← Beranda

Komisi VIII DPR RI Berharap Kuota Tambahan Haji Dapat Memotong Masa Tunggu Calon Jemaah

Fathin Robbani SukmanaSelasa, 7 November 2023 | 01.31 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Wisnu Wijaya. Sumber foto: Instagram.com/maswisnuwijaya

JawaPos.com –  Anggota Komisi VIII DPR RI Wisnu Wijaya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia karena berhasil memperoleh kuota tambahan haji.

Wisnu menyebut Pemerintah Indonesia berhasil melobi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mendapatkan kuota tambahan haji sebanyak 20 ribu jemaah.

Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI itu kuota tambahan haji akan berdampak pada masa tunggu calon jemaah.

Baca Juga: Berlaku Aturan Baru, Calon Jemaah Haji Jalani Dua Tes Kesehatan Sebelum Pelunasan BPIH

Harapan Wisnu, tentu dengan adanya kuota tambahan haji dapat memangkas waktu tunggu calon jemaah secara signifikan.

“Sejujurnya, ketika kami reses beberapa waktu lalu, masalah masa tunggu ini yang menjadi keprihatinan banyak konstituen kami,” ujar Wisnu dalam keterangan persnya.

“Karena ada yang harus menunggu hingga 40 tahun lebih, sementara usia mereka saat ini ada yang sudah menginjak 50-an bahkan sudah sepuh,” lanjutnya dikutip JawaPos.com dari dpr.go.id.

Baca Juga: Daging Dam Jemaah Haji 2023 Masih Tertahan di Tanjung Priok

Ia pun menilai dengan adanya kuota tambahan haji akan ada tantangan lebih besar bagi kemenag untuk penyelenggaraan haji di tanah suci pada tahun 2024.

Pihaknya juga menambahkan bahwa ada banyak catatan serius yang menjadi perhatian Kemenag terkait penyelenggaraan haji di tahun 2023.

“Pertama tingginya angka wafat jemaah yang mencapai 775 orang,” ujar Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 1.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Perketat Jemaah Haji Non Kuota

“Rincian usia yang meninggal di atas 65 tahun sebanyak 577 orang dan usia di bawah 65 tahun sebanyak 198 orang,” tambahnya.

Ia pun meminta agar calon jemaah melakukan screening kesehatan khususnya bagi usia yang sudah lanjut.

“Untuk itu, gagasan untuk memperkuat screening kesehatan kepada calon jemaah khususnya bagi lansia,” kata Wisnu.

“Sebelum mereka melakukan pelunasan pembayaran patut dipertimbangkan secara serius,” lanjutnya.

Ia menegaskan screening dilakukan tujuannya adalah ikhtiar memelihara jiwa yang merupakan bagian dari tujuan syariat, bukan untuk menghambat seseorang beribadah.

Baca Juga: Daging 200 Ribu Hewan Dam Jemaah Haji 2024 Diharapkan Bisa Dikirim ke Indonesia

Politisi PKS itu menuturkan pelayanan katering, transportasi, akomodasi bagi jemaah perlu dihadirkan lebih memadai selama rangkaian haji.

Jangan sampai ada kabar lagi mengenai jemaah yang sempat terdampar di Muzdalifah, sampai tidur di luar tenda saat di Mina.

Alasannya jelas, karena tenda yang tersedia tidak mampu untuk menampung seluruh jemaah asal Indonesia.

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal Riau Masih Dirawat di Arab Saudi, Kepala Kanwil Kemenag Riau: Belum Sadarkan Diri

Karena cuaca di sana cukup ekstrim sehingga sangat berisiko jika terpapar matahari langsung dalam rentang waktu yang cukup lama.

“Kami berharap permasalah teknis di lapangan tersebut bisa kita hindari jauh-jauh hari,” kata Politisi PKS.

“Untuk itu, saya mendorong Kemenag agar bisa segera menyusun berbagai rencana kontinjensi dari berbagai kejadian demi menghadirkan layanan haji yang lebih nyaman dan berkualitas,” tutupnya.

EDITOR: Nicolaus