JawaPos.com – Pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek, beda pandangan tentang pernyataan Candra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya, terutama terkait penjelasan status Darryl Lachman bersama Green Force.
Manajemen Persebaya akhirnya buka suara terkait pemain asal Curacao tersebut. Candra menyebut Darryl telah melakukan wanprestasi alias tindakan inkar janji yang dilakukan dalam perjanjian di atas materai.
“Darryl Lachman wanprestasi, sehingga sampai sekarang situasinya ia tidak bisa bermain di Persebaya,” sebut Candra, dikutip Instagram fansbase Persebaya @persebayafans.27.
Pernyataan Candra yang mewakili manajemen Green Force membuat netizen, yang mayoritas Bonek, memberikan komentar beragam. “Misal aku dadi menejemen pun yo pasti pikir2 meh lapor CAS / fifa, selagi menejemen gak dirugikan material mending close aja, ngapain dibuat repot, secara lapor fifa/cas pun pasti butuh biaya dll, drpd ribet ngurusi 1 wong tok sing gak ono manfaat e mending ngurusi internal e dewe ae karuan luwih jelas,” kata @nag***
“Klub sebesar persebaya digae yak yakan meneng ae ayo ndraa mandra,” tulis @war***
“Nek ancen bener" wes TTD kontrak, wes lepasen ae terus laporkan ke fifa. drpd mok pekso main gak teko ati,” lanjut @mar***
“Wes selama GK rugi g ush lapor fifa. Maksimal kan pemain yg ada. Putaran ke 2 baru golek bek tambahan. Lapor fifa Yo butuh duit,” ungkap @yud***
“Nek wes yakin wanprestasi yo digowo nang CAS ae lah,” ujar @tby***
“Klo lapor FIFA Persebaya gk gelem kalong duit..intine ngunu..asline nek lapor FIFA gawe efek jera ke pemain yg bersangkutan juga sebagai contoh utk pemain lain,” imbuh @ard***
“Kok gak lapor fifa,” cetus @_far***
Selain komentar pro dan kontra dari netizen terkait kasus Darryl Lachman, ada pula netizen yang menyarankan manajemen untuk mencari penggantinya.
“Ali sesay dukur nduwe, mblayu banter, bodi apik,” ucap @dub***
“Karuan jupuk Ali sesay,” tutup @abr***