JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengakhiri putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan prestasi yang mengesankan. Tim asuhan Paul Munster kini bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan 37 poin, hanya terpaut dua angka dari pemuncak, Persib Bandung.
Catatan ini menjadi yang terbaik sejak Persebaya Surabaya kembali promosi ke Liga 1 pada tahun 2018. Dengan performa solid sepanjang paruh musim, Green Force tetap berada dalam jalur perburuan gelar juara.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemain pilar yang menjadi motor permainan tim. Ada enam pemain yang mencatatkan penampilan paling konsisten dan hampir tak tergantikan sepanjang 17 pertandingan musim ini.
Kadek Raditya menjadi salah satu sosok yang paling sibuk di skuad Persebaya Surabaya. Bek asal Bali itu tampil penuh di seluruh 17 pertandingan, mencatatkan 1530 menit tanpa pernah sekalipun digantikan.
Konsistensi Kadek di lini belakang tak lepas dari duetnya dengan Slavko Damjanovic. Kombinasi keduanya menjadikan pertahanan Persebaya Surabaya salah satu yang terbaik di liga, dengan hanya kebobolan 13 gol sejauh ini.
Peran Kadek di lini belakang sangat vital, terutama dalam mengorganisasi pertahanan. Eks pemain Madura United itu menjadi kepercayaan utama Paul Munster untuk menjaga stabilitas tim.
Slavko Damjanovic juga tak kalah impresif dalam menjaga lini belakang Persebaya Surabaya. Bek asal Montenegro ini selalu menjadi starter di semua pertandingan, hanya kehilangan delapan menit akibat cedera ringan.
Duet Kadek dan Slavko menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan. Kombinasi pengalaman dan kekuatan fisik mereka menjadi kunci keberhasilan Persebaya Surabaya dalam menjaga catatan defensif yang solid.
Flavio Silva, striker asing asal Portugal, juga menjadi pemain yang selalu diandalkan. Ia tampil dalam semua pertandingan dengan total waktu bermain 1475 menit, meski sempat digeser ke posisi winger kanan.
Flavio sempat menuai kritik karena lambat mencetak gol di awal musim. Namun, ia berhasil membuktikan diri dengan torehan enam gol, termasuk beberapa kontribusi penting saat tim mengalami krisis.
Baca Juga: Riko Simanjuntak Makin Dekat Tinggalkan Persija Jakarta dan Gabung PSS Sleman
Dedikasi Flavio terlihat jelas saat ia rela bermain sebagai bek kiri dalam laga melawan Borneo FC. Sikap serba-bisa ini membuatnya menjadi salah satu pemain paling dihormati di skuad Persebaya Surabaya.
Mohammed Rashid, gelandang asal Palestina, juga menjadi pemain penting di bawah arahan Paul Munster. Ia tampil sebanyak 1467 menit di semua pertandingan, mencetak enam gol yang menjadikannya top skor sementara tim.
Kontribusi Rashid tidak hanya dalam menyerang, tetapi juga saat bertahan. Keberadaannya di lini tengah memberi keseimbangan permainan Green Force, membuatnya menjadi salah satu rekrutan terbaik musim ini.
Bruno Moreira, sang kapten, juga masuk dalam daftar pemain tak tergantikan. Pemain asal Brasil ini hanya melewatkan satu pertandingan akibat kartu merah, sementara di 16 laga lainnya ia selalu tampil penuh.
Meski produktivitas Bruno sedikit menurun dibandingkan musim lalu, perannya tetap vital. Ia mencetak tiga gol dan satu assist, menunjukkan dedikasi sebagai pemimpin di dalam dan luar lapangan.
Gilson Costa, gelandang serba bisa, menjadi nama terakhir dalam daftar ini. Ia tampil dalam semua 17 pertandingan, meski beberapa kali harus memulai dari bangku cadangan.
Gilson sering kali 'dikorbankan' untuk memberi tempat bagi pemain U22, seperti Toni Firmansyah. Namun, ia tetap mampu memberikan kontribusi signifikan saat dipercaya bermain.
Paul Munster berhasil mengoptimalkan peran masing-masing pemain untuk mencapai konsistensi ini. Rotasi yang dilakukan juga tidak mengurangi performa tim, dengan beberapa pemain tetap menjadi andalan utama.
Catatan ini menunjukkan betapa pentingnya kedalaman skuad yang dimiliki Persebaya Surabaya. Dengan jadwal padat Liga 1, performa pemain-pemain ini menjadi fondasi kesuksesan Green Force.
Kehadiran pemain seperti Kadek Raditya dan Slavko Damjanovic di lini belakang memberikan kepercayaan diri kepada tim. Sementara itu, kontribusi pemain seperti Flavio Silva dan Rashid di lini serang menjaga keseimbangan permainan.
Kapten Bruno Moreira tetap menjadi sosok inspiratif bagi rekan-rekannya. Gilson Costa, meski sering tampil dari bangku cadangan, menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kesempatan bermain.
Dengan putaran kedua yang semakin sengit, peran pemain-pemain ini akan semakin krusial. Konsistensi mereka diharapkan bisa terus menjaga peluang Persebaya Surabaya dalam perburuan gelar juara.
Green Force kini berada dalam posisi yang menguntungkan, tetapi tantangan di putaran kedua tidak akan mudah. Persaingan ketat dengan Persib Bandung dan tim-tim papan atas lainnya akan menguji ketangguhan tim asuhan Paul Munster.
Para pemain yang tak pernah libur ini menjadi contoh nyata dedikasi dan kerja keras. Dengan semangat yang sama, Persebaya Surabaya diharapkan bisa mengakhiri musim dengan prestasi terbaik sejak promosi ke Liga 1.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti keberanian Paul Munster dalam menerapkan strategi dan memaksimalkan potensi pemain. Dengan kolaborasi yang solid, Persebaya Surabaya siap menghadapi tantangan di sisa musim ini.