JawaPos.com – Perasaan kurang percaya diri atau insecure, bukan hanya soal merasa tak cukup tetapi bisa memunculkan cara-cara tak sadar untuk menutupi rasa cemas itu.
Banyak dari kita yang mungkin tidak menyadarinya, berusaha berlebihan, terlalu mengontrol, atau bahkan menarik diri, sebagai upaya menebus rasa tidak aman dalam diri.
Menariknya ada pola yang umum dilakukan oleh orang dengan rasa percaya diri rendah atau insecure.
Melansir dari YourTango pada Kamis (04/12), menyebutkana lima pola yang umum dilakukan oleh orang dengan rasa percaya diri rendah atau insecure.
Sejumlah penelitian psikologi menunjukkan bahwa rendahnya kepercayaan diri (self esteem) atau perasaan inferioritas dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi, mengambil keputusan, hingga kemampuan bersosialisasi.
Berikut lima tindakan kompensasi yang sering dilakukan, kadang tanpa disadari dapat diperhatikan agar kita bisa lebih jujur terhadap diri sendiri.
- Terlalu ingin mengontrol segalanya
Salah satu bentuk kompensasi adalah kecenderungan untuk mengontrol situasi, pekerjaan, proyek, tim, bahkan keputusan kecil.
Bagi mereka yang kurang percaya diri, memberi kontrol penuh terasa seperti cara memastikan segala aman dan berjalan sempurna. Hal ini umum terjadi pada orang dengan sindrom imposter (imposter syndrome).
Namun perilaku ini bisa membuat seseorang sulit menyerahkan kepercayaan kepada orang lain, menimbulkan beban mental, dan menghambat kerja tim atau kolaborasi.
Baca Juga: Komisi IV DPR Cecar Menhut Raja Juli, Minta Buka Data Tambang Ilegal di Kawasan Hutan
Dalam jangka panjang, kontrol berlebihan bisa memperparah kecemasan dan memperkuat rasa tidak aman.
- Memaksa diri untukoverwork
Cara lain kompensasi adalah dengan bekerja terlalu keras, berusaha terus-menerus membuktikan diri.
Orang yang insecure cenderung merasa bahwa kerja keras berlebihan adalah cara aman untuk dibenarkan, agar tak dianggap kurang oleh orang lain.
Tapi sikap ini beresiko menimbulkan stres, kelelahan fisik dan mental, bahkan burnout. Kecenderungan butuh validasi eksternal bisa membuat seseorang terus berusaha keras, meskipun sudah lelah.
Baca Juga: Bill Gates Luncurkan Investasi Kemanusiaan di Abu Dhabi Finance Week saat Pemimpin Global Berkumpul
- Kadang malas atau berusaha minim usaha
Mungkin terdengar paradoks tapi bagi sebagian orang dengan insecure, ada kalanya mereka justru menyerah duluan, memberi usaha minim, menghindari tantangan, atau jalan aman agar tidak diketahui kelemahan mereka.
Bentuk kompensasi ketika usaha gagal, setidaknya rasa sakit dan rasa gagal bisa diminimalkan. Perasaan rendah diri bisa membuat seseorang enggan mengambil risiko atau menghadapi situasi baru, karena takut gagal atau malu jika tidak mampu.
- Mengabaikan kebutuhan diri sendiri
Sebagian orang dengan rendahnya rasa percaya diri sering menomorduakan kebutuhan, baik fisik, emosional, maupun sosial.
Mereka merasa tak pantas meminta bantuan, merasa harus bisa mengatasi sendiri, atau takut merepotkan orang lain.
Ini juga disebut sebagai bentuk kompensasi mempertahankan citra kuat atau mandiri. Padahal mengabaikan kebutuhan diri, seperti istirahat, kesempatan bersosialisasi, atau sekedar meminta dukungan dapat memperburuk kondisi mental, meningkatkan stress.
- Tidak pernah merasa puas dengan diri sendiri
Terakhir, orang yang insecure sering merasa bahwa apapun yang mereka capai tetap kurang, tidak pernah cukup.
Sulit merasa bangga atau puas, bahkan ketika sudah berhasil. Cenderung mengabaikan bukti kemampuan diri dan fokus pada kekurangan atau kesalahan kecil.
Perasaan inferioritas dan ketidakmampuan menerima prestasi sendiri sering menjadi akar masalah kepercayaan diri rendah.
Ketika kompensasi seperti di atas terus dilakukan tanpa disadari, hal itu bisa membentuk siklus negative, rasa kurang percaya diri, kompensasi, kelelahan/ketidakpuasan, rasa kurang percaya diri makin kuat.
Jika anda merasa sering berlebihan berusaha, terlalu mengontrol, atau sulit merasa cukup dengan diri sendiri, bisa jadi itu bukan hanya kebiasaan, melainkan mekanisme kompensasi atas rasa kurang percaya diri.