← Beranda

Percaya Diri Bisa Terlihat dari Cara Duduk, Ini Arti Posisi Tubuh yang Sering Kamu Lakukan Sehari-hari

Lavinia Tiara MalikaSelasa, 23 September 2025 | 03.46 WIB
Ilustrasi seseorang yang percaya diri

JawaPos.com – Bahasa tubuh adalah komunikasi nonverbal yang kerap kali lebih jujur dibanding kata-kata. Salah satu bentuk bahasa tubuh yang sering diabaikan adalah cara duduk. Posisi tubuh saat duduk tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bisa mengungkap kepribadian dan tingkat kepercayaan diri seseorang.

Psikolog dan praktisi komunikasi nonverbal menilai, cara duduk dapat mencerminkan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan lingkungannya. Bahkan, sejumlah konten edukasi psikologi populer di media sosial TikTok menjelaskan bahwa posisi duduk bisa menjadi “kode” yang tanpa sadar dibaca orang lain ketika menilai karakter.

Dalam praktik sehari-hari, ada beberapa pola duduk yang sering diasosiasikan dengan tingkat percaya diri seseorang:

Baca Juga: Jadwal Padat, Persib Tetap Percaya Diri Curi Poin Super League 2025/2026 di Kanjuruhan Melawan Arema

  1. Duduk tegak dengan bahu terbuka

Posisi ini biasanya dikaitkan dengan rasa percaya diri tinggi. Orang yang duduk dengan punggung tegak dan bahu terbuka terlihat lebih siap, sigap, serta memberi kesan positif. Selain itu, duduk tegak juga menunjukkan seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan lingkungannya.

  1. Menyilangkan kaki ke arah luar

Cara duduk ini sering diartikan sebagai ekspresi keterbukaan dan rasa santai. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, bisa terkesan terlalu santai atau bahkan kurang fokus. Di sisi lain, menyilangkan kaki juga bisa mencerminkan keanggunan, tergantung pada konteksnya.

Baca Juga: 8 Ungkapan Sehari-hari yang Menunjukkan Seseorang Lebih Kurang Percaya Diri dari yang Disangka

  1. Duduk dengan tangan di pangkuan dan tubuh agak membungkuk

Posisi ini sering menandakan keraguan atau rasa kurang percaya diri. Seseorang yang terbiasa duduk membungkuk tanpa disadari memberi kesan tertutup dan defensif. Dalam interaksi sosial, hal ini bisa membuat lawan bicara menangkap sinyal bahwa orang tersebut merasa tidak nyaman.

  1. Duduk sambil menggoyangkan kaki atau mengetuk-ngetuk jari

Gerakan kecil ini biasanya muncul saat seseorang sedang cemas atau gugup. Posisi duduk yang tidak stabil juga dapat menunjukkan energi berlebih yang belum tersalurkan. Jika dilakukan dalam situasi formal, perilaku ini bisa dianggap kurang profesional.

Fenomena ini banyak dibahas oleh para kreator konten edukasi psikologi di TikTok. Mereka menekankan bahwa bahasa tubuh, termasuk cara duduk, tidak hanya memengaruhi bagaimana orang lain melihat kita, tetapi juga berdampak pada diri sendiri. Misalnya, ketika seseorang membiasakan diri untuk duduk tegak, otak akan menerima sinyal positif yang dapat meningkatkan rasa percaya diri secara perlahan.

Selain itu, penelitian mengenai komunikasi nonverbal juga mendukung pandangan ini. Bahasa tubuh diyakini mampu membentuk “kesan pertama” yang kuat. Dalam dunia kerja, misalnya, cara duduk yang tegap bisa membuat seseorang terlihat lebih meyakinkan saat wawancara atau presentasi. Sebaliknya, posisi duduk yang menutup diri dapat mengurangi kredibilitas meski isi pembicaraan sebenarnya bagus.

Namun, penting dipahami bahwa interpretasi bahasa tubuh tidak bisa dilepaskan dari konteks. Posisi duduk yang dianggap percaya diri di satu budaya, bisa jadi ditafsirkan berbeda di budaya lain. Begitu pula dengan kondisi fisik, misalnya seseorang yang duduk membungkuk karena faktor kesehatan, bukan karena rendah diri.

Oleh karena itu, cara duduk sebaiknya tidak dilihat sebagai “vonis” kepribadian seseorang, melainkan sinyal yang bisa memberi petunjuk tambahan. Kesadaran diri menjadi kunci utama. Dengan menyadari kebiasaan tubuh sendiri, kita bisa memperbaiki cara duduk agar sesuai dengan situasi.

Membangun kebiasaan duduk yang baik juga dapat memberikan manfaat jangka panjang. Selain meningkatkan rasa percaya diri, posisi duduk tegak membantu kesehatan tulang belakang dan pernapasan. Dengan tubuh yang rileks namun tetap terbuka, komunikasi pun akan lebih efektif karena lawan bicara merasa dihargai.

Pada akhirnya, hubungan antara cara duduk dan tingkat percaya diri menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran saling terhubung. Mengatur bahasa tubuh adalah bagian dari upaya membangun citra diri yang positif. Meskipun tampak sederhana, duduk dengan posisi yang tepat bisa menjadi langkah kecil untuk tampil lebih percaya diri, sehat, dan meyakinkan dalam berbagai kesempatan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho