JawaPos.Com - Selfie atau swafoto merupakan gambar yang diambil oleh diri sendiri. Biasanya mengambil gambar dengan cara menggunakan tangan atau tongkat selfie. Tujuan nya seringkali untuk diunggah ke media sosial yang mereka punya.
Selfie kerap kali sebagai identitas budaya perempuan, karena banyak pria cenderung tidak menyukai adegan mengangkat tangan untuk menjepret dirinya sendiri, namun tak jarang pria juga melakukannya.
Dikutip dari laman Usa Today, Professor Jesse Fox, pria yang selalu memposting selfie di sosial media cenderung meningkatkan narsisme dan psikopat. Pasalnya, seseorang yang memiliki gangguan narsisme memiliki keinginan berlebihan untuk dikagumi orang lain.
Dilansir dalam Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, fenomena selfie berkaitan erat dengan citra yang dipersepsikan seseorang atas dirinya sendiri. Hal tersebut karena orang ingin menampilkan sisi terbaiknya kepada orang lain.
7 kepribadian pria punya kebiasaan senang selfie atau swafoto:
1. Narsisme
Percaya diri dan narsisme adalah dua hal yang berbeda, seseorang yang secara terus menerus melakukan selfie dan mengunggahnya tanpa adanya kontrol diri, ada kemungkinan memiliki kepribadian narsis. Banyak penelitian juga mengungkapkan hal serupa.
Narsisme berupaya untuk melakukan hal, pusat perhatian tertuju padanya, merasa semua orang harus kagum terhadap dirinya. Karena narsisme suatu gejala gangguan mental.
2. Egois
Perilaku egois cenderung hanya peduli pada penampilan mereka sendiri, dan berpikir segala sesuatu hanya berpusat pada dirinya. Hal tersebut berakitbat kurangnya rasa empati terhadap sesama.
Bagi pria yang gemar selfie, mereka hanya berpikir orang lain akan peduli dengan penampilan di foto yang diunggah. Kerap tidak memikirkan atau peduli dengan orang disekitarnya.
3. Percaya Diri yang Tinggi
Selfie bisa menjadi cara bagi pria untuk merasa lebih percaya diri dengan penampilan mereka. Mengambil dan mengunggah foto yang bagus dapat meningkatkan rasa percaya diri dan self-esteem.
Dengan mengontrol bagaimana mereka ditampilkan kepada orang lain, individu dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki kontrol lebih besar atas citra diri mereka. Banyak orang, termasuk pria, menggunakan selfie untuk menunjukkan kepribadian, gaya, atau suasana hati mereka.
4. Kebutuhan Sosial dan Kesepian
Pria yang gemar melakukan selfie dan terus mengunggah di sosial media, seringkali merasa kesepian dan memiliki kebutuhan untuk di berikan umpan balik. Terhubung dengan orang lain akan membantu mereka untuk tidak merasa kesepian.
Kebutuhan untuk diakui, diperhatikan dan dipuji menjadi perilaku yang ditunjukan oleh seorang yang sering berfoto tentang dirinya sendiri. Pasalnya, ia melakukan hal tersebut karena ingin menunjukan ke orang lain bukan sekedar merekam moment.
5. Pengakuan Sosial
Mendapatkan like, komentar, dan pujian dari orang lain bisa memberikan perasaan diterima dan dihargai. Kepribadian ini dianggap sebagai pencari perhatian bagi para pria gemar selfie dan mengunggah di sosial media berlebihan.
Mereka mungkin menikmati perhatian dan umpan balik positif dari orang lain, seperti like, komentar, dan pujian. Sering kali, selfie dapat dikaitkan dengan faktor-faktor psikososial seperti narsisme dan kebutuhan akan perhatian
6. Merekam Momen
Selfie sering diambil untuk mendokumentasikan momen penting atau aktivitas sehari-hari. Ini bisa menjadi cara untuk mengingat pengalaman atau kejadian tertentu di masa depan.
Sayangnya jika berlebihan dan hanya mengabadikan momen tentang muka mereka saja, dan tidak tertarik dengan hal lain, ada kemungkinan pria tersebut memiliki gangguan seperti narsisme dan egois.
7. Psycho-Social
Penelitian dari Dr. Mark Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, menunjukkan bahwa selfie dapat dikaitkan dengan faktor-faktor psikososial seperti narsisme, psikopat dan kebutuhan akan perhatian. Seorang dengan gangguan psikopat dianggap sebagai yang tidak memiliki empati dan rasa peduli terhadap orang lain.
Namun, melakukan selfie dan mengunggahnya tidak selalu negatif, karena dapat juga mencerminkan kebutuhan manusia untuk diakui dan dihargai. Pria yang senang selfie tentu saja memiliki banyak alasan yang mungkin saja berbeda satu sama lain. Karena tidak ada yang salah dalam mengekspresikan diri.
Setiap individu memiliki alasan pribadi mereka sendiri, dan motivasi di balik kebiasaan selfie bisa sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Karena setiap moment adalah hal berharga bagi mereka sehingga, hal tersebut bisa menjadi kebiasaan.