← Beranda

Prediksi PSBS Biak vs Semen Padang, Deja vu Final Liga 2 Tersaji di Bali

Edi YuliantoJumat, 18 Oktober 2024 | 21.00 WIB
Gelandang Semen Padang Rosad Setiawan ingin memberikan yang terbaik saat berjumpa dengan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (18/10) sore. (LIB)

JawaPos.com – PSBS Biak akan menjamu Semen Padang FC dalam laga lanjutan pekan kedelapan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10) sore.

Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di Liga 1 musim ini, meski sebelumnya mereka sudah bertemu di final Pegadaian Liga 2 2023/2024, di mana PSBS Biak keluar sebagai juara.

Pelatih PSBS Emral Abus mengaku siap bekerja keras membawa tim meraih kemenangan. Meski Semen Padang adalah klub dari kampung halamannya, dia tetap profesional dan bertekad fokus untuk meraih poin penuh.

"Walaupun Semen Padang dari kampung halaman, saya tidak gentar. Kami fokus mencari poin maksimal," kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Dia juga menilai PSBS sudah menunjukkan tren positif, terutama dalam laga-laga sebelumnya melawan tim kuat seperti Persija Jakarta, Madura United, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri.

Meski sempat kalah dari Persebaya, tim mampu menguasai permainan. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa tim memiliki potensi besar.

"Mereka sangat antusias dalam latihan, dan saya yakin bisa meraih poin maksimal," imbuhnya.

Namun, pada laga melawan Semen Padang ini, PSBS harus tampil tanpa Fabiano Beltrame, yang absen akibat hukuman akumulasi kartu kuning.

Emral Abus mengungkapkan bahwa Donny Monim atau Jaime Xavier akan menggantikan posisi Fabiano di lini pertahanan.

"Kami punya banyak opsi, dan mereka siap menjalankan tugasnya," katanya.

Mengenai kondisi lawan, dia menyadari bahwa Semen Padang sedang dalam kondisi sulit karena belum meraih kemenangan hingga pekan ketujuh.

Namun, dia tetap mengingatkan para pemainnya untuk tidak meremehkan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

"Semen Padang ingin keluar dari kondisi ini, jadi mereka wajib diwaspadai," ucap Emral Abus.

Dalam catatan pertemuan terakhir, PSBS unggul 3-0 atas Semen Padang, namun dia tetap menekankan pentingnya rasa hormat kepada lawan.

Selain itu, dia juga mengapresiasi profesionalisme pemain PSBS, yang selalu serius dalam latihan dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi tim. "Saya percaya PSBS Biak akan melanjutkan tren positif ini," pungkasnya.

Sementara Semen Padang sendiri dipastikan bakal berjuang ekstra keras untuk dapat menebus rentetan hasil tak memuaskan sepanjang bulan lalu.

Bagaimana tidak, dari empat laga yang dijalani, Kabau Sirah cuma berhasil meraih satu kali hasil imbang dan tiga laga lainnya dilalui dengan hasil kekalahan.

Tiga kekalahan beruntun juga dirasakan bulan lalu saat takluk 1-2 dari Malut United FC di kandang, kalah 1-2 dari PS Barito Putera di kandang sendiri dan tersungkur 1-0 saat bertandang melawan Persita Tangerang.

Hanya laga lawan Persis Solo saja yang berhasil mendulang poin, itu juga hanya satu poin saja setelah main imbang tanpa gol lawan Persis Solo di laga home yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor sebelum jeda kompetisi momen FIFA Matchday.

Gelandang Semen Padang, Rosad Setiawan, memastikan timnya dalam kondisi baik dan siap tempur untuk laga lawan PSBS nanti. Dia juga menyebutkan semua sudah disiapkan, termasuk mental untuk memberikan yang terbaik.

“Persaingan sangat ketat. Setiap pertandingan yang kita mainkan, pasti kita ingin tiga poin. Dan, juga kita ingin keluar dari situasi sulit saat ini,” kata Rosad Setiawan.

Musim ini, Rosad Setiawan sendiri juga masih belum menemukan performa terbaiknya. Dari tujuh laga yang sudah dijalani Semen Padang, pemilik nomor punggung 31 di Semen Padang FC itu baru dimainkan lima kali.

Bahkan, dari lima laga itu, hanya satu kali saja Rosad tercatat bermain penuh 90 menit. Empat laga lainnya, dia hanya bermain 45 menit, 28 menit, 30 menit, juga 32 menit saja.

Tentu saja kehadiran pelatih Eduardo Almeida di bench pada laga nanti diharapkan dapat lebih melecut motivasi Rosad Setiawan dan kawan-kawan.

EDITOR: Edi Yulianto