← Beranda

KLB Campak Merebak! Ini 5 Tips Terlindung dari Wabah: Segera Imunisasi hingga Hindari Kontak dengan Pasien

Azkia NurfajrinaJumat, 29 Agustus 2025 | 17.19 WIB
Ilustrasi tips berlindung dari wabah campak. (Anna Shvets/Pexels)]

JawaPos.com - Kasus campak di Indonesia tengah melonjak. Sebanyak 46 wilayah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) campak dengan lebih dari 3.400 kasus, mengutip rilis Kementerian Kesehatan pada Kamis (28/8/2025).

Di Sumenep, wilayah KLB campak terdeteksi belum ini, telah mencatatkan 2.139 kasus suspek dengan 17 pasien dinyatakan meninggal dunia per 26 Agustus 2025.

Meluasnya wabah campak perlu menjadi perhatian karena termasuk penyakit mudah menular. Simak tips terlindung dari KLB campak di bawah ini.

Tips Berlindung dari Wabah Campak

Vaksinasi hingga menjaga kebersihan termasuk cara melindungi diri dari KLB campak. Berikut penjelasannya:

1. Lengkapi Imunisasi

Vaksinasi campak sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Vaksin yang diberikan yaitu MR (Measles dan Rubella) sebanyak dua dosis.

Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dan 18 bulan untuk dosis kedua. Apabila anak belum melengkapi imunisasi, segera lengkapi dan hindari menunda sampai terjadi kasus di sekitar.

Para ibu dapat proaktif mengecek status imunisasi anak di puskesmas atau posyandu di lingkungan tempat tinggal.

Mengutip Cleveland Clinic, kemungkinan tertular campak sangat kecil jika telah menerima dua dosis vaksin. Imunisasi dengan satu dosis dianggap kurang efektif mencegah penularan penyakit.

2. Hindari Kontak dengan Pasien

Penyakit campak yang menular disebabkan oleh virus dengan genus Morbillivirus. Virus disebarkan melalui droplet yang terbawa udara ketika pengidapnya bernapas, batuk, bersin, maupun berbicara.

Droplet pun masih bisa bertahan di dalam ruangan selama dua jam bahkan setelah orang pasien campak telah pergi.

3. Terapkan Praktik Hidup Bersih dan Sehat

Dilansir GoodRx, virus campak menyebar melalui udara dan droplet pasien dapat mendarat di permukaan yang kamu sentuh. Mencuci tangan secara teratur setelah kamu memegang benda apa pun yang mungkin terkena virus, dapat mencegah terinfeksi penyakit ini.

Jika kondisi mengharuskanmu berinteraksi dengan pasien, dianjurkan menggunakan masker. Batasi diri untuk menuju wilayah yang terdampak wabah.

Namun jika kamu tinggal di dekat wilayah KLB campak, hindari berada di dalam ruangan yang ramai dan jaga jarak dari siapa pun yang sakit.

4. Konsumsi Asupan Bergizi Seimbang

Campak dapat menyerang segala usia yang memiliki sistem imun lemah. Komplikasi parah akibat penyakit ini juga dapat terjadi pada pengidapnya yang berusia kurang dari lima tahun.

Penting memperbanyak konsumsi makanan bergizi yang bantu menaikkan daya tahan tubuh. Aneka sayuran, buah, ikan, hingga kacang-kacangan dapat disantap dengan porsi seimbang.

5. Update Informasi Wabah

Setelah muncul kasus, campak umumnya meluas dengan cepat terutama di wilayah dengan tingkat imunisasi yang rendah.

Tetaplah ikuti perkembangan wabah campak dari dinas kesehatan dan cek apakah kasus campak muncul di daerahmu.

Gejala Campak

Penting untuk mengetahui ciri-ciri campak sebagai langkah antisipasi.

Mengutip Healthdirect, ruam merah bercak yang menyebar pada tubuh menjadi gejala campak paling umum. Adapun tanda-tanda awal penyakit ini umumnya seperti flu.

Gejala campak tidak muncul sekaligus tetapi bertahap. Berikut ciri-ciri lainnya yang dapat terjadi:

- Demam tinggi
- Batuk
- Mata merah
- Pilek
- Bintik-bintik putih di mulut
- Kelelahan
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala

Ruam bercak merah yang tidak gatal umumnya akan mulai timbul di seluruh tubuh pada hari ke-3 hingga ke-7. Demam tinggi bisa muncul bersamaan dengan ruam.

Penyakit campak biasanya berlangsung selama 10-14 hari jika tidak mengalami komplikasi.

Cara Mengatasi Penyakit Campak

Sebetulnya belum ada pengobatan khusus yang bisa memberantas virus campak. Namun beberapa tindakan dapat dilakukan untuk meredakan gejala, antara lain:

- Minum air
- Istirahat yang cukup
- Minum parasetamol jika demam
- Konsumsi suplemen vitamin A, yang bantu mengurangi keparahan penyakit

(*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah