JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mencuri perhatian di kancah sepak bola Indonesia. Klub asal Kota Pahlawan ini kini masuk dalam jajaran tiga besar tim dengan nilai pasaran termahal di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025.
Menurut data terbaru dari Transfermarkt, total nilai pasaran skuad Persebaya Surabaya saat ini mencapai Rp 79,09 miliar.
Angka ini hanya kalah dari dua tim papan atas lainnya, yaitu Persib Bandung dengan Rp 89,43 miliar dan Borneo FC Samarinda dengan Rp 84,30 miliar.
Persebaya Surabaya semakin menunjukkan keseriusannya dalam persaingan Liga 1 musim ini.
Dengan materi pemain berkualitas dan performa yang konsisten, tim asuhan Paul Munster berpeluang besar untuk terus bersaing di papan atas.
Menariknya, Persebaya Surabaya mengungguli rival klasiknya, Persija Jakarta, dalam hal nilai pasaran skuad. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu menempati posisi keempat dengan total nilai Rp 78,65 miliar, terpaut tipis dari Green Force.
Dewa United menjadi klub dengan nilai pasaran tertinggi kelima setelah Persebaya Surabaya dan Persija.
Klub ini mencatatkan total Rp 75,18 miliar, menunjukkan bagaimana kompetisi di Liga 1 semakin kompetitif dari segi investasi pemain.
Bali United yang sebelumnya dikenal memiliki skuad mahal justru turun ke peringkat keenam dalam daftar ini. Tim asal Pulau Dewata memiliki nilai pasaran Rp 73,96 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Dewa United.
Malut United yang merupakan tim promosi musim ini juga menunjukkan perkembangan nilai pasaran yang signifikan. Dengan nilai Rp 73,79 miliar, mereka sukses menempati peringkat ketujuh di antara klub-klub mapan lainnya.
PSM Makassar yang sempat berjaya beberapa musim lalu kini berada di posisi kedelapan dalam daftar ini. Klub asal Sulawesi Selatan tersebut memiliki nilai pasaran sebesar Rp 71,87 miliar, menunjukkan persaingan ketat di Liga 1.
Baca Juga: Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi Bantah Dekati Wiliam Marcilio dari Arema FC
Persita Tangerang mengalami sedikit penurunan dalam hal nilai pasaran. Klub berjuluk Pendekar Cisadane itu kini memiliki nilai Rp 68,83 miliar, turun dari angka sebelumnya yang mencapai Rp 71 miliar.
Persis Solo masih bertahan di posisi sepuluh besar klub dengan nilai pasaran tertinggi. Tim asal Kota Bengawan tersebut mencatatkan nilai Rp 67,96 miliar, tetap stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Persik Kediri juga tak mau ketinggalan dalam daftar klub dengan nilai pasaran tinggi. Tim Macan Putih saat ini memiliki total nilai Rp 65,35 miliar, masih cukup kompetitif dibandingkan klub-klub lain.
Barito Putera menempati peringkat ke-12 dengan nilai pasaran sebesar Rp 61,88 miliar. Klub asal Kalimantan Selatan ini tetap menunjukkan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
PSS Sleman dan PSBS Biak berada di urutan berikutnya dengan nilai pasaran masing-masing Rp 59,10 miliar dan Rp 57,27 miliar. Keduanya masih berusaha menjaga posisi mereka di Liga 1 dengan skuad yang kompetitif.
PSIS Semarang yang pernah menjadi kuda hitam kini mengalami sedikit penurunan nilai pasaran. Klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut saat ini memiliki nilai Rp 53,88 miliar, lebih rendah dari beberapa musim sebelumnya.
Madura United yang musim lalu bersaing di papan atas kini berada di urutan ke-16 dalam daftar ini. Nilai pasaran mereka tercatat Rp 51,02 miliar, menunjukkan adanya perubahan dalam strategi tim.
Arema FC yang mengalami masa sulit dalam beberapa musim terakhir kini hanya bernilai Rp 46,84 miliar. Klub asal Malang ini perlu melakukan perubahan signifikan untuk kembali bersaing di papan tengah.
Semen Padang menjadi tim dengan nilai pasaran terendah di antara semua klub Liga 1 musim ini. Klub asal Sumatera Barat itu memiliki nilai Rp 43,89 miliar, menunjukkan kesenjangan yang cukup besar dengan tim-tim papan atas.
Sementara itu, Persebaya Surabaya saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Liga 1 dengan total 48 poin. Dengan tujuh laga tersisa, tim asuhan Paul Munster berpeluang besar untuk mengamankan posisi di zona kompetisi Asia.
Menjelang laga melawan Persija Jakarta pada 12 April 2025, Persebaya Surabaya memberikan libur singkat kepada para pemainnya. Latihan terakhir sebelum libur Lebaran akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2025.
Paul Munster memastikan sesi latihan terakhir sebelum libur akan diisi dengan game internal. Persebaya Surabaya akan menghadapi tim Persebaya Future Lab dalam laga uji coba internal untuk menjaga kebugaran pemain.
"Jumat malam kami akan melakukan game internal. Pemain tertentu akan memiliki menit tertentu. Tentunya ini untuk pemain yang telah bermain maupun pemain yang belum bermain. Jadi semua orang akan bermain penuh pada hari Jumat. Setelah itu mereka akan menjalani program individu lagi dan kemudian 3 April kami akan mulai lagi. Semua orang akan kembali untuk latihan tim dan video persiapan untuk Persija. Jadi kami sudah memiliki jadwal dan rencana sejak bulan lalu," jelas Paul Munster.
Munster mengungkapkan semua pemain akan mendapatkan menit bermain dalam laga internal tersebut. Ia ingin memastikan setiap pemain tetap dalam kondisi siap tempur setelah libur Lebaran.
Setelah libur singkat, para pemain dijadwalkan kembali berkumpul untuk latihan tim pada 3 April 2025. Latihan akan difokuskan pada persiapan menghadapi Persija dengan analisis video dan sesi taktik.
Selain latihan tim, Munster juga memberikan program latihan individu kepada para pemain selama libur. Program ini mencakup latihan kekuatan tubuh bagian atas serta latihan ketahanan fisik melalui lari intensitas tinggi.
Menurut Munster, kebugaran pemain Persebaya Surabaya saat ini sudah sangat baik. Ia yakin hal ini akan menjadi modal penting bagi timnya untuk menjalani sisa pertandingan musim ini dengan performa optimal.
"Sebagian besar latihan difokuskan pada tubuh bagian atas, kekuatan, dan lari. Mereka harus berlari. Intensitas tinggi, kemudian Anda memiliki program ketahanan dan lari. Jadi, ini sedikit campuran, bukan hanya satu area tertentu. Seluruh tubuh yang perlu dilatih," jelas Munster.
Dengan nilai pasaran yang tinggi dan performa yang solid, Persebaya Surabaya kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk bersaing di papan atas. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum hingga akhir musim.
Liga 1 Indonesia musim ini semakin menarik dengan persaingan ketat di papan atas. Keberhasilan Persebaya Surabaya dalam menjaga nilai pasaran tinggi menunjukkan mereka memiliki proyek jangka panjang yang menjanjikan.
Apakah Persebaya Surabaya mampu menutup musim dengan posisi terbaik? Dengan tujuh laga tersisa, segalanya masih bisa terjadi, dan para penggemar tentu menantikan kiprah Green Force hingga akhir musim.