← Beranda

Orang-orang dengan Akun Media Sosial Private dan Jarang Posting, Biasanya Memiliki 8 Ciri Ini

Malinda IndrianaJumat, 22 November 2024 | 21.54 WIB
ilustrasi seseorang yang tidak pernah memposting di media sosial/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Dewasa ini, siapa yang tidak punya akun media sosial? Bisa dikatakan, bahwa hampir dari semua orang yang menggunakan platform digital, setidaknya pasti memiliki satu atau dua akun media sosial.

Media sosial secara umum merupakan ruang untuk penggunanya bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi. Namun, ternyata tidak semua penduduk dunia maya memiliki minat yang sama dalam menggunakan fasilitas online tersebut.

Pernahkan Anda mendapati beberapa teman yang menjaga akun media sosial mereka tetap pribadi dan jarang memposting?

Kenapa bisa ada orang yang tidak tertarik dengan jumlah suka, komentar, maupun pengikut?

Seperti dilansir dari laman Hack Spirit, perilaku online orang-orang tersebut sebenarnya mengungkapkan jauh lebih banyak tentang mereka daripada yang mungkin Anda pikirkan.

Berikut adalah delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang dengan akun privat dan jarang posting.

1. Menghargai privasi

Individu-individu ini sangat menghargai ruang pribadi dan kontrol atas informasi mereka. Mereka memilih untuk menjaga media sosial mereka tetap pribadi sebagai cara untuk melindungi privasi dan mengendalikan jejak digital mereka.

Bagi mereka, privasi bukan hanya soal menyembunyikan foto aib atau menjaga kehidupan pribadi terpisah dari kehidupan profesional, melainkan juga mengatur siapa saja yang mereka perbolehkan untuk melihat profil dan postingan mereka.

2. Komunikator selektif

Orang-orang yang jarang memposting sering kali terlibat dalam percakapan yang lebih bermakna dan penuh pemikiran.

Mereka lebih suka komunikasi yang berkualitas daripada interaksi yang sering dan dangkal.

Dengan memposting lebih jarang, mereka juga memastikan bahwa ketika mereka membagikan sesuatu, itu adalah hal yang lebih bermakna dan benar-benar layak untuk dibagikan.

3. Lebih produktif

Dengan membatasi gangguan seperti pembaruan media sosial yang terus-menerus, individu ini dapat lebih fokus dan lebih produktif dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Sebuah penelitian menemukan, bahwa pembatasan pada akses media sosial dapat meminimalisasikan stres dan membantu seseorang lebih fokus pada pekerjaan mereka.

Jadi, jika Anda penasaran mengapa teman Anda yang privat di media sosial selalu menyelesaikan proyek lebih cepat atau terlihat lebih fokus, kebiasaan media sosial mereka mungkin menjadi salah satu faktornya.

Baca Juga: Seruan Gerakan Frugal Living Sebagai Bentuk Protes Kenaikan PPN 12 Persen Berpotensi Bikin Ekonomi RI Turun Lebih Dalam

4. Menghargai hubungan yang tulus

Alih-alih mencari audiens online yang luas, mereka memilih untuk memprioritaskan hubungan yang mendalam dengan kelompok kecil dan dekat, seperti keluarga atau teman.

Postingan mereka yang jarang tersebut juga cenderung lebih pribadi dan bermakna, yang bertujuan untuk berinteraksi dengan circle dekat mereka.

Mereka melihat media sosial sebagai alat untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang mereka cintai, bukan sebagai platform untuk menyiarkan kehidupan mereka kepada khalayak umum.

5. Memahami pentingnya hidup pada saat ini

Orang-orang ini lebih fokus untuk mengalami kehidupan secara langsung, daripada harus merasa terpaksa untuk menangkap atau membagikan setiap momen secara online.

Mereka memahami pentingnya menciptakan kenangan dan bukan hanya sebatas mengambil foto untuk media sosial.

Alih-alih terburu-buru untuk mendokumentasikan setiap momen, mereka lebih suka membenamkan diri dalam pengalaman tersebut dan benar-benar menikmatinya.

6. Nyaman dengan kesendirian

Orang yang menjaga profil media sosial mereka tetap private sering kali lebih menikmati kesendirian. Mereka menjadikan kesendirian sebagai ruang untuk refleksi, kreativitas, dan mengisi ulang energi, tanpa merasa kesepian.

Mereka juga sering kali mendapatkan hubungan yang lebih sehat dengan kehidupan mereka, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya.

7. Percaya diri dengan diri sendiri

Mereka tidak mencari validasi eksternal melalui suka ataupun komentar, karena mereka memahami bahwa harga diri mereka berasal dari dalam dan bukan ditentukan oleh persetujuan digital.

Postingan mereka yang jarang bukanlah tanda kehidupan yang membosankan, tetapi lebih menunjukkan bahwa mereka sibuk menjalani hidup mereka.

Selain itu, mereka juga tidak merasa perlu untuk membuktikan apa pun melalui kehadiran online mereka.

8. Menghargai keaslian

Baca Juga: Beri Apresiasi Pada Gurumu, Ini 15 Link Twibbon Selamat Hari Guru 2024 Paling Kreatif dan Inspiratif

Individu-individu ini lebih peduli untuk menjadi asli dan setia pada diri mereka sendiri, daripada harus menciptakan persona sempurna untuk dunia digital.

Postingan mereka ketika membagikan sesuatu di media sosial adalah gambaran otentik dari kehidupan mereka.

Bagi mereka, sifat ini mungkin adalah hal yang paling penting untuk dipraktekkan. Mengingat kerasnya dunia maya yang memaksa banyak orang untuk berusaha menjadi sosok yang sama sekali bukan diri sendiri, hanya untuk menyenangkan orang lain.

EDITOR: Hanny Suwindari