JawaPos.com - Orang yang memiliki ide cemerlang tentunya sangat dibutuhkan, baik dalam lingkungan belajar, kerja, atau suatu keluarga.
Tak banyak orang memiliki kemampuan akan hal tersebut, di mana ide cemerlang itu bisa membantu dalam mengembangkan sebuah proyek, atau mengatasi masalah.
Namun tak semua orang yang memiliki ide cemerlang itu berani mengungkapkan ke khalayak publik, bahkan mereka cenderung diam seolah-olah tidak bisa apa-apa.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Selasa (25/02) orang yang memiliki ide cemerlang tapi malas untuk bertindak, sering kali menunjukkan 7 perilaku ini :
1. Mereka berbicara lebih banyak tentang ide daripada tindakan
Beberapa orang suka mendiskusikan ide-ide besar, mereka bersemangat tentang kemungkinan-kemungkinan baru, strategi-strategi inovatif, dan tujuan-tujuan ambisius.
Tapi begitu pembicaraannya bergeser kepada perencanaan sebuah tindakan, antusias mereka langsung memudar. Alih-alih mengambil langkah pertama, mereka terus menyempurnakan ide, menganalisis setiap sudut, atau menunggu momen "sempurna" untuk dimulai.
2. Mereka bersemangat tentang proyek baru tetapi jarang menyelesaikannya
Terlalu awal untuk bertukar pikiran dan memetakan kemungkinan itu menarik. Tetapi begitu pekerjaan yang sebenarnya dimulai, mereka akan menemukan diri terganggu oleh ide lain yang "bahkan lebih baik".
Tapi pada akhirnya proyek yang sudah direncanakan atau dibuat sejak awal akan mangkrak dan sulit diteruskan karena banyaknya ide-ide lain.
3. Terlalu memikirkan detail kecil dan terjebak dalam perencanaan
Beberapa orang menghabiskan begitu banyak waktu untuk menyempurnakan rencana mereka sehingga tidak pernah benar-benar memulainya.
Mereka mengubah, merevisi, dan menganalisis setiap detail kecil, serta yakin bahwa hanya sedikit persiapan lagi akan membuat eksekusi lebih mudah.
4. Menunggu "waktu yang tepat" untuk memulai
Orang-orang yang hebat dalam bertukar pikiran tetapi malas bertindak, sering mengatakan kepada diri sendiri bahwa mereka hanya menunggu momen yang tepat.
Mereka yang berhasil bukanlah orang-orang yang menunggu kondisi ideal, tapi adalah orang-orang yang tetap memulai dan mencari tahu hal-hal saat mereka pergi.
Menunda tindakan atas nama waktu yang lebih baik sering kali menyebabkan peluang yang terlewatkan. Cara terbaik untuk membuat kemajuan bukanlah dengan menunggu, melainkan untuk memulai.
5. Meyakinkan diri sendiri bahwa mereka bekerja lebih baik di bawah tekanan
Beberapa orang mengatakan kepada diri sendiri bahwa mereka melakukan pekerjaan terbaik ketika menghadapi tenggat waktu. Mereka menunggu sampai saat terakhir, lalu berebut untuk menyatukan semuanya dalam kesibukan produktivitas yang didorong oleh adrenalin.
Tetapi strategi ini hanyalah sebuah penundaan, masalahnya adalah menunggu sampai menit terakhir jarang mengarah pada pekerjaan yang benar-benar hebat.
Alih-alih memiliki waktu untuk memperbaiki, menguji, dan meningkatkan, mereka dipaksa untuk puas dengan apapun yang dapat diselesaikan dengan panik.
6. Terlalu terlibat dalam mode belajar
Beberapa orang meyakinkan diri sendiri bahwa mereka produktif dengan terus-menerus membaca, meneliti, atau mengikuti kursus. Mereka berkata pada diri sendiri bahwa hanya perlu mempelajari satu hal lagi sebelum dapat memulai.
Tetapi pada kenyataannya, mereka terjebak dalam siklus persiapan tanpa akhir dan tidak menggunakan pengetahuan mereka. Belajar itu penting, tetapi juga bisa menjadi cara untuk menghindari tindakan.
7. Salah mengira bahwa sibuk sama dengan produktif
Beberapa orang mengisi hari-hari mereka dengan tugas-tugas yang membuatnya merasa produktif, seperti mengatur file, mengubah logo, atau menanggapi email, tetapi tidak ada yang menggerakkan ide-ide besar untuk ke depan.
Mereka tetap sibuk, tetapi tidak benar-benar membuat kemajuan. Produktivitas sebenarnya bukan tentang seberapa banyak yang kamu lakukan, tapi seberapa penting kamu melakukan kegiatan tersebut.
Dikutip dari laman LinkedIn pada Selasa (25/02) bahwa ide-ide cemerlang ini sangat dibutuhkan di dunia yang serba cepat sehingga kita mampu bersaing.
Jika kita terus memiliki 7 sikap di atas, maka sulit untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga penyelesan itu tiba setelah orang lain sudah selangkah lebih maju, dan ide cemerlang kita menjadi sia-sia.