← Beranda

Transformasi Persija Jakarta, Kepergian sang Veteran hingga Ucapan Perpisahan Thomas Doll

Edi YuliantoJumat, 14 Juni 2024 | 21.46 WIB
Potret Thomas Doll pelatih Persija Jakarta memberikan instruksi jelang laga vs Borneo FC./(Instagram/persija)

JawaPos.com – Persija Jakarta menghadapi kompetisi musim 2024/2025 dengan banyak perubahan. Selain ditinggal dua veteran Maman Abdurahman dan Tony Sucipto, The Jakmania juga harus mengucapkan selamat tinggal kepada Coach Thomas Doll.

Doll, pelatih berpaspor Jerman, tak akan lagi memimpin Macan Kemayoran menghadapi panasnya kompetisi Liga 1 musim depan. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu memutuskan kerja sama yang telah terjalin selama dua tahun terakhir.

“Sungguh luar biasa bisa mengenal dan merasakan semuanya (di Persija). Itu adalah dua tahun yang luar biasa di klub hebat. Pada akhirnya, semuanya tidak berjalan seperti yang kami bayangkan, kami berpisah dengan baik,” ucap Doll.

Keputusan ini membuat The Jakmania masih tak menyangka atas fakta tersebut. “Masih gak nyangka,” timpal @int***

“Sukses di manapun coach sebenarnya kami masih ingin coach di Persija,” timpal @fhr***

Kepergian Doll makin menambah rasa kehilangan The Jakmania, karena mereka sebelumnya harus kehilangan Maman dan Tony usai menghadapi PSIS Semarang pada ajang RCTI Premium Sports 2024 di Jakarta International Stadium, Kamis (30/5/2024).

Kemenangan 1-0 laga itu menjadi pelengkap, begitu juga Guard of Honour yang diberikan pada pemain Macan Kemayoran kepada bek tengah berusia 42 tahun itu.

Maman mengakhiri karier gemilangnya bersama klub ibu kota dengan total 162 penampilan pada 2016 hingga 2024 plus tiga trofi, Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, dan Piala Menpora 2021.

Jika digabungkan saat bermain bersama klub lainnya, maka secara total pria kelahiran Jakarta ini sudah mengenyam 420 penampilan profesional sepanjang 2001 hingga 2024 serta 29 tampil bersama tim nasional Indonesia pada 2004 hingga 2010.

"Dalam sepak bola, datang dan pergi hal biasa. Yang tetap bertahan adalah pendukung setianya. Ijinkan malam ini saya menjadi bagian dari kalian (The Jakmania)," ujar Maman dalam sambutannya di tengah lapangan usai laga.

Chant Maman Abdurahman yang dikumandangkan The Jakmania menegaskan kedekatan bek yang memulai karier di PS PAM Jaya itu bersama The Jakmania.

Perjalanan karier profesionalnya bersama Persija terasa manis mengingat banyak impiannya bisa digenapi seiring perjalanan kariernya bersama Persija. Sejak lama dia sudah bertekad untuk mengakhiri karier bersama Persija dan itu akhirnya terwujud serta yang cukup fenomenal adalah terwujudnya niat untuk bermain bersama sang anak, Rafa, pada laga akhir musim ini saat mengalahkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Lifetime Appreciaton memang layak disematkan kepada Maman yang membuktikan kematangannya di antara banyaknya pemain muda yang datang dan pergi di tim utama Persija. Dua kali dia mencatatkan sebagai pemain tertua yang terdaftar di Liga 1 pada dua musim terakhir. Ini juga menjadi bukti bahwa siapapun pelatih yang hadir memimpin Macan Kemayoran tetap mempercayakan dirinya berdampingan dengan lini belakang seperti Rizky Ridho, Ondrej Kudela, Hansamu Yama hingga Muhammad Ferarri.

Begitu pula dengan perjalanan Tony Sucipto yang berada di pengujung kebersamaannya dengan Persija usai laga semifinal RCTI Premium Sports kontra PSIS Semarang 1-0 di Jakarta International Stadium, Kamis (30/5/2024).

Rasa haru yang mendalam dirasakan pemain kelahiran Surabaya 38 tahun lalu itu saat diminta sambutannya di hadapan The Jakmania yang hadir di JIS. Chant dirinya yang dikumandangkan pendukung setia Macan Kemayoran itu makin melengkapi prosesi akhir petuangannya bersama tim kebanggaan ibu kota ini.

Usai laga, pemilik nomor 6 ini mendapat Guard of Honour bersama rekannya, Maman Abdurahman.

"Terima kasih kepada manajemen, pelatih, staff, pemain dan ofisial tim. Lima tahun mungkin hanya satu gelar yang bisa saya bawa untuk Persija. Terima kasih sebesar-besarnya untuk The Jakmania yang selama saya datang dan kembali selalu mendukung saya. Dalam kondisi buruk hingga gelar juara (Piala Menpora) terus mendukung," ujar Cak Ton, nama panggilan akrabnya, kala memberikan sambutan.

Sebenarnya tidak hanya rentan lima tahun sejak 2019 saja Tony bermain untuk Persija, pada musim 2010/2011 gelandang yang sempat membawa Timnas Indonesia meraih posisi runner-up di AFF 2010 itu sempat membela Macan Kemayoran dibawah kepelatihan Rahmad Darmawan.

Butuh delapan musim bagi penggemar Vespa klasik ini untuk kembali berkostum Persija. Dalam petualangannya kedua bersama Macan Kemayoran, Cak Ton membukukan 84 penampilan termasuk lima kali bermain pada musim 2023/2024.

Di akhir sambutannya, Cak Ton memiliki harapan yang disambut riuh oleh The Jakmania. "Persija adalah tim ibu kota Jakarta dan sudah selayaknya Persija bermain di kota Jakarta," ujarnya menutup sambutannya.

EDITOR: Edi Yulianto