JawaPos.com – Protein adalah makronutrien esensial yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.
Dikenal sebagai zat pembangun tubuh, protein membantu perbaikan dan pertumbuhan jaringan setelah cedera atau olahraga.
Protein juga dapat menyediakan energi ketika tubuh kekurangan sumber energi lain.
Meskipun penting, defisiensi protein cukup umum terjadi. Hal ini dapat terjadi karena asupan makanan yang tidak memadai, pantangan makanan tertentu, atau kondisi lainnya.
Baca Juga: Resep Breakfast Bagels, Sarapan Praktis Tinggi Protein yang Bikin Kenyang Lebih Lama
Kurangnya asupan protein dapat menyebabkan beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan, seperti dilansir ndtv.
- Edema
Edema adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan pada kaki dan perut.
Ketika kadar protein menurun, tubuh menahan cairan sehingga gagal mencegah kebocoran cairan ke jaringan di sekitarnya.
Edema merupakan gejala kekurangan protein parah yang membutuhkan perhatian segera.
Baca Juga: Resep Banana Bread Ala Nicolina Nunes, Cemilan Sehat Tinggi Protein
- Hilangnya massa otot
Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya massa dan kekuatan otot sehingga menyulitkan aktivitas fisik.
Bahkan kekurangan protein sedang pun dapat menyebabkan penyusutan otot, terutama pada lansia.
- Kekebalan tubuh yang buruk
Kekurangan protein dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Akibatnya, individu yang kekurangan protein menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena tubuh tidak memiliki antibodi yang memadai.
- Masalah rambut, kulit, dan kuku
Rambut rontok, kuku rapuh, dan kulit kering dapat terjadi akibat tidak mendapatkan cukup protein karena jaringan-jaringan ini membutuhkan protein untuk menjaga kesehatannya.
- Nafsu makan meningkat
Protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dan mendukung penurunan berat badan.
Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup protein, Anda mungkin akan lebih sering mengemil.
Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan gula darah, yang memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
- Penyembuhan luka yang lambat
Luka mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh karena tidak cukupnya protein yang dibutuhkan untuk perbaikan dan regenerasi.
- Pertumbuhan terhambat
Pada anak-anak, kekurangan protein dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.