← Beranda

Pedoman Penulisan Gelar yang Tepat: Ketentuan, Penjelasan, dan Contoh Penulisan yang Benar

Diki FebriantoRabu, 24 Januari 2024 | 02.23 WIB
Ilustrasi topi wisudah sebagai tanda kelulusan dan capian gelar. (freepik.com)

JawaPos.com - Penulisan gelar akademik merupakan bagian terpenting, khususnya pada saat berinteraksi di dunia profesional maupun sosial.

Penggunaan gelar yang tepat, tidak sekadar mencerminkan tingkat pendidikan yang didapat atau keahlian seseorang, melainkan bentuk menghormati norma yang berlaku.

Tulisan ini akan menguraikan pedoman penulisan gelar yang tepat, dengan mengacu pada ketetapan oleh pemerintah.

Baca Juga: Cara Penulisan Gelar Lulusan Akademik, Vokasi, dan Profesi

Ketentuan tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010, tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya pada pasal 98, yang dijelaskan sebagai berikut.

Gelar Lulusan Pendidikan Tinggi 

Pada pasal 98 telah dijelaskan bahwa lulusan pendidikan akademik, vokasi, profesi maupun spesialis, berhak mencantumkan atau menggunakan gelar akademik. 

Adapun gelar untuk lulusan pendidikan akademik terdiri dari, sarjana, magister, doktor. Sedangkan gelar untuk vokasi yaitu, ahli pratama, ahli muda, ahli madya, dan sarjana sains. 

Baca Juga: Gelar Pasar Murah di Lamongan, Gubernur Khofifah Sebut Pemprov Jatim Intervensi Daya Jangkau Kestabilan Harga Bapok

Gelar Lulusan Pendidikan Akademik

Gelar lulusan pendidikan akademik terdiri dari tiga jenjang, yaitu sarjana, magister, dan doktor, berikut uraian dan contoh penulisan.

  1. Jenjang Sarjana

Pada jenjang sarjana, penulisan gelar terletak di bagian belakang nama dengan mencantumkan huruf S, diikuti dengan inisial program studi atau bidang ilmu. 

Contoh penulisan gelar sarjana misalnya, S.Psi. untuk Sarjana Psikologi, S.Pd. untuk Sarjana Pendidikan, S.H. untuk Sarjana Hukum, dan S.E. untuk Sarjana Ekonomi. 

Penulisan gelar tersebut ditulis setelah nama dan tanda koma (,) kemudian spasi, baru penulisan gelar.   

  1. Jenjang Magister

Penempatan gelar magister sama dengan sarjana, yaitu terletak di bagian akhir nama, dengan mencantumkan huruf M, dan diikuti inisial program studi atau bidang ilmu. 

Contoh penulisan gelar magister yaitu, M.Hum. untuk Magister Humaniora, M.M. untuk Magister Manajemen, M.Ag. untuk Magister Agama, dan M.Pd. untuk Magister Pendidikan.

Penulisan gelar tersebut ditulis setelah nama dan tanda koma (,) kemudian spasi, baru penulisan gelar.    

Baca Juga: Gol Menit Akhir Lautaro Martinez Bawa Inter Milan Klaim Gelar Piala Super Italia

  1. Jenjang Doktor

Berbeda dengan penulisan gelar sarjana dan magister, gelar doktor ditulis pada bagian awal sebelum nama dengan singkatan Dr. Perlu diperhatikan bahwa penulisan huruf “D” harus kapital dan huruf “r” tidak kapital.   

Gelar Pendidikan Vokasi

Gelar lulusan pendidikan vokasi dibagi menjadi empat, yaitu ahli pratama, ahli muda, ahli madya, dan sarjana sains terapan, berikut penjelasan dan contoh penulisan gelar. 

  1. Ahli Pratama

Ahli pratama merupakan lulusan program diploma satu (D1), penulisan gelar terletak di bagian belakang nama dengan mencantumkan singkatan A.P. disertai dengan inisial program studi atau bidang keahlian. 

Contohnya, A.P.Pel. untuk Ahli Pratama Pelayaran, A.P.Par. untuk Ahli Pratama Pariwisata, dan A.P.Kom. untuk Ahli Pratama Komputer. 

Baca Juga: Piala Super Italia: Inter Milan vs Napoli, Nerazzurri Berhasil Raih Gelar Juara

 

  1. Ahli Muda

Ahli muda untuk lulusan program diploma dua (D2), gelar ditulis di bagian belakang setelah nama, dengan singkatan A.Ma. serta diikuti dengan inisial bidang keilmuan atau program studi.

Contohnya, A.Ma.Pel. untuk Ahli Muda Pelayaran, A.Ma.Pd. untuk Ahli Muda Pendidikan, dan A.Ma.Pust. untuk Ahli Muda Perpustakaan. 

  1. Ahli Madya

Pada jenjang ahli madya untuk lulusan program diploma tiga (D3), gelar ditulis pada bagian akhir setelah nama dengan singkatan A.Md. serta diikuti dengan inisial program studi.

Contohnya, A.Md. Akun. untuk Ahli Madya Akuntansi, A.Md.A.A. untuk Ahli Madya Asuransi dan Aktuaria, dan A.Md.Pel. untuk Ahli Madya Pelayaran. 

Baca Juga: PSI Gelar Kampanye Akbar Perdana di Solo

  1. Sarjana Sains Terapan

Sarjana sains terapan yaitu program diploma empat (D4), gelar ditulis pada bagian belakang nama dengan mencantumkan singkatan S.S.T. setelah itu diikuti nama dari program studi. 

Tetapi terdapat perbedaan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 pasal 30. 

Penulisan gelar untuk D4 yaitu S.Tr. disertai inisial program studi, contohnya S.Tr.Kep. untuk Sarjana Terapan Keperawatan, dan S.Tr.T. untuk Sarjana Terapan Teknik.

Baca Juga: Berdayakan Kreator Lokal, Game PUBG Mobile Gelar TikTok Live Fest

Gelar Pendidikan Profesi

Gelar untuk lulusan pendidikan profesi dapat ditulis pada bagian depan atau belakang nama, yang berhak mencantumkan singkatan bidang profesinya. Misalnya pada Profesi Perawat atau Profesi Ners (Ns). 

 

Gelar Pendidikan Spesialis

Gelar untuk lulusan pendidikan spesialis dapat ditulis pada bagian belakang nama, dengan mencantumkan Sp. disertai dengan singkatan bidang spesialisnya. Misalnya, Sp.A. untuk Spesialis Anak, dan Sp.P. untuk Spesialis Paru.

EDITOR: Nicolaus Ade