← Beranda

Jadi Sarang Penyakit, Ini 5 Cara Membasmi Lalat di Rumah dan Tips Mencegahnya Kembali Datang

Rabbany WanadrianiMinggu, 19 November 2023 | 01.25 WIB
Ilustrasi lalat atau Musca Domestica. (Pixabay/Mylene2401)

JawaPos.com – Lalat menjadi hama umum yang sering mengganggu dan keberadaannya mencakup 90 persen di sekitar rumah.

Meski tak menggigit, lalat membawa jutaan mikroorganisme yang dapat menyebarkan patogen dan menjadi sarang penyakit yang ditularkan melalui makanan.

Lalat atau Musca Domestica merupakan serangga dalam famili Muscidae dan ordo Diptera. Mereka memiliki tubuh abu-abu atau hitam, mata merah besar, dan dua sayap hampir tembus cahaya.

Baca Juga: Selama Piala Dunia U-17, TPA Benowo Disemprot 4 Kali Sehari untuk Tekan Bau Menyengat dan Eliminasi Lalat

Panjang tubuhnya sekitar 0,2 hingga 0,3 inci dan lalat di rumah punya tubuh yang sedikit berbulu serta lalat betina berukuran lebih besar dibanding lalat jantan.

Lalat tertarik pada bahan organik yang membusuk dan lalat betina mampu bertelur sekitar 100 butir di sisa makanan, daging busuk, dan kotoran.

Telurnya menetas dengan cepat dalam waktu 12 hingga 24 jam. Mereka menetas tidak berkaki dan berwarna putih disebut belatung. Kemudian berkembang menjadi pupa, lalu lalat dewasa.

Baca Juga: Tahi Lalat Bisa Dihilangkan, Tapi Tidak Wajib Bila Tak Ada Indikasi Keganasan

Rata-rata hidupnya dua sampai empat minggu, namun dapat berkembang biak dengan cepat.

Adapun penyebab banyaknya lalat di rumah karena hewan tersebut menyukai makanan busuk dan bahan organik. Mereka berkerumun dan bertelur di wilayah dengan sanitasi yang buruk seperti kotoran hewan dan sampah tak tertutup.

Menurut ahli entomologi Peter Irenicus, ada tiga penyebab utama munculnya lalat di rumah yakni makanan, tempat berkembang biak, dan rumah yang terbuka.

Baca Juga: Digerebungi Lalat dan Bau Tidak Sedap, Sampah Menggunung di Alun-Alun Jogja

Makanan, lalat tertarik pada bahan organik yang dapat mereka makan termasuk sisa makanan, sampah, kotoran, dan bahan organik busuk. Sampah tak tertutup, kotoran hewan, dan kompos juga menarik bagi lalat.

Tempat berkembang biak, lalat bertelur di bahan organik lembab misal sampah, pupuk kandang, kompos, atau tumbuhan yang membusuk.

Jika ada rumah yang dekat dengan tempat berkembang biaknya lalat seperti peternakan, tempat pembuangan sampah, atau rumah jagal, itu menjadi tempat yang disukai kerumunan lalat.

Rumah yang terbuka, lalat bisa masuk ke rumah melalui jendela atau pintu yang tidak dilapisi atau bukaan lain yang tak tertutup rapat untuk mencari makanan atau kehangatan.

Lantas, bagaimana upaya menangani hal tersebut? ada 5 cara jitu membasmi lalat di rumah, seperti dikutip JawaPos.com dari Real Simple, Sabtu (18/11).

Baca Juga: Ahli Ungkap Fakta Lalat dan Kecoa Ternyata Jadi Pembawa Virus Polio

1. Campuran cuka sari apel dan cuci piring

Gunakan sabun cuci piring dan cuka sari apel dengan perbandingan yang sama, lalu masukkan larutan ke dalam mangkuk atau stoples. 

Taburkan gula di atasnya untuk lebih memikat lalat. Sabun cuci piring akan menghancurkan lalat dan membunuhnya, sedangkan cuka akan menarik lalat tersebut. 

2. Tanaman herbal

Tanaman herbal seperti kemangi, mint, dan daun salam bisa mengusir lalat dan memberikan penangkal alami yang menjadikan rumah tempat yang tidak menarik bagi lalat. 

Baca Juga: Moeldoko Ingatkan Jangan Ganggu Pemerintah dengan Jadi Lalat Politik

3. Minyak atsiri 

Tumbuhan seperti lavender, peppermint, eucalyptus, dan serai dapat berfungsi sebagai pengusir lalat. Tempatkan minyak esensial dalam diffuser atau campur dengan air dan semprotkan di area rumah tempat berkumpulnya lalat.

3. Lem kertas pembasmi lalat 

Cara mudah untuk menjebak dan membunuh lalat ialah menggunakan lem kertas pembasmi lalat. Cukup gantungkan lem kertas di tempat berkumpulnya lalat. Nantinya perangkap itu akan menarik dan menjebak mereka.

Baca Juga: Tebak Karakter dan Keberuntungan Seseorang Lewat 9 Posisi Tahi Lalat

4. Bahan kimia

Solusi lainnya menggunakan bahan kimia yang bisa menjadi cara cepat untuk membasmi lalat di rumah. 

Terdapat beberapa insektisida organik untuk membunuh lalat misal piretroid, versi sintetis dari insektisida alami yang ditemukan dalam bunga krisan.

Imidacloprid adalah bahan kimia lain yang sering digunakan dalam perangkap umpan. Ini akan menargetkan sistem saraf lalat dan membunuh mereka. 

Baca Juga: Jebakan Cinta Lalat Mata-Mata

Setelah melakukan semua cara di atas, terdapat tips mencegah agar lalat tak kembali datang ke rumah.

Untuk indoor, bersihkan semua sisa makanan dan remah-remah. Ikat semua sampah di tempat pembuangan dengan pelapis dan penutup, serta seringlah mengosongkan tempat tersebut.

Jika mempunyai hewan peliharaan, penggunaan litter box atau wadah kotoran harus rutin dibersihkan.

Baca Juga: Tebak 7 Lokasi Tahi Lalat Bisa Jadi Simbol Hoki dan Kekayaan

Untuk outdoor, Irenicus menyebut perlunya pemeriksaan rutin di tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya lalat misal makanan busuk, genangan air, dan tumpukan kompos.

Lampu juga dapat menarik lalat sehingga batasi pemakaian lampu di malam hari dan matikan lampu yang tidak diperlukan. 

Kemudian, pertimbangkan untuk menggunakan lampu serangga berwarna kuning untuk mengusir lalat di rumah. 

EDITOR: Nicolaus