JawaPos.com — Dewa United FC memang klub baru di kancah Liga 1 Indonesia, namun kiprahnya terus mencuri perhatian. Dalam waktu singkat, mereka berubah dari tim promosi biasa menjadi pesaing tangguh yang bisa membuat klub sebesar Persebaya Surabaya mati kutu.
Musim 2024/2025 menjadi tahun ketiga Dewa United FC berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, berbeda dari musim debutnya, musim ini mereka tampil lebih matang dan penuh percaya diri menghadapi lawan-lawannya.
Sebagai tim yang baru berdiri sejak Februari 2021, progres Dewa United patut diacungi jempol. Klub yang dulu dikenal dengan nama Martapura FC itu kini menjelma sebagai ancaman serius bagi para raksasa Liga 1.
Pada musim pertamanya di Liga 1, Dewa United hanya mampu finis di peringkat ke-17 klasemen. Mereka terseok-seok dan nyaris terdegradasi, namun tetap bertahan dan melakukan evaluasi besar-besaran.
Hasil evaluasi itu langsung terlihat pada Liga 1 Indonesia 2023/2024. Di bawah arahan pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink, Dewa United tampil mengejutkan sepanjang musim.
Tim berjuluk Tangsel Warrior ini berhasil mengamankan posisi kelima klasemen akhir musim lalu. Mereka mencatatkan 14 kemenangan, 12 hasil imbang, dan hanya delapan kali kalah dari total 34 pertandingan.
Selisih gol mereka juga cukup positif dengan surplus 11 gol sepanjang musim. Total 54 poin yang dikumpulkan bahkan hanya terpaut satu angka dari Madura United yang lolos ke Championship Series.
Mereka sukses memperlihatkan permainan kolektif yang rapi dan disiplin, baik dalam menyerang maupun bertahan. Capaian itu menjadi sinyal Dewa United bukan lagi tim pelengkap, tapi kandidat serius penghuni papan atas.
Menatap musim 2024/2025, Dewa United memilih tidak melakukan banyak perubahan signifikan dalam skuad. Mereka lebih fokus mempertahankan kerangka tim yang telah terbukti ampuh pada musim sebelumnya.
Beberapa pemain dilepas seperti Nasir Buya, Ichsan Kurniawan, Mochamad Zaenuri, Ahmad Rusadi, serta tiga pemain asing: Majed Osman, Dimitrios Kolovos, dan OJ Porteria. Namun, pengganti yang didatangkan tidak kalah mentereng dan malah membuat skuad semakin berbahaya.
Di sektor penjaga gawang, Dewa United masih mempercayakan Sonny Stevens sebagai tembok terakhir pertahanan. Sonny merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak musim lalu, sebuah jaminan kualitas di bawah mistar.
Lini pertahanan diperkuat oleh bek tangguh Risto Mitrevski yang tetap dipertahankan untuk musim ini. Kehadiran Reva Adi Utama, Ady Setiawan, dan Alta Ballah juga membuat kedua sisi pertahanan semakin sulit ditembus.
Sektor tengah menjadi salah satu lini paling mengerikan milik Dewa United musim ini. Mereka sukses mendaratkan dua playmaker top Liga 1, Hugo Gomes ‘Jaja’ dari Madura United dan Alexis Messidoro dari Persis Solo.
Selain dua nama itu, Dewa United juga memiliki pemain berpengalaman seperti Ricky Kambuaya, Theo Numberi, Rangga Muslim, dan Asep Berlian. Ditambah Arapenta Poerba, kekuatan lini tengah Tangsel Warrior nyaris tanpa celah.
Untuk urusan lini depan, Dewa United tak kalah berbahaya. Kombinasi pemain lokal dan asing di lini serang menjanjikan produktivitas gol tinggi sepanjang musim.
Alex Martins masih menjadi andalan sebagai striker utama yang tajam. Di sisi sayap, ada nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Feby Eka Putra, Ahmad Nufiandani, hingga Taisei Marukawa yang menambah ketajaman serangan.
Marukawa menjadi transfer yang mencuri perhatian karena sebelumnya bersinar bersama Persebaya Surabaya. Bersama Dewa United, pemain asal Jepang itu siap membuktikan dirinya belum habis dan masih bisa jadi mimpi buruk mantan timnya.
Septian Bagaskara juga tetap dipertahankan untuk menjadi opsi serangan dari lini kedua. Keberadaan striker lokal ini menambah kedalaman skuad yang dimiliki oleh sang pelatih.
Dewa United saat ini bahkan sudah mengoleksi 49 poin di papan klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025. Mereka kini nyaman duduk di posisi kedua klasemen, hanya tertinggal tipis dari pemuncak.
Hebatnya, mereka sudah membuat Persebaya Surabaya dua kali keok musim ini. Pertama menahan imbang Green Force di kandangnya sendiri dan kemudian menang meyakinkan saat bermain di kandang sendiri.
Hal itu jadi bukti Dewa United sudah naik kelas. Mereka bukan hanya pengganggu raksasa, tapi sudah sejajar dengan para kandidat juara.
Jika melihat konsistensi permainan dan kualitas materi pemain, bukan tak mungkin Dewa United bisa menjadi runner-up musim ini. Mereka tinggal menjaga stabilitas performa di tujuh laga sisa yang sangat menentukan.
Kunci sukses Dewa United musim ini tak lepas dari tangan dingin Jan Olde Riekerink. Pelatih asal Belanda itu dikenal punya filosofi bermain modern dengan pendekatan berbasis ball possession dan transisi cepat.
Kepercayaan manajemen terhadap sang pelatih juga sangat tinggi. Riekerink diberikan kebebasan untuk memilih pemain yang cocok dengan skemanya, dan hasilnya terbukti efektif.
Secara struktur klub, Dewa United juga tergolong solid. Dimiliki oleh pengusaha Tommy Hermawan Lo, klub ini punya pondasi finansial yang kuat dan manajemen profesional.
Posisi presiden klub dipegang oleh Ardian Satya Negara yang dikenal aktif mempromosikan klub lewat platform digital. Dewa United pun dikenal sebagai salah satu klub dengan branding digital terbaik di Liga 1.
Home base mereka awalnya berada di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Namun kini sudah pindah ke stadion megah Banten International Stadium sebagai markas kebanggaan.
Dengan dukungan suporter bernama Anak Dewa yang terus bertumbuh, klub ini makin percaya diri menatap masa depan. Antusiasme fans mereka terlihat jelas di media sosial dan stadion.
Identitas klub juga terus dikembangkan. Julukan yang awalnya Tangsel Warrior kini telah diubah menjadi Banten Warrior, menegaskan identitas baru mereka yang lebih besar.
Meski baru lahir pada 22 Februari 2021, kiprah Dewa United sudah seperti klub besar yang kenyang pengalaman. Mereka menunjukkan profesionalitas dan kerja keras bisa menggeser dominasi klub-klub mapan.
Kebijakan transfer yang efektif, komposisi skuad yang seimbang, dan visi bermain yang jelas menjadi kekuatan utama mereka.
Satu hal yang membuat mereka menonjol adalah keberanian untuk bermain terbuka dan menyerang di semua laga.
Meski demikian, mereka tetap solid dalam bertahan. Sonny Stevens dan barisan belakangnya menjadi bukti keseimbangan permainan adalah prioritas utama.
Kini, Dewa United hanya tinggal menyempurnakan langkah mereka dengan meraih status runner-up. Jika itu tercapai, maka musim ini bisa dibilang sebagai salah satu musim terbaik mereka sepanjang sejarah.
Di sisi lain, klub seperti Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan strategi dan efektivitas permainan Dewa United. Kekalahan dari tim ini memberi pelajaran penting bagi Green Force untuk tidak meremehkan klub yang baru naik daun.
Apalagi dengan kekuatan yang terus berkembang, Dewa United bisa menjadi kekuatan baru di sepak bola Indonesia. Mereka tidak hanya sekadar sensasi sesaat, tapi punya potensi besar untuk jadi langganan papan atas.
Dalam beberapa tahun ke depan, nama Dewa United bisa jadi langganan pentas Asia jika konsistensi ini terus dijaga. Mereka punya semua modal untuk jadi klub besar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Mereka bisa jadi inspirasi bagi klub-klub lain yang ingin berkembang dengan pendekatan profesional. Terutama soal bagaimana membangun fondasi yang kuat di luar lapangan sebelum berharap hasil maksimal di dalam lapangan.
Dengan segala prestasi yang telah ditorehkan, Dewa United membuktikan diri sebagai tim yang layak disegani. Klub ini kini menjadi salah satu wajah baru sepak bola modern di Indonesia.
Semua mata kini mulai tertuju ke arah mereka. Jika musim ini berakhir manis, maka era kejayaan Banten Warrior benar-benar telah dimulai.