← Beranda

7 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Penderita Maag saat Sarapan, Bikin Asam Lambung Naik

Dina Nursalma AbdiSelasa, 9 Juli 2024 | 04.48 WIB
Ilustrasi menu sarapan yang membuat asam lambung naik. (Freepik)

JawaPos.com - Pengidap asam lambung memang perlu berhati-hati dalam memilih makanan, terutama saat sarapan di pagi hari. Pilihan makanan yang salah bisa memicu asam lambung naik atau bahkan memperburuk kondisi mereka.

 

Biasanya, makanan yang terlalu pedas, berlemak tinggi, berkarbonasi, atau terlalu asam dapat menjadi pemicu asam lambung naik. Sebaliknya, memilih makanan yang lebih ringan, rendah lemak, dan mudah dicerna bisa membantu mengurangi risiko.

Selain itu, pengaturan pola makan yang teratur dan menghindari makan terlalu berlebihan juga bisa membantu mengelola asam lambung dengan lebih baik. Dikutip dari Times of India dan Halodoc, berikut beberapa menu sarapan yang harus dihindari agar asam lambung tidak naik.

Baca Juga: Nikita Mirzani Heran Seserahan yang Diberikan ke Ayu Ting Ting Diminta Kembali

Roti dengan selai kacang

Kacang tanah termasuk makanan yang sangat tinggi lemaknya dan membuat Lower esophageal sphincter (LES) menjadi malas. Jika kamu memakan selai kacang dengan roti panggang setiap pagi, berarti kamu memasukkan sejumlah besar lemak jenuh yang berkontribusi terhadap keasaman dan rasa mulas.

Selai almond adalah pengganti selai kacang yang baik jika kamu menginginkan sesuatu yang rendah lemak yang akan menyelamatkan dari naiknya asam lambung di pagi hari.

Telur orak-arik

Mengonsumsi telur orak-arik dapat mengganggu LES. Telur berada di urutan teratas dalam daftar makanan yang paling banyak menyebabkan alergi.

Ini berarti bahwa banyak orang dapat alergi terhadap telur, sehingga menyebabkan keasaman sebagai efek samping. Untuk orang dengan masalah lambung yang ekstrim, disarankan untuk tetap menggunakan putih telur dan melewatkan kuning telur.

Produk olahan susu

Kandungan laktosa dalam produk susu bisa menyebabkan masalah bagi pengidap maag yang juga memiliki intoleransi terhadap laktosa. Ketika seseorang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik, hal ini dapat menyebabkan perutkembung, produksi gas berlebihan, atau bahkan diare. Gejala-gejala ini tentu akan memperburuk kondisi pengidap maag karena dapat meningkatkan rasa tidak nyaman dan mengganggu pencernaan mereka.

Tomat

Menambahkan tomat ke dalam sarapan dapat membuat kamu akan mengalami refluks asam lambung karena sifatnya yang sangat asam. Keasaman tomat meningkat terutama ketika dikonsumsi saat perut kosong. Jadi, meskipun tomat sangat sehat, ada baiknya melewatkannya saat sarapan.

Kue

Banyak orang yang suka menikmati secangkir teh atau kopi dengan kue atau brownies favorit mereka untuk sarapan. Meskipun begitu, bahan-bahan ini bercampur dan menciptakan lingkungan yang sangat asam dalam perut.

Susu dan kafein dari teh atau kopi bercampur dengan tepung dan gula halus dari kue dan brownies dapat menyebabkan keasaman. Kue dan brownies yang dibeli di toko juga mengandung bahan tambahan, perasa dan pengawet buatan yang akan memperburuk kondisi keasaman lambung.

Kopi

Menikmati kopi di pagi hari tentu sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa orang. Meskipun begitu, kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang pengeluaran asam lambung yang dapat memicu asam lambung naik atau dispepsia pada pengidap maag.

Dispepsia sendiri merupakan istilah medis untuk menggambarkan gangguan pencernaan yang umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti perut kembung, mulas, atau rasa terbakar.

National Institutes of Health merekomendasikan pengidap maag untuk membatasi asupan minuman berkafein, termasuk kopi, teh, dan minuman bersoda. Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan otot sfingter esofagus bagian bawah yang bisa memperburuk gejala asam lambung pada mereka yang sudah memiliki masalah maag.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah