← Beranda

Deretan Striker Gacor yang Pernah Dimiliki Persebaya, Kamu Suka yang Mana?

Edi YuliantoKamis, 1 Februari 2024 | 19.23 WIB
Paulo Henrique pernah bergabung dengan salah satu klub paling legendaris di Brasil, SC Internacional, pada periode 2018/2019. (Instagram Persebaya)

PERSEBAYA Surabaya sejatinya sangat disayangkan tak memiliki striker haus gol musim ini. Padahal, klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu pernah memiliki sederet bintang lapangan, khususnya dalam urusan membobol gawang lawan.


EDI YULIANTO, Editor JawaPos.com

___

Bicara musim ini, Persebaya sebenarnya memiliki Paulo Victor, pemain asal Brasil yang didatangkan Persebaya pada 2023. Victor memiliki predikat menjanjikan, apalagi melihat performanya saat tampil di Liga Kamboja bersama Visakha pada 2022. Dia menghasilkan 15 gol dari 17 penampilan.

Predikat itu sempat dijawab melalui penampilan impresif Victor pada putaran kedua musim lalu. Sayang, performa gemilangnya tak berlanjut ketika menjalani awal musim ini. Dia hanya menghasilkan sebiji gol dengan total delapan gol dari 29 penampilan.

Imbasnya, Persebaya mengasingkannya dan menunjuk Paulo Henrique sebagai suksesor sesama pemain asal Brasil. Namun, striker berkepala plontos itu belum juga menunjukkan ekspektasi lebih di hadapan pendukung setia Persebaya.

Paling mengecewakan kubu Bonek ketika mantan striker Persiraja Banda Aceh itu membuang kesempatan emas mencetak gol saat Persebaya menjamu PSIS Semarang beberapa hari lalu. Situasi itu membuat Persebaya harus puas bermain imbang 1-1.

Henrique mungkin masih mendapatkan kesempatan dari Paul Munster ketika menjalani laga kandang menyambut Bhayangkara FC, Minggu (4/2). Jika tak juga mencetak gol, maka perannya tak lebih baik dari Paulo Victor.

Nah, bicara striker gacor yang pernah dimiliki Persebaya, JawaPos.com coba membeberkan sejumlah nama yang dianggap memiliki kredibilitas sebagai striker tajam.

David da Silva

Pemain asal Brasil ini pernah menjadi idola di Surabaya, dan itu wajar merujuk kontribusinya bersama Green Force selama dua periode pada 2018 dan 2019-2020. Pada 2018, Da Silva mencetak 20 gol dari 23 penampilan. Sementara pada periode keduanya, pemain yang kini bermain bersama Persib Bandung itu menghasilkan 15 gol dari 19 penampilan saat berseragam Green Force.

Sebagian Bonek bahkan masih merindukan kebersamaannya dengan Persebaya, karena pemain berusia 34 tahun itu dinilai mumpuni sebagai striker Green Force.

Jacksen F Tiago

Satu lagi figur asal Brasil yang mengharumkan Persebaya. Dirinya bahkan tercatat sebagai pemain dan pelatih yang mempersembahkan gelar Liga Indonesia bersama klub kebanggaan Surabaya.

Saat masih berstatus sebagai pemain pada 1996/1997, dia dinobatkan sebagai predator setelah mencetak 26 gol. Fakta itu pula yang membuatnya sebagai top skor musim itu.

Dia pula membawa Persebaya Green Force promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah menjadi juara Divisi 1 (saat menjadi pelatih). Dan, puncaknya ketika Persebaya menjadi klub terbaik Divisi Utama Liga Indonesia setahun kemudian.

Yusuf Ekodono

Sosok satu ini memulai kariernya pada 1980-an, namun performa terbaiknya justru meledak pada 1990-an. Momen paling diingat ketika dirinya mencetak dua gol saat Persebaya menang atas Pelita Jaya 3-2 di final Piala Utama 1990.

Piala Utama sendiri merupakan duel antara kampiun Perserikatan dengan Galatama. Yusuf bahkan dinobatkan sebagai top skor dengan enam gol sekaligus pemain terbaik turnamen tersebut.

Cristian Carrasco

Striker asal Chile ini pernah mewarnai perjalanan Persebaya, tepatnya di Liga Indonesia 2004. Dia menjadi andalan Jacksen F Tiago di lini depan Green Force saat berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto.

Pemain yang identik dengan topeng Spiderman ini mencetak 15 gol ketika Green Force menjadi juara pada 2004.

Andi Oddang

Tak hanya menjadi legenda PSM Makassar, Andi Oddang juga memiliki cerita tersendiri saat berseragam Persebaya pada 2009.

Dia tercatat dua musim membela Persebaya, yaitu pada Divisi Utama 2008-2009 dan Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Paling dikenal saat Andi mencetak hattrick saat Persebaya menang 5-3 atas Persisam Samarinda.

Emmanuel Kenmogne

Kenmogne menjadi striker di luar pemain dari Amerika Latin yang bersinar bersama Persebaya. Pemain asal Kamerun ini pernah menggondol Sepatu Emas ISL 2014 setelah mencetak 25 gol.

Namun, perjalanan Kenmogne tak berlangsung lama bersama Green Force. Pemain yang sempat dipanggil Pacho itu memutuskan hengkang ke klub Malaysia, Kelantan FA, semusim kemudian.

EDITOR: Edi Yulianto