← Beranda

5 Kejutan Terbesar Peringkat Ballon d’Or 2025: Dua Bintang PSG Terdepak dari 10 Besar

Bramasta JPKamis, 25 September 2025 | 15.04 WIB
Kvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves tidak masuk 10 besar Ballon d

JawaPos.com–Ballon d’Or 2025 ditutup dengan Ousmane Dembele yang berhasil mewujudkan potensi bakatnya dengan memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia. Acara dilaksanakan di Theatre du Chatelet, Paris, pada Selasa (23/9) dini hari WIB.

Perjalanan Dembele menjadi inspirasi besar, dengan perjalann yang naik-turun ketika menopang ekspektasi besar ketika mendarat ke Catalunya sebagai pemain sensasional berusia 20 tahun. Tapi dia pergi dari Barcelona setelah dianggap gagal total karena riwayat cedera.

Pemain Prancis akhirnya mencapai puncak performa di usia 28 tahun sepanjang musim 2024/2025. Dia mengambil peran baru di lini depan Paris Saint-Germain yang menjadi salah satu faktor penentu kedigdayaan mereka di Liga Champions.

PSG memang luar biasa secara kolektif karena didukung dengan bintang-bintang di setiap lini. Tapi penampilan individu Dembele untuk Les Parisiens tak diragukan lagi, dia pemain terbaik di Parc des Princes.

Perdebatan tentang pemenang alternatif pemenang tak terelakkan setelahnya, dengan muncul nama Raphinha, tetapi kejahatan nyata di upacara Ballon d’Or tahun ini justru menyangkut penempatan beberapa nominasi di posisi yang lebih rendah. Berikut lima kejutan terbesar dari peringkat Ballon d’Or putra 2025.

1. Michael Olise – Bayern Munchen (Peringkat ke-30)

Total 34 kontribusi dengan 17 gol dan 17 asis untuk Bayern Munchen di Bundesliga dan Liga Champions membuat Olise memiliki statistik yang melengkapi gaya bermain yang seharusnya memuaskan para pemilih Ballon d’Or.

Pemain berpaspor Prancis ini bukanlah kandidat teratas untuk penghargaan tahun ini, tetapi finis di posisi ke-30 jelas merupakan kesalahan besar. Olise memainkan peran penting di musim debutnya bersama Die Roten yang langsung merebut kembali tahta tertinggi Liga Jerman.

Winger 23 tahun ini tampil elegan telah menjelma menjadi bintang bagi tim nasional Les Bleus asuhan Didier Deschamps selama 12 bulan terakhir. Olise jelas tidak pantas menerima penghargaan diperingkat terakhir di ajang ini.

2. Virgil van Dijk – Liverpool (Peringkat ke-28)

Van Dijk sempat menjadi calon terkuat penerus Fabio Cannavaro menjadi bek pemenang Ballon d’Or pada tahun 2019 lalu, ketika pemain asal Belanda itu tampil di level terbaiknya sebagai pemain bertahan.

Baca Juga: Cedera Lutut Giovanni Leoni Jadi Sinyal Buruk, Arne Slot Waswas Opsi Lini Belakang Liverpool

Van Dijk kalah tipis dari Lionel Messi dalam perebutan penghargaan musim tersebut, dan banyak yang mengira ia akan kembali dipermalukan pada tahun 2025 ini. Bek Belanda yang dominan ini sempat mengalami sedikit jeda setelah pulih dari cedera lutut yang parah.

Tetapi ia kembali ke performa terbaiknya musim lalu, setelah membantu Liverpool meraih gelar Liga Inggris kedua di era modern ini. Van Dijk bahkan hanya absen satu laga saja saat The Reds mencatatkan rekor pertahanan terbaik kedua di Inggris.

Di penghargaan musim ini, pemain berusia 34 tahun ini menjadi satu-satunya bek tengah yang masuk dalam daftar nominasi 30 besar, tetapi apakah 27 pemain yang finis di atas van Dijk tampil lebih baik daripada pemain yang punya julukan “Big Virg” itu.

3. Joao Neves – Paris Saint-Germain (Peringkat ke-19)

Vitinha benar-benar luar biasa musim lalu, dan memang pantas mendapatkan peringkat iga besar, tetapi mengapa kedua rekan setimnya berada di peringkat yang begitu rendah? Fabian Ruiz di posisi ke-24, begitu pula Neves di posisi ke-19.

Jika Fabian adalah perekat panas yang mencetak gol di semifinal Liga Champions melawan Arsenal dengan tendangan kerasnya, Neves adalah operator serba bisa di ruang mesin PSG untuk menguasai bola di lini tengah.

Neves juga cetak gol penyelamat Les Parisiens ketika mengawali langkah untuk PSG comeback di babak playoff, setelah tertinggal 0–2 di awal babak kedua dari Manchester City menjadi 4–2 untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions.

Gelandang 20 tahun asal Portugal ini memiliki kombinasi luar biasa antara kegigihan dan teknik tinggi yang ia punya, dan sama pentingnya bagi kesuksesan PSG, sama seperti Vitinha, yang finis 16 peringkat lebih tinggi.

4. Kvicha Kvaratskhelia – Paris Saint-Germain (Peringkat ke-12)

Ada banyak faktor yang berperan dalam kebangkitan PSG di pertengahan musim hingga menyabet quadruple winner musim 2024/2025. Setelah berjuang keras di liga, mereka melenggang mulus mendominasi Liga Champions.

Pergantian peran Dembele menjadi ujung tombak utama, kemunculan Desire Doue, dan kecerdasan Enrique merekrut Kvaratskhelia pada bulan Januari adalah beberapa kunci Pembangunan dinasti tim ibu kota Prancis ini.

Dari julukan 'Kvaradona' di kota Naples, bintang timnas Georgia ini langsung menjadi bintang di Paris hingga muncul julukan baru 'Kvaradinho' sebagai penghormatan kepada salah satu legenda mereka, Ronaldinho Gaucho.

Kvara langsung nyetel dengan skema Enrique, ketika memberi PSG tambahan tenaga serangan ekstra yang membuat mereka tak terbendung. Kontribusi kunci Kvaratskhelia di babak gugur Liga Champions membuatnya pantas finis setidaknya masuk di 10 besar penghargaan ini.

5. Pedri – Barcelona (Peringkat ke-11)

Pada akhirnya, kemenangan PSG di Liga Champions, dan mungkin juga kesuksesan timnas Portugal di Nations League di musim panas, yang membantu Vitinha meraih podium teratas bersama rekan setim pemain satu ini, Lamine Yamal.

Ketiga jajaran teratas benar-benar luar biasa, tak terbantahkan, tetapi Pedri bisa dibilang adalah salah satu gelandang tengah dengan performa terbaik di dunia musim lalu. Ketenangannya bak menyerap bakat Iniesta dan Xavi di Catalunya.

Musim yang bebas dari gangguan kebugaran, memberikan begitu banyak penampilan gemilang bagi pemain berkebangsaan Spanyol ini menjelma menjadi motor serangan dari lini tengah yang mampu mendikte bola di lapangan.

Menekan Barcelona hampir mustahil dilakukan ketika Pedri ada di atas rumput hijau, dan dia juga telah membuktikan dirinya sangat mahir dalam fase bertahan untuk Blaugrana. Tak ada yang mengatakan bahwa pemain 22 tahun ini akan menang, tetapi terlempat dari 10 besar adalah kriminalitas.

Konsistensi Pedri yang tak kenal lelah tak perlu dipertanyakan, kontribusinya tersebut membawa Barcelona mengakhiri musim 2024/2025 dengan tiga trofi, mendominasi sepak bola Spanyol menjadi raja yang tak tergoyahkan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah