← Beranda

Sering Merasa Dunia Tidak Adil? Pelajari Konsep Stoisisme dan Langkahnya yang Bikin Kuat Mental Jalani Hidup

Nisrina Fauziyah FahrudinSabtu, 9 Desember 2023 | 12.29 WIB
Ilustrasi membangun kekuatan mental melalui pikiran. / sumber: thehealthsite.com

JawaPos.com – Hidup sering kali terasa abstrak, karena mengalami lika-liku. Tantangan sehari-hari dari situasi traumatis kehidupan dapat meninggalkan dampak abadi.

Kehilangan orang yang dicintai, kecelakaan yang mengancam jiwa, penyakit serius, dan transisi kehidupan yang tak terduga adalah contoh situasi yang tidak mengenakkan.

Setiap kejadian ini memengaruhi orang secara berbeda. Namun, berkat resiliensi, beberapa orang dapat beradaptasi dengan baik seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: 7 Tips Jaga Kesehatan Mental, Hindari Stres Berlebihan dengan Relaksasi

Resiliensi adalah situasi yang memungkinkan seseorang untuk bangkit kembali dari kesulitan, trauma, atau pengalaman yang menantang dalam hidup.

Karakteristik ini dapat dipupuk dari waktu ke waktu, karena perannya dalam kesejahteraan mental tidak dapat diabaikan.

Jika orang dapat diajarkan bagaimana membangun ketahanan, mereka akan lebih siap untuk menghadapi peristiwa traumatis di masa depan.

Baca Juga: Manfaat Menulis Ekspresif untuk Menjaga Kesehatan Mental

Dalam dunia filsafat, terdapat suatu konsep kehidupan yang dikenal sebagai stoisisme.

Stoisisme merupakan suatu prinsip hidup yang mengajarkan untuk menyelaraskan diri dengan alam demi mencapai kebahagiaan dalam kehidupan.

Kebahagiaan ini bisa dicapai dengan cara menerima dunia apa adanya, sehingga dapat bertahan dari penderitaan yang disebabkan oleh ketakutan.

Baca Juga: Incar Tiga Poin Kemenangan, Persebaya Surabaya Siapkan Mental dan Fisik Jelang Hadapi Persija Jakarta

Dengan kata lain, ini berarti menjalani hidup dengan mempraktikkan kebajikan seperti kesederhanaan, keberanian, kebijaksanaan, dan keadilan.

Dikutip dari Daily Stoic pada Jumat (8/12), beberapa langkah berikut dapat diterapkan untuk mencapai kedamaian dalam kehidupan.

1. Menyadari Keterbatasan Manusia

Salah satu aspek penting dalam filosofi stoisisme adalah kesadaran akan apa yang dapat dikendalikan dan apa yang tidak.

Umumnya, orang merasa stres dan terfokus pada hal-hal yang tidak dapat diubah, seperti tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, atau tempat kelahiran.

Stoisisme mengajarkan untuk bersyukur atas apa yang sudah dimiliki dan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, terutama emosi dan pemikiran.

Baca Juga: Tunjukan Mental Juara, Ini Rahasia Arteta Saat Arsenal Kalahkan Luton dengan Susah Payah

2. Memahami yang Bisa Dikendalikan dan yang Tidak

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak situasi di luar kendali, seperti cuaca atau pendapat orang lain.

Namun, hal yang dapat dikendalikan yaitu bagaimana cara merespons dan bertindak. Mengakui perbedaan ini dapat membantu mengurangi stres dan kekecewaan.

3. Evaluasi Diri melalui Jurnal

Praktik menulis jurnal sebagai cara untuk merefleksikan kehidupan masa lalu dan merencanakan masa depan juga penting.

Baca Juga: Kerap Dihindari! Inilah Manfaat dari ‘Lazy Day’, Awal dari Produktivitas untuk Jaga Kesehatan Mental dan Fisik

Ini adalah alat untuk melihat kembali dan memahami diri sendiri dalam berbagai konteks.

4. Mengembangkan Kesadaran Diri

Melatih kesadaran diri dapat membantu mengenali pikiran negatif atau tidak produktif, sehingga akhirnya memilih untuk tidak meresponsnya secara impulsif.

Ini mengajarkan seseorang untuk merespons dengan bijak daripada bereaksi tanpa pemikiran matang.

Kesadaran diri juga membantu mengenali kebiasaan, pola pikir, dan respons, sehingga dapat membuat perubahan positif dalam hidup.

5. Tidak Memperumit Masalah

Stoisisme mengajarkan untuk menyederhanakan masalah, karena hidup tidak selalu penuh dengan kebahagiaan.

Memperumit masalah hanya akan meningkatkan penderitaan. Lebih baik berusaha menyederhanakan dan fokus pada kebaikan.

Baca Juga: Tengok, 6 Manfaat Art Therapy yang Menyediakan Keuntungan untuk Kesehatan Fisik dan Mental!

6. Hidup Sesuai dengan Alam

Menerima dan memahami hukum alam serta keterbatasan manusia adalah bagian dari stoisisme.

Ini mencakup penerimaan terhadap proses penuaan dan kematian yang membantu hidup lebih damai.

Intinya, stoisisme mengingatkan tentang besarnya alam semesta dan betapa sementara pencapaian dan kesedihan dalam hidup.

Semua ini hanyalah bagian kecil dari perjalanan manusia. Menjalani prinsip-prinsip stoisisme dapat mencapai kedamaian yang lebih besar dalam hidup.

EDITOR: Nicolaus