JawaPos.com - Manfaat teh hijau untuk diet telah menjadi topik populer di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan secara alami.
Teh hijau, yang berasal dari daun Camellia sinensis, dikenal kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang diyakini dapat mendukung kesehatan tubuh, termasuk pengelolaan berat badan.
Namun, seberapa besar manfaat teh hijau untuk diet dan apa fakta di balik klaim ini?
Simak penjelasan berikut untuk memahami apakah teh hijau benar-benar dapat membantu perjalanan dietmu, seperti dikutip dari Healthline dan Medical News Today.
Baca Juga: Kenali 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Minum Teh Hijau, Apa saja?
1. Meningkatkan Metabolisme dan Pembakaran Lemak
Kemampuan untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh merupakan hal yang utama ketika berbicara tentang manfaat teh hijau untuk diet.
Kandungan katekin atau senyawa polifenol terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang merupakan antioksidan kuat, dipercaya dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak terutama selama aktivitas fisik.
Tidak hanya itu, kafein dalam teh hijau juga terkenal dapat membantu pembakaran lemak. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua penelitian mendukung efek penurunan berat badan dari EGCG, kafein, dan teh hijau.
2. Mengurangi Nafsu Makan
Manfaat teh hijau untuk diet lainnya konon berasal dari potensinya untuk mengurangi nafsu makan, sehingga membantu kamu mengontrol asupan kalori.
Namun, studi menunjukkan hasil yang saling bertentangan manfaat efek teh hijau untuk diet dengan melalui kontrol nafsu makan tersebut.
Misalnya, sebuah tinjauan tahun 2023 menyimpulkan bahwa suplementasi ekstrak teh hijau tidak memiliki efek signifikan terhadap dua hormon pengatur nafsu makan, leptin dan ghrelin.
3. Mengelola Gula Darah dan Resistensi Insulin
Manfaat teh hijau untuk diet juga terkait dengan kemampuannya dalam membantu mengelola kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Ketidakseimbangan gula darah sering kali menyebabkan keinginan untuk ngemil dan penumpukan lemak.
Senyawa polifenol dalam teh hijau membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu penyimpanan lemak.
Dengan mengonsumsi teh hijau secara teratur, kamu dapat sedikit menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menjadi salah satu kunci untuk diet jangka panjang.
4. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Manfaat teh hijau untuk diet juga mencakup perannya dalam mendukung kesehatan pencernaan.
Sistem pencernaan yang sehat memainkan peran penting dalam penyerapan nutrisi dan pembuangan limbah, yang keduanya mempengaruhi berat badan.
Katekin dalam teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di saluran pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan secara tidak langsung mendukung manfaat teh hijau untuk diet.
Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan, untuk memastikan keamanan dari konsumsi teh hijau.
5. Meningkatkan Laju Metabolisme Istirahat
Tubuhmu terus-menerus membakar kalori dan menggunakan energi, bahkan saat kamu tidur atau duduk.
Menurut tinjauan tahun 2021, beberapa studi menemukan bahwa manfaat teh hijau untuk diet berhubungan dengan kemampuannya dalam meningkatkan laju metabolisme istirahat (resting metabolic rate/RMR).
Ini adalah salah satu alasan percaya bahwa manfaat teh hijau untuk diet berasal dari kemampuannya membakar lebih banyak kalori saat istirahat dengan meningkatkan pengeluaran energi total.
Meskipun demikian, para penulis mencatat bahwa tidak semua studi menemukan hasil positif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana teh hijau dapat mempengaruhi RMR.
6. Akurasi Manfaat Teh Hijau untuk Diet
Manfaat teh hijau untuk diet memang didukung oleh beberapa penelitian, mulai dari peningkatan metabolisme, pengurangan nafsu makan, hingga pengelolaan gula darah.
Namun, teh hijau bukanlah solusi instan untuk menurunkan berat badan, karena akurasi penelitian juga masih kerap dipertanyakan atau membutuhkan uji coba lebih mendalam.
Alih-alih mencari manfaat teh hijau untuk diet, menjaga pola makan sehat dan olahraga rutin bisa menjadi salah satu pendekatan yang lebih masuk akal jika direncanakan dan dilakukan secara konsisten.