← Beranda
Pria yang Memandang Rendah Rekan Kantor Perempuan Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Halus Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 7 Desember 2024 | 03.07 WIB
ilustrasi seseorang yang memandang rendah rekan kantor perempuan. (freepik)

JawaPos.com - Di tempat kerja modern, profesionalisme dan kesetaraan gender seharusnya menjadi norma.

Namun, masih ada pria yang secara halus menunjukkan sikap merendahkan terhadap rekan kantor perempuan.

Tindakan ini sering tidak terlihat jelas tetapi memiliki dampak signifikan pada dinamika kerja dan kesejahteraan emosional perempuan di lingkungan tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (6/12), terdapat delapan tanda halus yang sering ditunjukkan oleh pria yang memandang rendah rekan kantor perempuan.

1. Cenderung Meremehkan Ide atau Pendapat Perempuan

Pria seperti ini sering kali tidak mengakui atau bahkan meremehkan ide yang disampaikan oleh rekan perempuan.

Mereka mungkin memberikan tanggapan seperti, "Saya rasa itu terlalu sederhana," atau mengabaikan ide tersebut sampai ada orang lain yang mengemukakannya kembali—terutama jika itu dilakukan oleh kolega pria.

Menurut penelitian, beberapa pria mungkin memiliki bias tidak sadar yang membuat mereka meragukan kompetensi perempuan, terutama dalam industri yang didominasi laki-laki.

2. Mengambil Alih atau Mengklaim Kredit atas Pekerjaan Perempuan

Sikap merendahkan sering terlihat ketika pria ini mengambil alih proyek atau presentasi yang awalnya diinisiasi oleh rekan perempuan.

Mereka juga tidak ragu mengklaim kredit atas pekerjaan tim yang sebenarnya lebih banyak dilakukan oleh perempuan.

Perempuan yang sering mengalami hal ini dapat merasa tidak dihargai dan kehilangan motivasi untuk berkontribusi lebih jauh.

3. Memberikan Pujian yang Bermakna Ganda

Salah satu perilaku halus lainnya adalah memberikan pujian yang tampak positif tetapi sebenarnya memiliki nada merendahkan.

Contohnya, "Untuk ukuran perempuan, ide Anda cukup bagus," atau "Saya tidak menyangka Anda bisa memimpin rapat sebaik itu."

Ucapan seperti ini mencerminkan stereotip gender yang menganggap perempuan kurang mampu dibandingkan laki-laki.

4. Menginterupsi Perempuan dalam Diskusi atau Rapat

Pria yang memandang rendah perempuan sering memotong pembicaraan mereka, seolah-olah apa yang dikatakan tidak cukup penting.

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih sering diinterupsi dibandingkan laki-laki dalam lingkungan kerja, terutama oleh kolega pria dengan sikap dominan.

5. Memperlakukan Perempuan Seolah Hanya Cocok untuk Tugas Pendukung

Mereka cenderung memberikan tugas-tugas administratif seperti mencatat rapat atau menyiapkan kopi kepada rekan perempuan, meskipun tugas tersebut tidak sesuai dengan peran atau tanggung jawabnya.

Ini menunjukkan adanya persepsi bahwa perempuan lebih cocok untuk peran pendukung daripada pemimpin, sebuah stereotip yang sangat merugikan.

6. Menunjukkan Sikap Menggurui (Mansplaining)

Sikap ini terjadi ketika pria menjelaskan sesuatu kepada perempuan dengan cara yang meremehkan, bahkan ketika perempuan tersebut lebih ahli dalam topik tersebut.

Ketika seorang rekan perempuan memberikan presentasi, pria ini mungkin memotongnya untuk memberikan "penjelasan tambahan" yang sebenarnya tidak diperlukan.

7. Menghindari Diskusi Profesional dengan Perempuan

Mereka mungkin enggan berdiskusi langsung dengan perempuan mengenai hal-hal penting di tempat kerja dan lebih memilih berdiskusi dengan kolega pria.

Bias bawah sadar bisa memainkan peran besar, di mana pria tersebut menganggap perempuan kurang layak untuk terlibat dalam keputusan penting.

8. Membuat Lelucon Seksis atau Komentar Tidak Pantas

Pria dengan sikap merendahkan perempuan sering membuat lelucon atau komentar yang memperkuat stereotip gender.

Misalnya, "Ini terlalu sulit untuk dipahami perempuan," atau lelucon yang menyiratkan perempuan kurang kompeten.

Komentar seperti ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak ramah dan memengaruhi kinerja perempuan secara negatif.

Mengatasi Perilaku Ini di Tempat Kerja

Mengidentifikasi perilaku ini adalah langkah pertama menuju perubahan.

Perusahaan perlu memastikan adanya pelatihan tentang bias gender dan menciptakan lingkungan yang inklusif.

Sementara itu, perempuan yang menjadi korban perilaku ini disarankan untuk:

Berbicara dengan Atasan atau HR: Melaporkan insiden secara formal.

Meningkatkan Kesadaran: Menggunakan data dan fakta untuk mengatasi stereotip secara langsung.

Mencari Dukungan: Baik dari kolega lain maupun komunitas profesional.

Kesimpulan

Sikap merendahkan terhadap rekan perempuan di tempat kerja bukan hanya tidak etis tetapi juga merugikan produktivitas dan keharmonisan tim.

Dengan mengenali tanda-tanda ini dan mengambil tindakan yang tepat, kita dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adil dan inklusif.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti