← Beranda

Menunggu Trisula Maut Timnas Indonesia yang Bersinar di Eropa, Siap Bawa Garuda Menuju Piala Dunia

Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 15 April 2024 | 01.12 WIB
NATURALISASI: Ragnar Oratmangoen dikabarkan akan ditemani oleh Ilias Alhaft dan Ole Romeny untuk memberikan daya gedor Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. (Instagram Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny)

JawaPos.com — Timnas Indonesia U-23 berpotensi memiliki trio striker mematikan dengan rekam jejak impresif di kompetisi Eropa, menghasilkan total lebih dari 80 gol, jika dua pemain keturunan ini berhasil dinaturalisasi oleh PSSI.

Saat ini, gencar mencari pemain keturunan untuk memperkuat skuad, PSSI memiliki harapan besar bahwa kehadiran para pemain keturunan ini dapat membantu tim mengatasi dua laga tersisa dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, Timnas Indonesia telah menambah kekuatan dengan kehadiran empat pemain keturunan baru, antara lain Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, dan Ragnar Oratmangoen.

Kehadiran mereka membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan beruntun melawan Vietnam, menjadikan tim berada di posisi kedua dalam klasemen Grup F, dengan peluang besar untuk lolos ke putaran berikutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Demi memenuhi target tersebut, PSSI tengah fokus pada penguatan lini depan dengan pemain keturunan. Meskipun belum ada kepastian mengenai siapa pemain yang akan dinaturalisasi, data menunjukkan bahwa Timnas Indonesia berpotensi memiliki trio striker yang sangat kuat jika dua pemain ini berhasil direkrut.

Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah Ilias Alhaft, pemain berdarah Surakarta yang bermain sebagai winger FC Noah di Liga Armenia. Musim ini, Alhaft telah mencetak 6 gol dalam 26 pertandingan di berbagai ajang kompetisi. Total, Ilias Alhaft telah mengemas 40 gol selama kariernya di kompetisi Eropa, dengan 34 gol di Liga Belanda dan 6 gol di Liga Armenia.

Heatmap Ilias Alhaft
Heatmap Ilias Alhaft

Penampilan mencolok Ilias Alhaft bersama FC Noah musim 2023/2024 telah menarik perhatian sebagai harapan baru bagi Timnas Indonesia. Dalam 25 pertandingan yang dimainkan, Ilias Alhaft tampil sebagai starter dalam 20 pertandingan dengan rata-rata 73 menit bermain per laga. Meskipun mencetak lima gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 364 menit, kontribusinya lebih dari sekadar itu. Dengan rata-rata 1.6 percobaan tembakan per pertandingan, dia memiliki tingkat konversi gol sebesar 12%.

Selain itu, Ilias Alhaft juga terlibat dalam memberikan umpan penting dengan mencatat delapan assist dan satu umpan kunci per pertandingan dengan akurasi passing mencapai 78%. Meskipun tidak terlalu kuat dalam umpan panjang dengan hanya 0.2 yang akurat per pertandingan, dia tetap memberikan kontribusi dengan 0.8 crossing yang akurat.

Di sisi pertahanan, Alhaft juga terlibat dengan 1.1 intersepsi dan 2.8 bola yang berhasil direbut per pertandingan, meskipun dia dapat ditembus oleh lawan sebanyak 1.5 kali per pertandingan. Meskipun memiliki sedikit kesalahan yang menyebabkan lawan mencetak gol, dia memperlihatkan keahlian dalam menggiring bola dengan 3.5 dribel sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 75%.

Dalam duel fisik, dia berhasil memenangkan 38% dari total duel yang dia ikuti, dengan catatan 0.3 duel udara yang dimenangkan dari total 30%. Secara keseluruhan, penampilan Ilias Alhaft menjanjikan dan bisa menjadi tambahan berharga bagi Timnas Indonesia dengan kontribusi yang beragam di berbagai aspek permainan.

Selain Ilias Alhaft, ada juga Ole Romeny, striker keturunan Medan yang tajam di Liga Belanda. Romeny telah mencetak 12 gol dalam ajang Eredivisie serta 13 gol di Keuken Kampioen Divisie dan 2 gol di KNVB Beker. Secara keseluruhan, Romeny telah mengoleksi 27 gol dalam kompetisi resmi selama kariernya.

Heatmap Ole Romeny
Heatmap Ole Romeny

Penampilan menjanjikan Ole Romeny bersama FC Utrecht musim 2023/2024 telah menarik perhatian sebagai potensi bintang baru bagi Timnas Indonesia. Dalam 13 pertandingan yang dimainkan, Ole Romeny hanya tampil sebagai starter dalam 4 pertandingan dengan rata-rata 36 menit bermain per laga.

Meskipun hanya mencetak satu gol dengan tingkat konversi sebesar 9%, kontribusinya dalam serangan lebih terlihat dari ekspektasi gol yang mencapai 1.49. Dia mencatatkan rata-rata 0.8 percobaan tembakan per pertandingan dengan 0.4 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Namun, kekurangannya terlihat dari empat peluang besar yang gagal dimanfaatkannya.

Dalam hal distribusi bola, Ole Romeny memiliki akurasi passing sebesar 81%, dengan rata-rata 7.1 umpan akurat per pertandingan. Meskipun tidak terlalu kuat dalam memberikan umpan panjang, dengan 0.3 yang akurat per pertandingan, dia menunjukkan keahlian dalam mengirimkan umpan chip yang semuanya akurat.

Di sisi pertahanan, kontribusinya terbatas dengan hanya 0.2 intersepsi dan 0.5 tackle per pertandingan, namun dia mampu merebut bola sebanyak 1.6 kali per pertandingan. Meskipun kemampuannya dalam menggiring bola terbatas dengan hanya 0.3 dribel sukses per pertandingan, dia cukup kuat dalam duel fisik, memenangkan 53% dari total duel yang dia ikuti.

Dalam duel udara, meskipun kurang dominan, dia masih berhasil memenangkan 33% dari total duel udara yang dia ikuti. Meskipun kehilangan posisi beberapa kali, dia jarang melakukan pelanggaran dan sering kali menjadi korban pelanggaran oleh lawan. Keseluruhan, penampilan Ole Romeny menjanjikan dan bisa menjadi tambahan yang berharga bagi Timnas Indonesia dengan potensi untuk berkembang lebih jauh di masa mendatang.

Dengan tambahan Ragnar Oratmangoen, striker yang telah menjadi WNI dan telah mencetak 17 gol di Keuken Kampioen Divisie, serta 1 gol di KNVB Beker, trio striker ini memiliki potensi untuk menghasilkan lebih dari 80 gol jika berhasil bersatu dalam timnas.

Keberadaan trio maut ini di lini depan Timnas Indonesia akan menjadi kekuatan besar dalam persiapan menghadapi persaingan di Piala Dunia. Diharapkan bahwa kehadiran mereka akan memberikan kontribusi besar dalam meraih kemenangan dan membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh dalam turnamen bergengsi ini.

Dengan begitu, Timnas Indonesia dan para penggemar sepak bola Tanah Air menantikan dengan penuh harap apakah kehadiran trisula maut ini dapat membawa skuad Garuda melangkah ke putaran final Piala Dunia, sebuah pencapaian yang akan menjadi prestasi gemilang bagi sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto