← Beranda

Orang yang Sering Merasa Kesepian Meskipun Punya Banyak Teman Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini, Apa Saja?

Mega KhaeraniSenin, 16 Desember 2024 | 21.15 WIB
Ilustrasi 7 perilaku yang mungkin ditunjukkan oleh orang yang merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman.

JawaPos.com - Jika seseorang selalu tertawa atau terus menerus dikelilingi oleh teman-temannya, mudah untuk berasumsi bahwa mereka bahagia. Namun, emosi manusia tidak sesederhana itu. Ada yang tersembunyi di balik senyuman dan suasana sosial, dan ada cerita yang jauh berbeda dari yang terlihat.

Salah satunya adalah kesepian. Kesepian tidak selalu datang karena kesendirian. Sebagian orang merasa terisolasi bahkan saat berada di ruangan yang penuh dengan teman-temannya.

Ini bukanlah kejadian yang acak. Pola dan perilaku tertentu seringkali menunjukkan mengapa hal ini dapat terjadi. Ada tanda-tanda halus yang orang ini tunjukkan.

Dilansir dari Geediting, terdapat 7 perilaku yang mungkin ditunjukkan oleh orang yang merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman. Tanda-tanda ini mudah terlewatkan tetapi dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesejahteraan emosional.

1. Terbiasa berpikir berlebihan

Beberapa orang terkadang berpikir berlebihan. Namun, bagi orang-orang seperti ini, terlalu banyak berpikir bisa menjadi teman yang terus menerus. Mereka mendapati diri terperangkap dalam pusaran pikiran, mempertanyakan setiap interaksi, setiap kata yang diucapkan, dan setiap pandangan.

Mereka seperti sedang melakukan pencarian tanpa henti untuk menemukan makna tersembunyi di balik tindakan. Hal ini seringkali membawa mereka pada kesimpulan yang salah seperti mereka meyakinkan diri bahwa teman-temannya tidak benar-benar menyukai mereka atau bahkan merasa dikucilkan.

Keadaan berpikir berlebihan yang terus-menerus ini tidak hanya memperbesar perasaan kesepian mereka tetapi juga menjauhkan mereka dari teman-teman.

2. Mendambakan hubungan yang mendalam

Meskipun dikelilingi oleh teman-temannya, mereka sering mendapati diri mendambakan sesuatu yang lebih dalam. Obrolan santai dan interaksi di permukaan saja tidak cukup baginya.

Mereka mendambakan percakapan yang bermakna dan mengunggah jiwa. Jenis percakapan yang membahas impian, harapan, ketakutan, dan kelemahannya. Jenis percakapan yang membuat mereka merasa diperhatikan dan dipahami.

Namun, percakapan seperti ini jarang terjadi. Kurangnya percakapan seperti ini membuat mereka lebih mudah merasa kesepian, meskipun dikelilingi banyak teman di sekitarnya.

3. Media sosial yang memperkuat kesepian

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan justru dapat membuat orang merasa lebih terisolasi. Menggulir feed yang dipenuhi foto-foto teman yang sedang bersenang-senang bersama dapat memperparah perasaan terabaikan.

Itu bukan hanya tentang melihat orang bersenang-senang tanpanya. Perbandingan yang tiada habisnya dengan kehidupan orang lain yang tampaknya sempurna juga dapat menyebabkan perasaan kesepian dan tidak mampu.

4. Menghindari berbagi perasaan yang sebenarnya

Bukan hal aneh bagi orang-orang seperti ini untuk menyimpan perasaan mereka sendiri. Mereka mungkin percaya bahwa mengungkapkan rasa kesepian akan membuatnya tampak lemah atau membutuhkan bantuan.

Mereka mungkin juga khawatir bahwa teman-temannya tidak akan mengerti atau lebih buruk lagi, menghakiminya karena merasa seperti ini, terutama ketika mereka berada di sekitar banyak orang. Kurangnya transparansi emosional ini hanya memperdalam jurang kesepian yang sudah mereka alami.

5. Berada di tempat ramai bisa terasa memberatkan

Mereka yang merasa kesepian bahkan ketika memiliki banyak teman seringkali merasa kewalahan dan ingin menyendiri di tempat yang lebih tenang. Bukan berarti mereka tidak menikmati kebersamaan yang dijalani, hanya saja kebisingan, keramaian, dan obrolan singkat terkadang terasa berlebihan.

Alih-alih merasa terhubung, mereka akan merasa terpisah dan tersesat di tengah semua tawa dan percakapan. Meskipun memiliki banyak teman, tempat-tempat yang ramai dapat memperkuat perasaan terisolasi, seperti dikelilingi banyak orang tetapi merasa sendirian.

6. Sering menjadi pusat perhatian

Ini mungkin mengejutkan, tapi mereka yang merasakan kesepian meskipun banyak teman seringkali menjadi orang yang paling mudah bergaul dan supel dalam suatu kelompok. Mereka bisa menjadi orang yang suka bercanda, memimpin percakapan, dan menjadi pusat perhatian dalam suatu pesta.

Hal ini dapat terjadi karena terkadang mereka akan berpura-pura ceria dan bersemangat untuk menutupi perasaan kesepian dalam diri. Mereka percaya bahwa jika mereka bisa membuat orang lain bahagia, mungkin mereka bisa menipu diri sendiri agar merasa bahagia juga.

7. Seringkali terlalu akomodatif

Orang-orang yang seperti ini cenderung berusaha keras untuk menyenangkan orang lain. Mereka mungkin mengerjakan tugas yang tidak ingin mereka lakukan, menyetujui pendapat yang tidak mereka setujui, atau menghadiri pertemuan yang tidak ingin dihadiri.

Mereka melakukan ini karena mereka takut mengatakan "tidak" akan menjauhkan mereka dari teman-teman mereka. Mereka percaya bahwa bersikap terlalu akomodatif akan membuat mereka lebih disukai dan mengurangi rasa kesepian mereka.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho