JawaPos.com - Sirkuit legendaris di Belgia, Spa-Francorchamps, tengah mempelajari kemungkinan untuk kembali berpartisipasi dalam ajang MotoGP.
Sebelumnya, sirkuit yang lebih rutin menggelar ajang Formula 1 ini pernah menggelar ajang Grand Prix Motorsport pada era 1949 sampai 1990. Namun, mereka belum pernah menjajal balapan era MotoGP.
"Saya ingin mendapatkan beberapa peristiwa besar seperti MotoGP. Saya baru-baru ini mengahbiskan waktu di Madrid untuk membicarakannya dengan penyelenggara MotoGP (Dorna)," ujar Direktur Sirkuit Spa-Francorchamps, Nathalie Maillet, kepada DH.be.
Menariknya, trek yang berada di kawasan hutan ini memiliki panjang 7 kilometer dan bia disebut sebagai yang terpanjang di dunia.
"Saya akan mempelajari fasilitas yang diperlukan untuk menyambut kembali MotoGP dan MotoGP. MotoGP tidak akan sampai 2020 dan saya bertujuan untuk jangka panjang," tambah Nathalie Maillet.
Konteks inipun ditanggapi antusias oleh mantan pembalap kelas 250cc yang pernah menjadi jawara di Spa-Francorchamps pada 1990, Didier De Radigues.
"Jika proyek ini berhasil, itu akan fantastis. Spa adalah salah satu sirkuit yang paling nikmat. Di trek lurus Raidillon pembalap akan mencapai kecepatan hingga 350 km/jam. Tampaknya 2020 saya sangat optimistis dapat digelar," timpal De Radigues. (ira/JPG)