← Beranda

Gejalanya Hampir Mirip, Berikut 4 Tips Cara Membedakan Antara Maag dengan Gerd

NicolausRabu, 3 Januari 2024 | 03.36 WIB
Ilustrasi Penderita Penyakit Gerd.

JawaPos.com - Masalah pencernaan seringkali dapat membingungkan, terutama ketika gejala-gejalanya tampak mirip.

Maag dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah dua kondisi yang sering dianggap serupa, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan penting.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara maag dan GERD untuk membantu Anda memahami kedua kondisi ini dengan lebih baik.

Apa itu Maag?

Maag, atau dispepsia, adalah kondisi umum di mana seseorang mengalami nyeri atau ketidaknyamanan di perut bagian atas.
Gejalanya dapat meliputi kembung, perut terasa penuh, mual, muntah, dan rasa terbakar di dada.

Maag seringkali disebabkan oleh pola makan yang buruk, stres, konsumsi makanan pedas atau berlemak, serta konsumsi alkohol atau kafein berlebihan.

Biasanya, gejala maag cenderung datang dan pergi, dan dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup dan penghindaran makanan pencetus.

Apa itu GERD?

GERD adalah kondisi yang lebih serius di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan secara teratur.

Ini dapat menyebabkan rasa terbakar di dada (heartburn) yang parah, rasa tidak nyaman di ulu hati, regurgitasi (masuknya isi lambung ke dalam mulut), dan kadang-kadang batuk atau suara serak.

Pergerakan asam lambung yang tidak terkontrol ini dapat merusak lapisan kerongkongan dan menyebabkan iritasi yang berkepanjangan.

Baca Juga: Tiga Obat Alami untuk Atasi Asam Lambung yang Kambuh, Berikut Penjelasan bagi Penderita Gerd

GERD biasanya memerlukan perawatan medis dan pengelolaan yang lebih serius, termasuk penggunaan obat-obatan antasid, penghambat pompa proton, atau pembedahan dalam kasus yang parah.

Perbedaan Utama Antara Maag dan GERD:

1. Asal Gejala

Maag lebih umum terkait dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas.

Sementara itu, GERD lebih fokus pada gejala pergerakan asam lambung yang mengiritasi kerongkongan, seperti heartburn dan regurgitasi.

2. Frekuensi Gejala

Gejala maag cenderung datang dan pergi, sementara gejala GERD dapat menjadi kronis dan terjadi secara teratur.

3. Gejala Tambahan

Selain heartburn dan regurgitasi, GERD juga dapat menyebabkan batuk kronis, suara serak, atau kesulitan menelan.

4. Pengelolaan

Maag seringkali dapat dikelola dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, sedangkan GERD sering memerlukan perawatan medis dan penggunaan obat-obatan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami gejala nyeri perut, heartburn yang parah, regurgitasi berulang, atau gejala lain yang mengganggu, maka segera konsultasikan dengan dokter.

Meskipun kedua kondisi ini memiliki perbedaan, hanya profesional medis yang dapat memberikan diagnosis yang akurat dan menentukan perawatan yang tepat.

Dalam kesimpulan, meskipun maag dan GERD memiliki gejala yang serupa, keduanya adalah kondisi yang berbeda.

Memahami perbedaan antara keduanya dapat membantu Anda mengenali gejala dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk pengelolaan dan perawatan yang diperlukan.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami masalah pencernaan yang mengganggu.

EDITOR: Nicolaus