluang emas dengan sundulan akuratnya.
Selain ketajamannya, Aymen juga memiliki mental kompetitif yang tinggi. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia menunjukkan performa stabil bersama Al Karma di Liga Irak dengan torehan gol yang terus meningkat.
Di sisi lain, duetnya dengan Mohanad Ali menjadi kekuatan tersendiri bagi Irak. Mohanad dikenal memiliki kecepatan luar biasa dan kontrol bola yang sangat baik di ruang sempit.
Penyerang yang kini membela Dibba Al Fujairah di UEA itu sudah mengoleksi 23 gol dari 58 caps bersama Timnas Irak. Kombinasinya dengan Aymen Hussein membuat lini serang Irak sangat sulit diprediksi.
Mohanad kerap menjadi pembuka ruang dan kreator peluang bagi rekan setimnya. Ia punya gaya bermain eksplosif dan sering memanfaatkan kesalahan kecil lawan untuk menciptakan gol cepat.
Duet Aymen dan Mohanad menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Indonesia yang harus tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Keduanya mampu mencetak gol dari situasi terbuka maupun bola mati, menjadikan Irak tim yang sangat efektif.
Dengan empat pemain kunci tersebut, Irak diyakini bisa tampil agresif dan berbahaya di setiap lini.
Baca Juga: Irak Kalah Telak! Harga Pasaran Timnas Indonesia Tembus Rp 520 Miliar Tinggalkan Singa Mesopotamia
Jalal Hasan menjaga kestabilan di belakang, Rebin Sulaka mengawal pertahanan, sementara Aymen Hussein dan Mohanad Ali menjadi ujung tombak mematikan.
Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain abroad inilah yang membuat Irak menjadi salah satu tim paling konsisten di Asia.
Mereka mampu mengontrol tempo, menyerang cepat, dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mencetak gol.
Timnas Indonesia wajib mewaspadai keempat pemain ini jika ingin mencuri poin di laga penting tersebut. Konsentrasi tinggi dan pertahanan rapat akan menjadi kunci utama bagi Skuad Garuda untuk meredam amukan Singa Mesopotamia.
Dengan kualitas individu dan pengalaman internasional yang mereka miliki, Irak datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menang.
Empat pemain kunci itu siap porak-porandakan pertahanan Indonesia demi membuka jalan menuju Piala Dunia 2026.